Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 70 - Tidak Ada Tapi-tapian



"Mulai sekarang kalian harus menghormati Naina dan ibu Wilda seperti kalian menghormati aku. Ini bukan permintaan, melainkan sebuah perintah," kata Nickolas lagi, mengakhiri semua hal yang ingin dia katakan pada Herli dan Gracia.


Justru bagus bagi Nickolas kedua orang itu mengetahui tentang hubungannya dengan Naina, dengan begini Herli tak akan lagi mendekati sang istri. Sementara Gracia bisa dia manfaatkan agar lebih mudah bertemu dengan sang istri tanpa perlu di curigai oleh seluruh orang.


Sekali tepuk dua lalat mati di dalam tangannya.


"Keluarlah, hanya ini yang ingin aku katakan," titah Nickolas.


Gracia benar-benar tergugu, seolah nyawanya telah melayang dari tubuh. Dia pikir setelah ini Nickolas akan jadi miliknya, Naina akan sadar diri dimana posisinya. Tapi ternyata dia justru harus menghormati Naina.


Bukannya membuat Naina tunduk padanya, kini justru dia yang harus tunduk pada Naina.


Astaga! Takdir seperti apa ini. Batin Gracia. Dia sampai ingin menangis, tak terima dengan keadaan yang terjadi.


Dan sudah mendapatkan perintah keluar, Herli pun bangkit dari duduknya, sesekali masih menatap Naina dengan intens. Lalu buru-buru sadar diri bahwa kini wanita itu telah jadi istri sang sahabat.


"Ayo dokter Grac, kenapa hanya diam saja?" ajak Herli pada dokter wanita tersebut, sebab Gracia tidak beranjak sedikitpun. Masih tetap duduk dengan tubuh yang seolah jadi patung.


Mau tidak mau akhirnya Herli menarik lengan Gracia agar bangkit. "Kami permisi Dokter Nick, Nyonya Naina," ucap Herli dengan begitu kaku, tapi dia memang harus menghormati Naina.


Dan mendengar sebutan Nyonya Naina itu akhirnya Gracia tak mampu menahan diri lagi, dia sampai terhuyung dan nyaris jatuh. Sangat terkejut dengan yang terjadi dan apa yang harus dia lakukan setelah ini.


"Dokter Grac!" kaget Naina, dia ingin menyentuh tubuh dokter Gracia agar tidak jatuh, tapi Nickolas menahan tidak membiarkan sang istri beranjak dari sampingnya.


Jadi hanya dokter Herli yang menahan tubuh Gracia.


"Keluarlah," titah Nickolas sekali lagi.


Herli kembali memberikan hormat, lengkap dengan kepala yang menunduk. Sumpah, Gracia tak ingin melakukannya juga. Tapi dia benar-benar tak punya kuasa untuk menolak titah sang direktur utama.


Jadi dengan sangat terpaksa, akhirnya dia pun menundukkan kepalanya pada Naina.


"Saya permisi dokter Nick, nyonya Naina," ucapnya dengan hati yang begitu geram.


Naina tidak menjawab apapun, bingung juga dengan keadaan saat ini. Dokter Herli dan dokter Gracia sudah tau semuanya, pasti akan canggung jika bertemu nanti.


Setelah Gracia dan Herli keluar, kini hanya ada sepasang suami istri itu di dalam ruangan. Naina menunjukkan wajah yang nampak cemas, sementara Nickolas justru terus tersenyum dengan lebar.


"Jika bertemu dengan Gracia dan Herli jangan sekali-kali menundukkan kepala mu, biar mereka yang memberi hormat. Paham?" titah Nickolas.


"Tapi sayang_"


"Tidak ada tapi-tapian, suamimu adalah pemilik rumah sakit ini. Jadi jangan menundukkan kepala pada Herli dan Gracia, kamu juga harus menjaga wibawa ku, jadi angkat wajahmu dihadapan mereka berdua. Ya?" tanya Nickolas pula dan Naina terdiam sesaat.


Mereka telah sepakat untuk bersama, coba menghancurkan dinding pembatas kasta yang begitu besar. Bukan hanya Nickolas yang akan masuk ke dalam hidup Naina, tapi Naina juga harus bisa mengimbangi Nickolas dengan semua jabatannya.


"Ya?" tanya Nickolas sekali lagi dan akhirnya Naina mengangguk setuju.


"Iya," jawabnya dengan patuh. Membuat Nickolas tersenyum, lalu mencium bibir sang istri dengan begitu lembut.