
"Naina! Duduk di sini," panggil Herli dengan tangan yang melambai ke arah wanita cantik di ujung sana. Saat itu Naina sudah mendapatkan makanannya dan sedang mencari tempat untuk duduk.
Namun kemudian dia malah mendengar suara dokter Herli yang memanggil.
"Dokter Herli! Kenapa kamu memanggil Naina? biarkan saja dia duduk sendiri, tidak perlu bergabung dengan kita," ucap Gracia, beberapa saat lalu dia sudah merasa garam karena melihat sang calon suami menatap ke arah wanita itu, dan sekarang kekesalannya dia berlipat ketika Herli justru memanggil wanita itu untuk duduk di kursi mereka.
"Kenapa? Kamu keberatan? kalau begitu Aku akan duduk bersama Naina di kursi yang lain," putus Herli, dia justru bersemangat tentang hal ini. Tapi belum sempat bokkongnya bergerak, Nickolas sudah lebih dulu berucap ...
"Tidak ada yang keberatan, duduk di sini saja," ucap Nickolas dengan suara dinginnya yang khas.
Herli yang tidak paham apapun atas isyarat pria berwajah dingin di hadapannya ini pun kembali melambai pada Naina. Ingin gadis itu segera datang ke sini. Herli tau, Naina pasti ragu, pasti merasa tidak enak hati untuk bergabung dengan para dokter.
Jadi akhirnya Herli sampai bangkit dari duduknya, dan saat itu juga barulah Naina jalan menuju meja itu.
"Duduk di sini saja," kata Herli lagi saat Naina telah berdiri di samping meja mereka.
"Terima kasih Dok, tapi saya duduk di sana saja," tolak Naina dengan kepala yang menunduk hormat, kedua tangannya sudah memegang piring berisi penuh makanan untuk makan siang.
Porsi makan Naina memang cukup banyak, bahkan lebih banyak dari yang diambil oleh dokter Herli dan dokter Nickolas.
"Tidak, duduk di sini saja. Tidak apa-apa Naina," balas Herli, dia sampai menarik kursi untuk Naina duduk.
"Duduklah, jangan sampai piring di tangan mu itu jatuh," ucap Nickolas, yang seketika membuat Naina menelan ludahnya kasar. Suaminya itu yang paling ahli dalam hal berakting. Beberapa saat lalu dokter Nickolas mengirimkannya pesan yang penuh perhatian, tapi sekarang mendadak seperti kulkas 12 pintu, dingin sekali.
Dan perintah dokter Nickolas tak pernah bisa dia bantah, bukan hanya sebagai suami, tapi juga dokter ahli yang menangani sang ibu.
"Baik Dokter," jawab Naina dengan patuh, lengkap dengan kepala yang setia kembali menunduk. "Terima kasih dokter Nickolas, dokter Herli, dokter Gracia," ucap Naina lagi setelah dia duduk dengan sempurna diantara para dokter tersebut.
Huh! Gracia membuang nafasnya dengan kasar, tadi Herli yang mengganggu kebersamaannya bersama sang calon suami dan sekarang ditambah lagi oleh Naina. Makan bersama dengan kesan romantis kini benar-benar hilang dari kenyataan, semuanya itu hanya tersimpan rapi di angan-angannya sendiri.
"Aku tidak menyangka, makan mu banyak juga ya Nai," ucap Gracia, ingin membuat Naina malu dengan porsi makan wanita itu.
"Iya Dok," balas Naina singkat, kembali tersenyum lebar seperti biasa.
Dan Nickolas hanya menatap istrinya itu dengan tajam, sebab kini Naina duduk di samping pria lain.
"Tidak apa-apa makan yang banyak, tubuhmu terlihat sehat dan berisi," timpal Herli.
Kalimat yang membuat hati Nickolas jadi makin panas, pria lain sedang membicarakan tubuh istrinya. Seolah paham sekali jika tubuh Naina berisi. Padahal pinggangnya sangat kecil, yang besar hanya dadda dan bokkong.
"Makan saja, tidak usah banyak bicara," ketus Nickolas.