Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 47 - Siapa Tau Dia Memang Jodohku



Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 11 siang, Nickolas memang berencana untuk makan siang bersama dengan Gracia. Tapi apa yang ada di dalam benaknya bukanlah wanita itu melainkan sang istri--Naina.


Jadi setelah kembali ke dalam ruangannya, Nickolas justru mengirim pesan kepada Naina, bukan Gracia.


'Nai, siang ini aku akan makan siang bersama dengan Gracia.' tulis Nickolas dalam pesan singkat yang dia kirim. Nickolas sengaja mengirim pesan seperti itu agar Naina menahannya, lalu berkata Jangan pergi.


Tapi ternyata balasan Naina tidak seperti apa yang dia bayangkan.


'Iya sayang, pergilah. Aku akan ke kantin nanti,' balas Naina.


Huh! Nickolas membuang nafasnya dengan kasar. Karena enggan pergi hanya berdua dengan Gracia, jadi Nickolas menghubungi Herli.


"Aku tunggu di ruangan ku," ucap Nickolas setelah panggilan teleponnya terhubung pada sang sahabat.


Herli tidak bicara apapun, dia langsung saja memutus sambungan itu dan datang ke ruangan Nickolas. Sabahat dan juga bos sekaligus.


"Ada apa? Kenapa menghubungi aku? Bukannya kamu mau makan siang bersama Gracia?" tanya Herli bertubi, dia bahkan menahan senyum saat melontarkan semua pertanyaan itu.


Kabar ini memang sudah tersebar ke seluruh penjuru rumah sakit, Herli juga awalnya sangat heran. Tapi sekarang mendadak Nick malah menghubunginya.


"Ayo makan bertiga," ajak Nick, dia lantas bangkit dari duduknya dan membuat Herli seketika tergelak.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa mendadak mengajak Gracia untuk makan siang bersama?" tanya Herli, kini bicara dengan nada yang lebih serius. Mereka berjalan beriringan keluar dari ruang Direktur Utama rumah sakit Medistra.


Dan mendengar jawaban itu Herli hanya mampu mengangguk-anggukkan kepalanya. Cukup paham jika Nickolas tak ingin membicarakan tentang hal ini terlalu jauh.


"Nick, semenjak kita pergi ke Paradise Club waktu itu. Aku jadi terus memikirkan tentang Naina," kata Herli, langkah mereka terhenti menunggu pintu lift untuk terbuka. Ucapan Herli tersebut sontak membuat Nickolas menatap ke arahnya lurus.


"Mungkin wanita di Club malam itu bukan Naina, tapi aku jadi selalu membayangkan bagaimana jika Naina berpenampilan seperti itu. Dia pasti akan terlihat sangat cantik bukan?" tanya Herli lagi, seraya teras saat melontarkan pertanyaan tersebut.


"Jaga pikiran dan ucapanmu, Naina adalah wali dari pasien yang di rawat di rumah sakit ini. Jangan berbuat senonoh padanya," balas Nick, bicaranya sengit sekali. Tapi Herli tak memahami isyaratnya tersebut.


"Astaga, pikiran mu terlalu buruk Nick. Aku tidak memiliki niat jahat pada Naina. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku mulai memikirkannya," jujur Herli.


"Di rumah sakit ini fokuslah untuk bekerja, jangan pikirkan hal lain. Jika kamu butuh wanita maka carilah di luar," putus Nickolas, mendadak bicaranya teramat serius sampai Herli sendiri tak menyangka jika tanggapan Nickolas akan seserius ini.


"Astaga Nick, aku hanya curhat, kenapa kamu serius sekali. Lagipula apa salahnya jika aku mulai mendekati Naina? Niatku tidak buruk, siapa tau dia memang jodohku," balas Herli.


Nickolas terdiam.


"Selama ini Naina sudah berjuang untuk ibunya, aku paham itu. Aku juga sedikit pun tidak ada niat buruk," tegas Herli, dia tak ingin Nickolas sampai salah paham.


Herli mana tau, jika ucapannya tersebut makin menyulut api di dalam dadda Nickolas .