Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 92 - Rasanya Seperti Kemarin



Jam 3 sore Nickolas menyelesaikan rapatnya di rumah sakit. Sepanjang rapat itu berlangsung, tatapan semua orang selalu tertuju ke arah kuku-kuku jarinya yang cantik. Herli bahkan sampai geli sendiri saat melihat kuku sahabatnya tersebut.


"Aku tidak menyangka Naina bisa merubahmu sebanyak ini," kata Herli setelah mereka berdua lebih dulu meninggalkan ruang rapat.


Dokter-dokter yang lain belum berani beranjak sebelum sang pemimpin pergi lebih dulu.


Nick tidak menjawabi ucapan Herli tersebut, dia malah tersenyum dengan lebar. Tapi senyumnya tersebut tidak dia berikan kepada, Herli, Nick tersenyum karena membayangkan sang istri.


"Lihatlah, sekarang kamu lebih banyak tersenyum seperti orang gila," ucap Herli lagi.


"Aku tidak akan kembali ke ruangan, aku akan langsung pulang," kata Nickolas, akhirnya buka suara dan langsung pamit begitu saja.


"Astaga," balas Herli. Andai dia yang menikah dengan Naina mungkin hidupnya akan jungkir balik seperti Nickolas. Merasakan kebahagiaan yang tak pernah dia bayangkan.


Di ujung koridor mereka berpisah, Herli menuju ke ruangannya dan Nickolas keluar hendak pulang ke rumah.


'Sayang, aku pulang sekarang,' tulis Nickolas dalam pesan singkat yang dia kirimkan pada sang istri.


'Aku akan menunggumu sayang,' balas Naina, cepat sekali saat dia membalas pesan tersebut. Sebab sejak tadi Naina memang selalu menunggu kabar dari sang suami. Semenjak Hamil, Naina memang tidak ingin ditinggal pergi, hawanya ingin selalu berada dekat dengan suaminya tersebut.


Tak sampai 30 menit, Nickolas akhirnya tiba di rumah utama. Naina juga langsung menyambut ketika seorang pelayan memberi tahunya bahwa tuan Nickolas telah tiba.


"Sayangh," panggil Naina dan sedikit berlari menghampiri sang suami. Nick jadi ikut mempercepat langkah pula agar bisa lebih cepat menjangkau sang istri.


"Maaf Kak, aku sudah tidak sabar ingin peluk karena itulah berlari."


"Tapi jika jatuh akan bahaya untuk anak kita."


"Iya iya, kan aku sudah minta maaf," balas Naina, jadi sedih sendiri. Sebab sang suami lebih mencemaskan anak mereka dibanding keselamatannya. Entahlah pemikiran seperti itu mendadak muncul dan membuatnya sedih.


Perubahan raut wajah Naina sontak membuat Nickolas cemas, buru-buru dia berpikir apakah ada yang salah dari kata-katanya barusan. Untunglah Nickolas langsung memahami Di mana letak kesalahannya, sebab Dia hanya mencemaskan anak mereka tapi tidak mencemaskan Naina juga.


"Aku tidak ingin kamu sampai sakit jika jatuh sayang," ucap Nickolas buru-buru, juga langsung menangkup wajah sang istri dan mencium bibir Naina lembut.


Kali ini Naina tersenyum lagi, bersyukur karena Nickolas tidak hanya mencintai anaknya, tapi juga mencintai dirinya.


"Lihat kuku-kuku ku, masih bagus kan?" tanya Nickolas, dia menunjukkan kuteknya yang tidak tergores sedikit pun. Naina melihatnya dengan bangga.


"Mana kukumu sayang?" tanya Nickolas lagi, lalu mengambil tangan sang istri dan dia lihat kutek yang terpasang di sana.


"Sudah ku duga, pasti akan terlihat sangat cantik di tangan mu," kata Nick, dia bahkan mencium kedua tangan itu pula, hingga membuat Naina terasa melayang ke atas awan.


Hilang sudah semua kesedihan yang Naina rasakan beberapa saat lalu. "Ayo masuk," ajak Naina, dia memeluk lengan sang suami dan mereka menuju ke kamar. Tiba di lantai 2, Nickolas langsung menggendong sang istri. Rasanya seperti baru kemarin mereka menikah.


"Nanti mandi sama-sama ya?" ajak Nickolas dan Naina langsung mengangguk dengan cepat.