
"Benarkah? padahal cincin ini sangat indah, Aku sampai berpikir bahwa ini adalah berlian yang asli," jawab perawat Mia. Dia lantas mengesampingkan pembicaraan tentang cincin tersebut dan kembali melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kesehatan ibu Wilda.
"Bagaimana jika pagi ini kita keluar, ibu bisa menandatangani taman yang ada di rumah sakit ini," kata perawat Ami kemudian.
"Wah, Apa benar Ibu boleh keluar Kak?" sahut Naina pula, justru dia yang paling semangat tentang hal ini.
"Boleh, pagi tadi dokter Nickolas sudah menghubungi aku. Jika Keadaan ibu Wilda stabil maka beliau boleh jalan-jalan keluar menggunakan kursi roda," jelas perawat Ami.
"Aduh, tidak usah lah Nak. biar ibu di kamar saja. Lagi pula Ibu masih bisa melihat keadaan di luar sana melalui jendela ini," jawab ibu Wilda, dia menunjuk jendela yang berada tak jauh dari ranjangnya. Jika tirai jendela itu dibuka Ibu Wilda memang bisa melihat pemandangan di luar sana, dan baginya ini sudah cukup dibandingkan dia harus keluar dan membuat keadaan nanti jadi terasa canggung.
Sekarang saja Naina harus berbohong kepada perawat Ami tentang cincin yang dia gunakan, bisa jadi nanti Naina akan berbohong pada seluruh orang yang mereka temui di rumah sakit ini demi menyembunyikan kebenaran tentang cincin yang kini dipakai oleh ibu Wilda.
Sungguh, ibu Wilda tidak ingin sama anak hidup dengan cara seperti ini.
"Baiklah kalau begitu, tapi jika nanti tiba-tiba Ibu Wilda ingin keluar panggil saja aku. Aku akan mendampingi ibu Wilda," balas perawat Ami.
Naina hanya mampu mengangguk, dia tidak bisa memaksa sang ibu untuk keluar.
"Nai, ikut aku dulu ke ruang jaga ya. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan padamu mengenai kesehatan ibu Wilda," pinta perawat Ami setelah semua tugasnya di sini selesai.
"Baik Kak," jawab Naina patuh. dia juga berpamitan lebih dulu kepada sang Ibu sebelum ikut pergi dengan kak Ami.
Kini Gracia merasa bahwa hidupnya di rumah sakit ini benar-benar sudah terbelenggu, dia tidak lagi menemukan kebebasan yang seperti dulu. Selalu tertekan dengan banyak hal dan semua itu karena ulah Naina.
Dokter Herli sudah tidak bisa diajak kerjasama, Zendaya juga berulang kali justru mengacuhkan dia tiap kali diajak bicara tentang hubungan Nicholas dan Naina.
Sementara Gracia tidak bisa tinggal diam saja ketika harga dirinya diinjak-injak oleh wanita tidak tahu diri itu.
Jadi sekarang Gracia memutuskan untuk menggunakan Ibu Wilda sebagai senjatanya yang baru guna melawan Naina.
Dan melihat Naina yang pergi bersama dengan perawat Ami dia pun mempercepat langkahnya untuk segera masuk ke dalam ruang rawat Ibu Wilda tersebut.
Melihat pintu yang kembali terbuka Ibu Wilda sontak menatap ke arah sana, dia pikir Naina kembali lagi karena ada sesuatu yang tertinggal. Tapi yang dia lihat bukan sang anak,justru seorang wanita yang menggunakan jas dokter, ibu Wilda belum mengenal siapa dokter itu.
"Selamat pagi ibu Wilda," ucap Gracia, kini dia telah berdiri tepat di samping ranjang ini.
"Pagi Dokter, ada apa ya?" tanya ibu Wilda pula, dia tidak berani mempertanyakan nama wanita tersebut, takut terkesan tidak sopan jadi dia menanyakan apa tujuannya Dokter wanita ini datang ke sini.
Tidak langsung menjawab, Gracia justru lebih dulu tersenyum kecil.