
"Maaf dokter Nick, aku tidak sengaja melihat Naina masuk ke ruangan ini dengan mengendap-endap. Banyak pula bukti yang menunjukkan adanya hubungan terllarang diantara anda dan Naina,," kata Gracia, dengan penuh percaya diri dia bicara seperti itu.
Sementara dokter Herli lagi-lagi mendelik, tak menyangka Gracia akan mengatakan hal tersebut dengan gamblang seperti ini.
"Jika hubungan terllarang anda dan Naina diketahui oleh banyak orang, ini akan jadi skanddal yang memalukan di rumah sakit ini. Karena itulah saya berjanji akan tetap merahasiakannya, tapi ... Sebaiknya anda akhiri hubungan anda dengan Naina," putus Gracia, akhirnya dia lontarkan semua dari sudut pandangnya. Keputusan yang paling tepat untuk menyingkirkan wanita miskin itu.
Dan Herli langsung tersedak ludahnya sendiri saat mendengar ucapan Gracia tersebut. Uhuk! Uhuk! Batuknya dan buru-buru mengambil minum yang tersedia di atas meja.
Grac pun menatap aneh pada dokter Herli, kenapa pula sampai terbatuk seperti itu.
"Dokter Grac, entah pikiranmu yang terlalu jauh atau memang kamu tidak bisa berpikir dengan jernih," kata Nickolas, akhirnya dia buka suara.
"Naina adalah istriku, tidak ada hubungan terlarang diantara kami, tidak ada juga yang namanya skandal," timpal Nick dengan suara yang lebih tegas.
Gracia seketika tergugu, bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Ucapan dokter Nickolas tak bisa dia cerna dengan mudah.
"Aku dan Naina sudah menikah, aku memanggil mu datang ke sini untuk menegaskan tentang hal ini," kata Nick.
Masih bicara serius seperti itu tiba-tiba pintu terbuka, dan sontak tatapan semua orang tertuju ke sana. Terlihat lah Naina yang mematung di ambang pintu.
Setelah menelpon Gracia untuk datang, Nickolas juga meminta istrinya untuk kembali lagi ke ruangan ini. Ada hal mendesak yang Haris Nickolas sampaikan, karena itulah Naina tak bisa menolak.
Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat dokter Gracia dan dokter Herli ada juga di ruangan sang suami.
"Sayang, sini masuk," panggil Nickolas dengan sangat jelas.
"Mereka sudah tau bahwa kamu adalah istriku," kata Nickolas lagi, dia bangkit dari duduknya dan menarik sang istri agar masuk. Kali ini Nickolas mengunci pintu tersebut agar tak ada yang menganggu pembicaraan mereka.
Nickolas membuat Naina duduk di sampingnya, lengkap dengan tangan yang saling menggenggam.
Naina sungguh gugup dan takut, dia sampai tak bisa berkata apa-apa.
"Aku dan Naina masih ingin merahasiakan tentang pernikahan ini, sampai ibu mertuaku pulih," kata Nickolas. Dia pun tak ingin huru hara ini mempengaruhi kesehatan ibu Wilda, Nick harus bisa menjaga pikiran ibu Wilda agar tetap tenang. Tidak lagi mencemaskan tentang apapun, termasuk pernikahannya.
"Jadi karena kalian sudah tau, maka kalian pun harus membantuku dan Naina untuk tetap merahasiakan pernikahan ini. Paham?" tanya Nick.
"Ya," balas Herli dengan rasa tidak percaya yang masih menguasai jiwa.
Sementara Gracia makin tergugu, kini dia justru harus mendukung hubungan sembunyi-sembunyi ini. Arght! Rasanya Gracia ingin berteriak, namun tentu dia tak punya kuasa untuk melakukannya.
"Jika rahasia pernikahan ku dan Naina sampai bocor, itu artinya ulah kalian berdua. Dan ... Aku tak akan segan untuk mengeluarkan kalian dari rumah sakit ini," kata Nickolas, suaranya terdengar seperti ibllis yang berbisik.
Naina sampai menelan ludahnya sendiri dengan kasar, ini adalah pertama kalinya dia melihat sisi menyeramkan sang suami.
Sementara Herli sudah sangat paham, itu artinya Nickolas benar-benar serius dengan ucapannya.
Sedangkan Gracia, kini sudah membeku.