
Sudah berhasil mencium sang istri, kini Nickolas merasa jauh lebih baik. Terlupakan semua tentang niat sang ibu yang hendak mengajak Gracia untuk makan siang bersama.
Terserah mau apa, yang jelas hubungannya dengan Naina baik-baik saja.
Saat Nickolas kembali ke ruangannya, sang ibu dan sang ayah sudah menunggu. Kedua orang tuanya telah duduk di sofa.
"Mom, Dad," ucap Nickolas saat dia masuk dan menutup pintu.
"Mommy dan Daddy akan makan siang bersama Gracia, ayo ikut," ajak mommy langsung, saat ini waktu sudah menunjukkan jam setengah 11 siang, sebentar lagi sudah memasuki jam istirahat.
"Tidak Mom, jika mommy dan Daddy ingin makan siang bersama Gracia silahkan saja, tapi aku tidak ikut," balas Nick dengan santainya, tak ada sedikitpun amarah. Sebab dia masih bisa mengingat dengan jelas rasanya sentuhan sang istri.
"Kenapa? Harusnya kamu ikut agar bisa lebih dekat dengan Gracia, Dia adalah gadis yang baik Nick," balas mom Aresha.
"Kata mommy mu benar Nick, ikuti sajalah," timpal Daddy pula.
"Mom, Daddy, sepertinya aku harus menegaskan sesuatu tentang hal ini," ucap Nickolas dengan serius.
Mommy Aresha dan Daddy Rayden sudah siap-siap untuk pura-pura terkejut, anaknya lagi hendak mengakui tentang pernikahan rahasia tersebut.
"Aku sedikit pun tidak tertarik dengan Gracia, aku sudah memiliki wanita yang kuinginkan," kata Nick.
Mom Aresha mendengus kesal, sementara Daddy Rayden membuang nafas kasar dan mulai tidak tertarik dengan pembicaraan ini. Mereka tau wanita yang dimaksud oleh Nickolas adalah Naina, tapi bukan pengakuan seperti ini yang ingin mereka dengar.
"Siapa wanita itu?" tanya mom Aresha.
"Aku akan mengenalkannya pada kalian nanti, bukan sekarang."
"Kenapa pulang Dad? Katanya ingin makan siang bersama Gracia," kata Nickolas pula.
"Tidak jadi, Daddy mulai pusing memikirkan tentang dirimu," balas Daddy Rayden kesal.
Mom Aresha sampai mencubit lengan suaminya tersebut, kesal juga karena sang suami yang tidak sabaran.
"Nick, usia mommy dan Daddy mu ini semakin lama semakin tua. Kakek dan nenekmu juga sudah tidak sabar ingin segera memiliki cicit. Jadi mommy mohon, jangan tunda terlalu lama tentang pernikahan mu, jika sampai bulan depan kamu tidak juga membawa calon istri, mommy akan menjodohkan mu dengan Gracia," putus mom Aresha, membuat ancaman.
Nickolas hanya menjawabnya dengan anggukan kepala, saat itu terjadi dia akan menunjukkan Naina di hadapan semua orang.
"Mommy dan Daddy pamit dulu," kata mom Aresha pula.
"Tidak jadi makan siang bersama Gracia, Mom?" tanya Nickolas dan mommy Aresha menjawab dengan cepat.
"Tidak," jawabnya singkat. Sebelum benar-benar keluar, mommy Aresha lebih dulu memeluk anaknya dengan erat. Dia juga memberikan beberapa saran tentang pengobatan lanjutan ibu Wilda. Jika kondisinya makin stabil, maka bisa segera dilakukan operasi untuk membuang kangker paru-paru yang di deritanya.
"Terima kasih Mom," balas Nickolas dan mommy Aresha pun tersenyum, bersyukur anaknya ini menjadi penerusnya di rumah sakit ini. Nickolas juga dokter yang jenius, namun dihadapannya Nickolas selalu rendah hati.
"Sesekali pulanglah ke rumah, jangan di apartemen terus."
"Iya Mom," balas Nickolas.
"Jadi pulang tidak sih Mom?" sahut Daddy Rayden yang sejak tadi sudah menunggu.
"Iya Dad," balas mom Aresha, pusing sendiri dihadapkan pada dua pria ini.