Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 46 - Sedih Sekali



"Ada apa Dokter?" tanya Gracia, dia urung memanggil dengan sebutan Kak, sebab langsung ingat jika sekarang mereka berada di rumah sakit.


Gracia cukup tau bahwa dokter Nickolas adalah pria yang sangat profesional, jadi dia pun harus bisa memposisikan diri.


"Kamu berdiri di tengah jalan, akan menggangu jika ada orang yang akan lewat," balas Nickolas.


Mendengar kalimat tersebut Gracia seketika menelan ludahnya dengan kasar, setelah terbang tinggi kini dia kembali jatuh ke dasar. Gracia pikir dokter Nickolas akan mengatakan hal penting tentang mereka berdua, tapi ternyata bukan, ternyata hanya masalah posisinya berdiri.


Gracia lantas melihat di mana kakinya berpijak dan ternyata memang benar ini di tengah-tengah jalan.


"Maaf Dokter," balas Gracia, dia menundukkan kepalanya sebagai bentuk permohonan maaf. Namun melihat kepala yang menunduk seperti itu Nickolas justru teringat akan Naina. Teringat akan ucapan sang istri untuk coba memiliki hubungan dengan wanita di hadapannya ini.


Sesuai pula dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu.


"Apa siang nanti kamu sibuk?" tanya Nick setelah Gracia menyingkir, mereka berada di pinggir.


"Tidak Dokter, apa ada yang bisa aku bantu?" balas Gracia dengan cepat.


"Tidak, aku hanya ingin mengajakmu untuk makan siang bersama."


Kedua mata Gracia lantas mendelik, jantungnya berdegup seolah hendak lepas dari tempatnya berada. Dia sampai tak mampu bicara apapun, hanya mengangguk dengan cepat.


Dan setelah mengucapkan ajakan makan siang itu pun, Nickolas kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja.


Kedua pipi Gracia sudah merah merona. Bibirnya pun tersenyum lebar sekali.


Dua perawat yang melihat pertemuan itu tadi pun segera menghampiri dokter Gracia untuk mencari informasi.


"Bukan urusan rumah sakit, dokter Nickolas hanya mengajakku untuk makan siang bersama," jawab Gracia dengan suara penuh penekanan.


"Huwa! Benarkah? Ah anda sangat beruntung!" ucap perawat yang lain.


Dan kabar tersebut mudah sekali tersebarnya di seluruh penjuru rumah sakit. Gracia senang sekali, sejak detik itu pula dia jadi wanita yang paling murah senyum. Bahkan dengan semut pun mungkin dia akan melempar senyum pula.


Ketika pertama kali Naina datang, dia juga mendengar kabar itu melalui perawat Ami.


Yang bisa Naina lakukan hanyalah ikut tersenyum bahagia atas keduanya.


"Dokter Gracia dan dokter Nickolas memang sangat cocok, mereka pasangan yang serasi," ucap Naina pada perawat Ami.


"Iya, mereka sudah digadang-gadang jadi pasangan yang sempurna. Ya ampun aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadi nona Zendaya, dia pasti mendengar juga tentang kabar ini," kata perawat Ami. Karena sudah saling dekat Naina dan Ami memang sering saling membicarakan banyak hal. Tentang apapun yang terjadi di rumah sakit Medistra.


"Dia pasti sedih sekali," jawab Naina, seolah dengan membicarakan tentang nona Zendaya. padahal dia sedang membicarakan tentang hatinya sendiri.


Dokter Gracia dan dokter Nickolas memang sangat cocok, orang-orang jelas tak akan sulit untuk menyetujui hubungan mereka.


Akan berbanding terbalik jika wanita itu adalah Naina.


Naina bahkan tak mampu untuk membayangkannya. Dia menggeleng kecil, tak ingin berangan-angan yang terlalu tinggi.


"Besok Dokter Aresha akan ke sini lagi untuk melakukan teknik akupuntur pada ibumu, semoga saja kali ini berhasil ya?"


"Aamiin, Kak," balas Naina. Mereka berdua masuk ke dalam ruang rawat ibu Wilda. Seharian ini Naina akan mengurung diri di sini, tak ingin mendengar apapun tentang suaminya.