
"Maaf Bu, secara mendadak aku harus menemui Ibu seperti ini," kata Gracia.
Sebuah kalimat yang tentu membuat Ibu Wilda jadi bingung, dahinya sampai berkerut ketika dia mendengar ucapan tersebut. Namun belum sempat ia bertanya untuk meminta penjelasan, namun wanita asing ini sudah lebih dulu bicara lagi.
"Ibu pasti sudah tahu tentang pernikahan rahasia antara dokter Nicholas dan Naina, iya kan?" tanya Gracia.
Kedua mata Ibu Wilda sontak mendelik ketika mendengarnya, sementara hatinya berdenyut nyeri dan jantungnya berdegup tidak karuan. Ada rasa cemas yang tiba-tiba menguasai dirinya, takut ada sesuatu hal yang buruk yang tersimpan dalam pernikahan tersebut.
"Ya memang benar mereka menikah, tapi Naina yang lebih dulu menyerahkan tubuhnya pada dokter Nicholas hanya karena dia butuh biaya untuk pengobatan anda. Pernikahan ini adalah skandal tersembunyi di rumah sakit, Andai pernikahan ini terkuak karir dokter Nicholas akan terancam," jelas Gracia, bicara dengan yakin sesuai asumsinya sendiri, dia tidak butuh fakta karena inilah yang dia yakini.
Dan kalimat menyakitkan tersebut akhirnya membuat nafas Ibu Wilda jadi tersengal, detak jantungnya seperti tak bisa terkendalikan.
Dia pikir Naina benar-benar telah menjalani kehidupan yang bahagia, menemukan seseorang yang mencintainya dengan tulus. Tapi ternyata selalu ada cerita lain yang tidak dia ketahui, tentang penderitaan anaknya sendiri. Bagaimana bisa menyerahkan tubuhnya pada seseorang yang paling berkuasa hanya demi pengobatannya.
Nafas ibu Wilda makin tidak stabil, tubuhnya terasa terbakar dan dadanya begitu sakit.
Melihat reaksi ibu Wilda yang seperti ini tentu membuat Gracia terkejut, Ibu Wilda menunjukkan tanda-tanda seolah dia mendapatkan serangan jantung.
Gracia sontak mundur satu langkah, dia sendiri pun tidak menyangka bahwa reaksinya akan separah ini. Padahal dia hanya ingin Ibu Wilda menegur Naina lalu mengakhiri pernikahan tersebut, tapi ternyata apa yang dia rencanakan tak sejalan dengan kenyataan.
Bahkan alarm tanda keadaan pasien kritis pun mulai terdengar di ruangan tersebut. Sebelum ada yang datang ke ruangan ini Gracia segera bergegas berlari keluar. Dia lantas bersembunyi di salah satu sudut.
Perawat Ami dengan cepat membuka pintu dan masuk.
"Ibu!" pekik Naina, belum apa-apa dia sudah menangis melihat keadaan ibunya yang kejang di atas ranjang.
"Menyingkir Nai, biar kami yang tangani. Panggil dokter Aliyah, dia yang paling dekat untuk datang!" titah perawat Ami pada Naina dan salah satu rekan kerjanya.
Dan mendengar perintah itu, Naina pun mundur dua langkah untuk memberikan ruang. Sementara salah satu perawat kembali berlari keluar dan memanggil dokter Aliyah.
Beberapa saat lalu keadaan ibu Wilda sangat baik, tapi sekarang secara mendadak kondisinya berubah jadi kritis seperti ini.
Di antara kedua matanya yang menatap rabun Ibu Wilda melihat ke arah sang anak. Melihat Naina yang selama ini begitu banyak berjuang untuknya. Ibu yang tidak pernah bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk sang anak, justru selalu menempatkan Naina pada kondisi yang sulit.
Pemikiran seperti itu membuat Ibu Wilda ingin menyerah, dia ingin pergi agar Naina bisa menjalani hidupnya tanpa perlu terbebani oleh dia.
Dan saat dokter Aliyah berhasil masuk ke dalam ruangan ini, ibu Wilda pun menutup matanya dan tidak lagi mendengar apapun.
"Bu ... ibu," lirih Naina, dia menangis dengan suara yang tertahan.