
"Kamu sudah melanggar kode etik kedokteran Grac, membiarkan seorang pasien sekarat di depan matamu," kata Daddy Rayden.
Gracia sudah tak mampu membendung air mata, apalagi saat dilihatnya kedua polisi tersebut masuk dan menutup pintu.
"Nona Grac, kami akan menahan anda. Sebab ada kemungkinan anda akan menghilangkan barang bukti. Anda bisa mengajukan keberatan menggunakan pengacara anda," kata salah satu polisi.
"Tidak! Aku tidak mau di tahan. Tuan Rayden, ini semua salah paham! Ini semua terjadi diluar kendaliku! Ibu Wilda meninggal karena sudah takdirnya dia meninggal!" ucap Gracia.
Sungguh, mendengar kalimat itu ingin sekali Daddy Rayden melayangkan sebuah tamparan keras di wajah Gracia. Mulut yang seperti sampah baginya, karena mulut itulah yang Gracia gunakan untuk membunuh ibu Wilda.
"Segera bawa dia pergi dari sini," titah Daddy Rayden.
"Tidak! TIDAK!!"
Namun teriakan Gracia itu tidak ada artinya apa-apa, karena dalam sekejap kini kedua tangannya sudah diborgol.
"Keluarlah dengan tenang dari ruangan ini. Semakin kamu berontak, orang-orang akan semakin tau betapa busuknya kamu," ucap Daddy Rayden.
Gracia makin tak berdaya ketika mendengar kalimat tersebut. Tak terbayang bagaimana reaksi semua perawat dan rekannya jika tau dia ditahan seperti ini. Spekulasi pasti akan banyak bermunculan, lalu satu per satu orang akan mengutuknya dengan sembarang kata.
Zendaya dan Naina pasti akan menertawakannya dengan sangat keras.
Tangan Gracia yang diborgol kemudian ditutupi dengan sapu tangan oleh salah satu polisi. Mereka pun tidak ingin menciptakan keributan di rumah sakit ini.
"Ayo!" ajak polisi tersebut dan mulai menarik Gracia untuk berjalan.
"Tidak!" balas Gracia dengan cepat, menggeleng kuat sekali. Gracia coba melihat ke arah tuan Rayden sekali lagi, mengharap belas kasihan dari pria itu, mengingat hubungan baik mereka selama ini.
Namun Daddy Rayden justru menatap Gracia dengan tatapan tajam. Membuat Gracia makin terpuruk tak menemukan cara untuk terlepas dari kasus ini.
Tubuh Gracia kemudian di tarik paksa, hingga mau tidak mau akhirnya Gracia menggerakkan kedua kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut.
Salah satu polisi memegang lengannya dengan kuat, sementara polisi yang lain berjalan di depan. Tangan Gracia sudah diborgol dan ditutupi oleh sapu tangan.
Tiap langkah yang Gracia ambil selalu jadi perhatian semua orang.
Pemandangan macam apa ini? Kenapa dokter Gracia bersama dua polisi tersebut. Kenapa tangan dokter Grac di tutup? Apakah kedua tangannya di borgol?
Kenapa? Kenapa dan kenapa? Pertanyaan semua orang.
"Dokter Grac?" panggil salah satu perawat. Namun panggilan itu membuat Gracia makin ditarik oleh polisi yang memegang lengannya..
Tak lama setelah Gracia keluar dari rumah sakit, Daddy Rayden pun menampakkan diri pula. Berjalan dengan langkah tegap meninggalkan rumah sakit ini juga.
Suasana rumah sakit dalam sekejap terasa mencekam. Seolah ada kabar buruk yang akan diterima oleh semua orang.
Satu-satunya yang bisa membaca situasi ini hanyalah Zendaya. Pertama tentang kematian ibu Wilda, kedua mommy Aresha dan Daddy Rayden datang mengucapkan bela sungkawa, dan sekarang secara mendadak Gracia ditangkap. Dia yakin Gracia mengambil peran dalam meninggalnya ibu Wilda.
"Ternyata hubungan mereka sudah sangat serius, mommy dan Daddy juga sudah mengetahuinya, mungkinkah mereka sudah menikah diam-diam?" gumam Zendaya.