Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 58 - Untuk Apa?



Saat dokter Aresha dan yang lainnya mulai menangani ibu Wilda, Naina dan Daddy Rayden menunggu di luar. Duduk di kursi tunggu yang tersedia di dekat pintu ruangan tersebut.


Naina memang merasa gugup saat duduk bersama dengan Tuan Rayden seperti ini, mereka hanya berjarak 3 kursi kosong. Namun di dalam hatinya dia terus berdoa untuk sang ibu. Semoga usaha mereka kali ini bisa membuahkan hasil.


Sungguh, Naina sangat ingin ibunya sadar, ingin melihat kedua mata ibunya terbuka, ingin mendengar suara ibunya bicara.


"Apa Nickolas selama ini memperlakukan mu dengan baik?" tanya Daddy Rayden, tiba-tiba dia bicara seperti itu. Sungguh, Dia adalah orang yang paling tidak sabaran di dunia ini. Mulutnya terlalu gatal untuk tetap menyembunyikan yang namanya rahasia, ingin segera pernikahan anaknya terkuak.


Dan pertanyaan tersebut sontak membuat Naina mendelik, dia sampai takut salah mendengar. "Maaf Tuan, saya tidak mendengar apa yang Anda tanyakan," jawab Naina, dia menunduk lagi untuk meminta maaf.


Melihat sang menantu yang terus Menundukkan kepalanya, justru membuat daddy Rayden jadi mencelos hatinya.


Harusnya sekarang mereka bisa saling menyayangi sebagai keluarga, namun harus terhalang banyak pembatas.


"Apa selama ini Nickolas memperlakukan mu dengan baik?" tanya Daddy Rayden sekali lagi, bicara dengan lembut dan terdengar begitu jelas di telinga Naina.


"Iya Tuan, Dokter Nickolas sangat baik, beliau banyak membantu saya dan ibu," jelas Naina, dia tidak sedikit pun beranggapan bahwa pertanyaan itu tentang hubungan rahasianya, Naina langsung mengira pertanyaan itu untuk hubungannya sebagai wali pasien dan Dokter.


Huh! Daddy Rayden membuang nafasnya dengan kasar, kenapa menantunya ini tidak peka sekali.


Tapi kedatangannya ke rumah sakit ini pun untuk menjalankan sebuah misi, menguji keseriusan hubungan diantara Naina dan Nickolas. Berusaha seolah hendak memisahkan, padahal ingin anak-anak segera mengungkap kebenaran.


"Ya, Nickolas memang dokter yang baik. Usianya juga sudah sangat matang, harusnya sakarang dia sudah menikah," balas Daddy Rayden.


"Semoga ibumu cepat pulih ya Naina, lantas bisa segera keluar dari rumah sakit ini," ucap Daddy Rayden lagi, ucapannya adalah doa yang baik. Keluar dari rumah sakit juga adalah keinginan semua pasien, tapi entah kenapa ada rasa sakit di hati Naina saat mendengar ucapan tersebut.


Makna yang dia terima lain, keluar dari rumah sakit artinya hubungannya dengan sang suami pun akan benar-benar berakhir.


"Amin, terima kasih atas doanya Tuan," balas Naina setelah sepersekian detik dia terdiam.


Tak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua, hanya hening dan Naina sibuk sendiri dengan pikirannya.


Sampai entah waktu berjalan berapa lama, lamunan Naina buyar saat mendengar pintu kamar sang ibu dibuka.


Naina sontak bangun dan langsung berhadapan dengan dokter Aresha yang pertama keluar.


"Ibumu sudah membuka mata, tapi dia belum benar-benar pulih," jelas dokter Aresha.


Namun hal tersebut sudah hal yang begitu luar biasa bagi Naina. Sampai membuatnya ingin menangis saking bahagianya, "Terima kasih Dokter, bolehkah aku menemui ibu?" tanya Naina dengan suaranya yang menggebu.


Dokter Aresha hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


Saat Naina masuk semua dokter pun keluar, hanya Nickolas yang hendak berjalan kembali ke dalam ruangan itu. Namun dengan cepat mommy Aresha menahan lengannya.


"Untuk apa masuk ke dalam lagi?" tanya mom Aresha.