Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 45 - Pertama Kali Dalam Seumur Hidup



Nickolas juga tau bahwa Naina hanya akan berada di sisinya selama dia yang meminta. Naina tidak akan mencegah jika dia ingin pergi. Karena nyatanya pernikahan ini terjadi bukan untuk saling mengikat, tapi karena mereka berdua saling mendapatkan keuntungan satu sama lain.


Tapi entah kenapa dadda Nick terasa sesak saat mendengar semua ucapan Naina tersebut, tentang sang istri yang mempersilahkannya untuk menjalin hubungan dengan wanita lain.


Ternyata Nickolas ingin ditahan, ingin dicegah, ingin Naina menangis dan merengek jangan. Tapi wanita ini justru tersenyum dan berkata bahwa dia tidak akan marah.


Dan Setelah pembicaraan serius itu, nampak jelas jika ada jarak diantara keduanya. Jelas bukan Naina yang ciptakan, melainkan Nickolas sendiri.


"Sayangh, kenapa sejak tadi menghindari aku sih?" tanya Naina, mereka berdua baru saja selesai mandi, setelah membersihkan dapur, menyusun makanan di lemari pendingin dan setelah sarapan.


Kini hanya tinggal bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Tapi sejak tadi Nickolas tidak menatap ke arah Naina, juga terus menunjukkan wajahnya yang dingin dan tatapan tajam.


Bahkan saat ditanya seperti itu oleh Naina, Nickolas pun tetap betah diam.


"Sayangh marah karena kita tidak mandih bersamah? Hem?" tanya Naina, dia memeluk suaminya dari belakang.


Dan sikap seperti ini justru membuat Nickolas membuang nafasnya dengan kasar. Bagaimana bisa Naina bersikap biasa saja setelah memintanya untuk dekat dengan Gracia.


"Sayanghhh, janganh maraahh," kata Naina lagi, dia memeluk semakin erat.


Dan akhirnya Nickolas merespon, dia memutar badan hingga mereka saling berhadapan dengan Naina yang masih memeluknya erat.


"Aku tanya sekali lagi," kata Nickolas, "Apa kamu mengizinkan jika aku dekat dengan Gracia?" tanya Nick. Dia menatap Naina dengan intens.


Naina terdiam sesaat, sebelum akhirnya dia mengangguk kecil. "Iya sayang, aku mengizinkannya. Apa kamu marah dengan jawaban ku ini?" tanya Naina kemudian.


Dan kini giliran Nick yang terdiam, sebenarnya jawaban IYA jelas ada di benaknya, tapi sulit sekali untuk terucap. Seperti tercekat di tenggorokan.


Nick memang tau, Naina benar-benar berusaha untuk membuatnya sembuh.


Bingung harus bagaimana, jadi Nickolas menangkup wajah Naina. Dia cium bibir sang istri dengan begitu mesra. Sementara Naina segera berjinjit dan menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami.


Setelah sedikit perselisihan yang terjadi diantara mereka, ciuman ini jadi seperti obat. Meleburkan semua rasa tak nyaman yang ada di dalam hati.


Pagi ini Nickolas pergi lebih dulu ke rumah sakit, 10 menit kemudian disusul oleh Naina.


Pertama kali menginjakkan kakinya di rumah sakit Medistra, Nickolas langsung melihat Gracia di ujung sana. Tepatnya di depan pintu masuk ruang IGD.


Gracia sengaja datang lebih pagi, sengaja pula menunggu di sana. Melihat apakah pagi ini ada petunjuk tentang hubungan Nickolas dan Naina. Hatinya gundah, terus cemas memikirkan kemungkinan paling tak masuk akal.


Namun saat melihat dokter Nickolas datang seorang diri seperti biasanya, Gracia seperti mendapatkan udara segar.


Benar, tak mungkin kak Nickolas memiliki hubungan denga Naina. Batin Gracia, terus menenangkan dirinya sendiri seperti itu.


Keyakinannya makin menjadi saat dia lihat dokter Nickolas berjalan ke arahnya.


"Grac," panggil Nick ketika dia sudah berdiri tepat di hadapan wanita ini.


Dan untuk pertama kalinya dalam seumur hidup Gracia, akhirnya dia disapa lebih dulu oleh dokter Nickolas.


Bukan hanya melayang, saat ini Gracia bahkan rasanya ingin pingsan.


"Kak," jawab Gracia lirih, bicara diantara gugup yang mendera.