Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 84 - Menjalankan Tugas



"Selesaikan saja tugasmu lebih dulu, aku bisa mengatur tugasku sendiri," kata Nickolas, dia mengecup bibir Naina sekilas. Mengabaikan dadda sang istri yang sudah menjulang di hadapannya.


Suara lagu yang sejak tadi berputar menjadikan suasana jadi lebih tenang. Nickolas kembali mengarahkan kedua mata sang istri pada tablet yang di pegang Naina.


"Ish," kesal Laura, pancingannya gagal. Jadi akhirnya dia kembali memilih perabot yang ingin diganti. Di toko properti ternama, jadi masalah kualitas tak akan diragukan lagi.


Naina mulai mengganti perabotan yang ada di kamar, lalu ruang tengah. Hanya dua tempat itu saja yang bisa dia kerjakan hari ini. Apartemen jadi sedikit ramai sebab banyak pekerja yang mengeluarkan properti lama dan menggantinya dengan properti baru. Semua serba merah muda. Kini pemilik apartemen itu sudah jadi seorang wanita, bukan lagi pria yang dingin.


Jam 5 sore akhirnya tugas Naina hari ini selesai, dia masih punya tugas di dapur dan ruang tamu. Juga di satu kamar lagi. Menyenangkan namun tetap saja lelah.


Seharian ini Naina begitu sibuk, sampai benar-benar lupa dengan luka di hatinya yang masih belum kering.


"Huh! Capek," kata Naina, dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang baru. Ranjang impiannya jika punya rumah sendiri. Dan sekarang telah jadi kenyataan.


"Ayo mandi," ajak Nickolas, dia menarik kaki Naina untuk mendekati ujung ranjang, sampai wanita itu sedikit menjerit karena terkejut.


"Aku bukan anak kecil Paman," kata Naina, mengikuti suara anak kecil dalam serial kartun yang dia tau.


Nick tidak membalas dengan kata-kata, dia hanya tersenyum kecil. Lalu dengan segera dia gendong sang istri seperti bayi koala. Membawanya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Hem," jawab Nick singkat.


"Yes!" balas Naina dengan semangat, dia senang sekali sebab akan melayani sang suami.


Nickolas mengajak Naina untuk berendam air hangat, hari ini Naina cukup lelah jadi dia ingin mengendurkan otot-otot istrinya yang menegang.


"Kak, kenapa posisinya seperti ini?" tanya Naina, sang suami berada di belakang dan menggosok punggungnya lembut. Nyaman sih tapi kan bukan seperti ini yang dia inginkan. Apalagi mereka berdua telah sama-sama polos. Naina lihat dengan jelas senjata sang suami yang sudah tegak menantang.


"Malam ini mommy ingin kita datang ke rumah dan bertemu dengan semua keluarga, apa kamu siap?" tanya Nickolas, dia justru mengajukan pertanyaan tersebut. Siang tadi saat sang istri sibuk, mommy Aresha menghubungi melalui sambungan telepon dan mengutarakan tentang keinginannya tersebut. Ingin mengundang Naina untuk makan bersama dan bertemu dengan semua keluarga.


Ditanya seperti itu Naina terdiam sesaat, masih merasakan punggungnya yang dipijat lembut oleh sang suami. Mom Aresha dan Daddy Rayden selama ini sangat baik padanya, sangat sangat baik. Dan sekarang kebaikan itu seolah jadi berkali-kali lipat saat dia diminta untuk datang ke rumah utama keluarga Carter.


Naina tidak menjawab apapun, dia kemudian berbaik dan menatap suaminya dengan tatapan sendu. Naina menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Dan setelahnya Nickolas mencium bibir istrinya dengan lembut, melumaat dan menariknya hingga berada di atas pangkuan. Inti tubuh mereka telah saling bertemu, membuat darrah terasa mengalir lebih cepat.


Nick juga menjalankan tugasnya untuk membesarkan dadda sang istri, pertama menggunakan tangannya dan kedua menggunakan mulutnya.