
Belum ada 2 jam setelah ibu Wilda dinyatakan meninggal. Namun mom Aresha dan Daddy Rayden sudah lebih dulu datang ke rumah sakit ini. Kabar tentang ibu Wilda yang telah meninggal dunia diketahui juga oleh mereka.
Di hari mommy Aresha melakukan teknik akupuntur kedua untuk ibu Wilda, beliau meletakkan sebuah penyadap suara di bawah tempat tidur ibu Wilda. Awalnya penyadap suara itu hanya digunakan untuk berjaga-jaga, tapi ternyata penyadap suara itu menangkap pembicaraan diantara Gracia dan ibu Wilda.
Dalam penyadap suara yang terdengar sayup-sayup Ibu Wilda mengucapkan kata tolong tapi Gracia bukannya mendekat untuk memberikan penanganan namun malah berlari keluar. Andai Gracia mengambil tindakan lebih awal mungkin saja serangan jantung Ibu Wilda masih bisa ditangani, tapi karena Gracia pergi ibu Wilda kehilangan banyak waktu dan akhirnya serangan itu menguasai tubuhnya hingga akhirnya meninggal dunia.
Tersangka sudah di dapatkan, mommy Aresha bahkan sudah menghubungi salah satu polisi kenalannya untuk meringkus Gracia. Namun semua rencana itu dia undur sejenak, ingin memberikan waktu yang tenang untuk Naina melepaskan sang ibu. Yang terpenting adalah Gracia telah jadi incarannya.
Dan kedatangan dokter Aresha berserta sang suami selalu mencuri perhatian semua orang. Terlebih ketika pertama kali datang, mom Aresha dan Daddy Rayden menemui Naina yang menunggu di depan ruang duka. Menunggu sang ibu keluar untuk selanjutnya dimakamkan.
"Mom, Daddy" ucap Nickolas, dia juga terkejut ketika melihat kedua orang tuanya datang ke sini.
Naina bahkan sedikit mendorong tubuh dokter Nick agar melepaskan pelukannya. Tapi Nickolas menahan, tetap memeluk Naina tak ingin melepaskan.
"Mommy dan Daddy sudah tau jika kalian menikah, dokter Herli yang mengatakannya," jawab mommy Aresha bohong.
"Mommy ikut prihatin atas meninggalnya ibu Wilda Sayang. Kamu tidak perlu cemas, sekarang kamu tidak sendiri lagi, ada Nick, ada mommy dan Daddy," jelas mom Aresha, Daddy Rayden pun mengangguk mengiyakan ucapan istrinya tersebut.
Sementara Nickolas dan Naina begitu terkejut dengan apa yang mereka dengar, bukan hanya mengetahui tentang pernikahan ini tapi ucapan yang dilontarkan oleh mommy Aresha juga mengisyaratkan bahwa mereka berdua memberi Restu.
Tidak ada sedikitpun pertanyaan tentang bagaimana pernikahan ini bisa terjadi, tiba-tiba kedua tangan mereka terbuka untuk menerima pernikahan tersebut.
"Terima kasih Mom, Dad," kata Nickolas, kalimat sederhana yang membuat dada Naina sesak. Dia juga tidak menyangka jika restu ini bisa mereka dapatkan dengan mudah.
"Ma-maafkan aku Dokter," kata Naina pula, terbata sebab suaranya sesenggukan.
"No, jangan meminta maaf Naina. Jangan panggil dokter lagi, panggil Mommy seperti Nickolas," jawab mom Aresha.
"Jenazah ibu Wilda sudah keluar, ayo kita makamkan beliau," kata Daddy Rayden, dia yang lebih dulu melihat troli jenazah itu dibawa keluar.
Dunia Naina benar-benar hancur melihat mayat sang ibu, terbujur kaku tanpa kehidupan.
Dia sampai tak mampu bicara sepatah katapun, hanya mampu memanggil Ibu di dalam hati dengan begitu lirih.
"Ayo," ajak Daddy Rayden.
Naina berjalan dengan tubuh dipeluk mom Aresha. Sementara Nickolas dan Daddy Rayden berada di depan untuk memimpin langkah. Sementara troli di dorong oleh petugas rumah sakit.
Pagi menjelang siang yang cerah itu, mereka menguburkan ibu Wilda di peristirahatan terakhirnya.