
setelah perkenalan singkat itu akhirnya Naina diminta untuk keluar lebih dulu, sementara dokter Aresha di dampingi oleh sang anak memeriksa kondisi ibu Wilda.
"Apa kamu tau Nick, terkadang orang yang mengalami koma bukan hanya karena sakitnya. Tapi dia sudah lelah dengan kehidupannya," ucap mom Aresha, dia bicara seperti itu setelah melakukan beberapa pemeriksaan, bahkan sempat mengajak ibu Wilda bicara tentang Naina.
Apa ibu Wilda tidak ingin melihat Naina sekarang? Dia begitu kurus.
Saat dokter Aresha bicara seperti itu tak ada respon apapun. Bahkan nafasnya terdengar teratur. Tak ada tanda-tanda sedikit pun tentang adanya perubahan perasaan. Sementara orang koma bukan berarti tak merasakan apa-apa, mereka masih mampu mendengar, bahkan merasakan hawa di disekelilingnya.
Tapi saat dokter Aresha berkata bahwa Naina saat ini sudah bahagia, barulah ibu Wilda memberikan sedikit respon. Bahkan jari kelingkingnya pun ikut bergerak.
Dan mendengar ucapan sang ibu, Nickolas hanya terdiam, hanya membalas tatapan sang ibu yang sejenak menatap ke arahnya. Sebelum akhirnya kembali melihat ke arah ibu Wilda.
"Apa kamu tau apa yang dilakukan Naina untuk mencari uang demi pengobatan ibunya?" tanya mommy Aresha dan membuat jantung Nickolas seketika berdenyut nyeri. Karena pertanyaan itu seolah menusuk tepat di relung hatinya.
Nickolas terdiam, tidak menjawab sepatah katapun.
"Mintalah Naina untuk berhenti bekerja, tentang biaya pengobatan ibunya biar mommy yang tanggung," ucap dokter Aresha kemudian. Dia yakin hal ini ada sangkut pautnya. Ibu mana yang tahan melihat anaknya banting tulang demi menyambung kehidupan keluarga. Ibu Wilda tak ingin melihat hal itu. Mungkin jika Naina terlepas dari semua bebanya dan mulai hidup dengan bahagia, maka ibu Wilda akan punya semangat untuk sembuh. Karena yang akan dia lihat adalah kebahagiaan anaknya.
Mommy Aresha belum sempat memikirkan tentang ada hubungan apa diantara Nickolas dan Naina. Dia sudah lebih dulu bersimpati pada ibu Wilda. Sebagai sesama orang ibu dan menghadapi keadaan yang seperti ini.
"Baik Mom," jawab Nickolas patuh.
Dalam sekejap hidup Naina seperti terangkat hingga ke atas awan oleh semua orang. Biaya pengobatan ibu Wilda dibebaskan dan kini ibu Wilda pun dipindahkan ke kamar yang lebih besar.
Tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba dokter Aresha pun ikut turun tangan untuk pengobatannya.
Desas desus pun semakin berhembus dengan kencang, ada apakah ini? Apakah Naina dan dokter Nickolas memiliki hubungan? atau Mungkinkah Naina hanyalah gadis yang beruntung.
Para perawat yang mengenal Naina pun turut bahagia atas keputusan tersebut, meski banyak pula yang bertanya kenapa bisa seperti ini dan Naina hanya mampu menjawab tidak tahu seraya menundukkan kepalanya begitu dalam.
"Aku tidak tahu Kak, aku juga sangat terkejut dengan keputusan dokter Nickolas dan dokter Aresha," ucap Naina, dia menundukkan kepalanya lagi seolah semua kemudahan yang dia terima ini adalah sebuah kesalahan.
"Sudahlah, berhenti bertanya pada Naina. Jika kalian ingin tau kejelasannya langsung tanyakan saja pada dokter Nickolas," putus perawat Ami. Perubahan ini memang menimbulkan sedikit kegaduhan, tapi dia tak ingin keadaan rumah sakit jadi terganggu. Harus kembali di buat tertib.
"Istirahat lah bersama ibumu, ini sudah malam," titah perawat Ami dan Naina hanya mengangguk seraya kembali menundukkan kepala. Dia lantas masuk ke dalam ruang rawat ibunya yang baru dan meninggalkan para perawat yang masih ingin tau itu di luar sana.