
Sumpah, Gracia tidak menyangka bahwa kalimat seperti itu bisa keluar dari mulut seorang Naina. Gadis yang selama ini dia kenal sebagai gadis lugu, ternyata bisa berubah dalam sekejap hanya karena dia dinikahi oleh direktur utama rumah sakit ini.
Tidak, mungkin selama ini aku tidak mengenal Naina dengan baik. Mungkin memang sikap aslinya seperti ini, wanita yang tidak tahu diri. Batin Gracia, sementara mulutnya masih menganga begitu tercengang dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Naina.
"Akhirnya kamu menunjukkan sikap aslimu, Nai. Wanita yang gila harta," ucap Gracia kemudian.
"Baiklah, Jadi Anda benar-benar ingin membuat masalah denganku ya?" balas Naina, justru mengancam dengan kalimatnya yang terdengar santai.
Dan Gracia begitu benci diperlakukan seperti ini.
"Wanita licik, aku bisa saja membongkar pernikahan ini dan membuatmu dipermalukan di depan umum," gertak Gracia.
"Lakukanlah ... Dan saat itu terjadi, saat itulah hari terakhir mu di rumah sakit ini," balas Naina, dia maju satu langkah hingga begitu dekat dengan Gracia. "Kali ini masih ku maafkan, lain kali tundukkan wajahmu dan panggil aku Nyonya, Nyonya muda Carter." bisik Naina.
Lalu tersenyum miring dan menatap Gracia dengan intens. Jiwa Laura terpanggil dan susah untuk dihentikan, Naina jadi semakin bersemangat untuk melawan Gracia.
Apalagi saat teringat bahwa dokter Gracia pun mencintai suaminya, membuat Naina makin bersemangat untuk melawan.
Tidak ada yang boleh mengambil prianya, dokter Nickolas adalah milik Naina.
Sudah merasa menang dari perdebatan itu, Naina pun langsung berbalik dan pergi lebih dulu dari koridor tersebut. Dia akan membelikan satu set perhiasan untuk sang ibu, sebisa mungkin menyenangkan ibunya.
Dan setelah Naina pergi, Gracia berteriak di dalam hati, ARGHT!! Pekiknya. Ingin menendang dinding namun urung sebab ada beberapa pengunjung yang lewat.
Astaga, wanita itu benar-benar tidak tahu diri. Batin Gracia lagi. Kepalanya ingin pecah sebab menanggung ini sendirian, menyimpan rahasia besar ini dan tak punya kuasa untuk membongkarnya.
"Aku harus menemui dokter Herli, dia juga harusnya memikirkan tentang hal ini. Mana bisa terus menyembunyikan rahasia tentang pernikahan mereka," geram Grac. Dengan langkah cepat dia pun menuju ruang praktek dokter Herli. Untunglah Gracia masih sempat ketemu, sebab saat itu dokter Herli sudah bersiap hendak pulang.
Ucapan Gracia itu membuat kening Herli berkerut, kenapa tiba-tiba Gracia datang dan marah-marah, padahal di ruangan dokter Nickolas tadi Gracia patuh-patuh saja.
"Apa maksud ucapanmu dokter Grac? Jangan membuat masalah di rumah sakit ini," balas Herli.
"Mana ada pernikahan sembunyi-sembunyi, bisa saja itu hanya bohong. Dan Naina sebenarnya adalah wanita simpanan," kata Gracia, makin mengada-ada.
Dan kali ini Herli membuang nafasnya dengan kasar.
"Jadi kamu ingin menentang ucapan dokter Nickolas? Baiklah, aku akan katakan padanya bahwa kamu tidak terima, lantas yang akan dikeluarkan dari rumah sakit ini hanya kamu sendiri, sementara aku tidak terlibat," balas Herli, dia mengambil ponselnya hendak menghubungi Nickolas.
Melihat pergerakan itu Gracia seketika mendelik, dia berlari cepat untuk menahan tangan Herli.
"Jangan!" ucapnya dengan tergesa, dia juga menahan tangan dokter Herli dengan kuat.
"Kenapa? aku hanya akan mengatakan pada dokter Nick bahwa aku tidak terlibat apapun dengan rencana mau itu."
"Jangan! Iya iya aku salah! Aku percaya mereka menikah, aku tidak akan membuat ulah apapun!" kesal Gracia, bukannya mendapatkan sekutu, dia malah mati kutu.
"Lepaskan," kata Herli dan Gracia menurut.
Dengan bibir yang mencebik, Gracia pun keluar dari ruangan itu.
"Arght!" kesalnya seraya menjambak rambutnya sendiri, stress.