
Nickolas sudah bersama dengan dokter Hamka dan dokter Aliyah di ruang kerjanya, mereka sedang menunggu kedatangan dokter Aresha untuk segera menangani ibu Wilda. Saat dokter Aresha yang jadi ketua dalam operasi memang mereka sendiri yang selalu jadi pendamping, bukan asisten dokter.
Jam 8 lewat beberapa menit akhirnya pintu itu pun diketuk. "Biar saya yang membuka pintu," ucap dokter Aliyah. Dia segera bangkit dan membuka pintu, lantas melihat dokter Aresha, tuan Rayden dan Gracia di depan sana.
Aliyah membuka pintu lebar-lebar dan mempersilahkan semuanya masuk.
"Dokter Aresha, Tuan Rayden, saya akan pamit Sekarang," pamit Gracia dengan lembutnya, layaknya seorang nona muda yang memiliki keanggunan luar biasa. Sebenarnya dia ingin masuk, namun terpaksa harus pamit agar terlihat profesional. Tidak menganggu kerja dokter yang lain, apalagi Gracia tidak termasuk dalam tim ini.
"Terima kasih Grac, siang nanti ayo kita makan siang bersama," jawab mom Aresha. Dia sengaja bicara yang keras agar Nickolas mendengarkan.
Dan ajakan itu tentu membuat wajah Nick seketika ditekuk, merasa sang mommy jadi begitu menyukai Gracia.
Dan Daddy Rayden adalah yang tersenyum paling lebar saat melihat perubahan di raut wajah anaknya tersebut.
Karena itu jujurlah Nick, mau sampai kapan kamu menyembunyikan pernikahan mu itu. Batin Daddy Rayden.
"Baik Dokter, kalau begitu saya permisi sekarang," balas Gracia dengan semangat, dia menundukkan kepalanya kecil sebelum pergi dengan senyum lebar dari tempat itu.
Kemarin dokter Nickolas yang mengajaknya makan siang bersama, dan sekarang dokter Aresha. Mana mungkin dia tidak besar kepala. Gracia semakin yakin posisinya sebagai calon menantu di keluarga Carter semakin kuat.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana irinya Zendaya padaku," gumam Grac. Ya, baginya saingan sesungguhnya adalah Zendaya, bukan Naina.
*
*
Daddy Rayden juga akan ikut, kelak dia hanya akan menunggu di luar bersama Naina--Sang menantu.
Dan melihat banyaknya dokter yang datang ke ruangan ini tentu membuat Naina terkejut, selalu saja berdegup jantungnya ketika melihat dokter Aresha.
"Kenalkan Naina, dia adalah ayahnya Nickolas," ucap mom Aresha.
Deg! Jantung Naina makin berdegup tidak karuan, bagaimana bisa dia dihadapkan dalam situasi seperti ini. Secara tidak langsung bertemu dengan kedua orang tua dokter Nickolas.
Naina merasa seperti pengkhianat, seperti menusuk dari belakang kedua orang tua dokter Nick. Keduanya sangat baik, namun diam-diam di belakang dia menikahi putra kebanggaan keluarga tersebut.
"Salam kenal Tuan, nama saya Naina," jawab Naina, dia menundukkan kepalanya dalam sekali. Sampai nyaris membungkuk.
Melihat itu mommy Aresha dan Daddy Rayden jadi saling pandang sejenak, tau bahwa Naina pasti merasa begitu rendah saat berhadapan dengan mereka.
Keduanya ingin sekali menahan tubuh Naina agar tidak membungkuk terlalu dalam, namun mereka tak kuasa melakukannya sebab terhalang oleh status. Mereka juga memiliki rahasia yang harus dijaga, lantas terus pura-pura tidak tahu adalah jalan yang terbaik.
Daddy Rayden lantas menatap Nickolas dengan dingin, namun anaknya itu hanya sibuk menatap ke arah istrinya.
"Tunggulah di luar, kami akan menangani ibumu," ucap dokter Aresha.
"Terima kasih Dokter Aresha, terima kasih Dokter Nick, terima kasih dokter Aliyah, terima kasih Dokter Hamka, terima kasih Tuan," balas Naina, dan tiap kali dia mengucapkan kata terima kasih itu, dia pun selalu menundukkan kepalanya.