SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 69



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Bulan Depan.



setelah beberapa Minggu setelah hari itu, kini suasana mulai kembali normal. Mu Fei merasa tenang setelah ia menolah Dyon secara langsung.


kini ia perlahan mulai memejam mata dan membuka kembali matanya. tak lupa ia juga menghela nafas sambil berbaring disalah satu pohon.


pohon itu ada disamping kelas, pohon besar dan juga terasa semilir angin yang berhembus didekat lehernya. ia kembali menghela nafas dan berkata...


"aku rindu taman bermain, latihan militer, dan juga rindu guru. bertahun-tahun lamanya, kenapa dia masih tak mau bertemu lagi denganku?.


apa salahku yang membuat ia seperti ini, apakah ia sama sekali tak memikirkan diriku sama sekali?." ujar Mu Fei yang lalu berdiri dan meloncat.


iapun kembali kekelas dan belajar setelahnya. beberapa jam telah berlalu, kini tiba-tiba ada pemberitahuan dari guru dikelas.


ternyata mereka akan mendaki digunung bulan depan, Mu Fei yang mendengar itu awalnya biasa. namun setelah disebutkan letak gunungnya yang mana, ia seketika semangat dan ingin ikut juga.


ia merasa mungkin disana terdapat benda tersembunyi yang mungkin bisa membawa pulang mereka semua yang ada didunia ini.


setelah selesai memberitahu, merekapun mulai berkemas alat dan keluar pergi dari kelas. mereka dengan segera pulang kerumah masing-masing untuk istirahat.


sedangkan Mu Fei dan yang lainnya nampak bengong sebentar. menit ke menit telah berlalu, kini mereka sudah diperjalanan menuju rumah.


namun karna mereka lapar, akhirnya mereka meminta izin untuk berhenti..."kalian lapar nggak?." tanya Mengmeng yang membuat perut semuanya berbunyi.


semua mengangguk lapar, seketika Mengmeng semangat dan berkata lagi..."gimana kalau kali ini kita makan diluar, Mu Fei kamu pernah nggak kesalah satu tempat makan paling enak?." tanya Mengmeng.


seketika Mu Fei menggeleng kepala, ia hanya pernah makan diluar beberapa kali, namun ia jarang sekali pergi terlalu jauh.


setelah melihat ekspresi itu, seketika Mengmeng berkata..."Huang Jia, yok kesana, kita makan dulu." ujar Mengmeng yang disetujui oleh mereka.


"skuylah."


setelahnya merekapun dengan segera ketempat makan itu dan berhenti disana. mereka semua turun dari mobil dan masuk kedalam.


disitu terdapat banyak orang, hampir seluruh tempat dipenuhi dengan orang. Mu Fei yang melihat itu hanya bisa terkekeh kecil dan bingung.


setelahnya mereka masuk perlahan dan memesan makanan. setelah selesai memesan, mereka langsung duduk disalah satu tempat.


disitu mereka semua sambil menunggu sambil bercerita. mereka juga membahas tentang mendaki digunung, ditambah teman-temannya ini suka mendaki juga.


bisa dibilang itu adalah suatu keinginan, bisa mendaki cukup seru juga. namun bagi anak-anak seperti ini apakah baik jika pergi.


"Mengmeng, dulu kalian pernah mendaki nggak?."


"dulu pernah sekali, tapi sayang kami batalkan mendaki dan lalu menyelamatkanmu. disitu adalah hari pertama kita bertemu.


jujur waktu aku ngeliat kamu, aku kira itu adalah mayat. bagaimanapun bajumu sampai mukamu penuh dengan darah dan luka.


saat itu aku pikir sesuatu yang buruk terjadi padamu, awalnya kami takut, namun setelah diperiksa ternyata kamu masih hidup.


kami dengan buru-buru membawamu, aduh kok aku jadi ngomong panjang sih." ujar Mengmeng dengan wajah bodoh.


disitu semuanya tersenyum gembira dan seketika Mu Fei langsung menjawab..."hahahaha nggak apa-apa, lagipun aku juga belum tau gimana cara kalian ketemu sama aku.


aku waktu itu hanya denger dikit dari penjelasan kalian, ngomong-ngomong diantara kalian ada yang takut darah nggak?." tanya Mu Fei.


disitu Huang Jia terdiam dan terlihat jelas wajahnya yang tak ingin diperhatikan. disitu Mu Fei sadar dan langsung berkata dengan nada canda.


"aku udah tau siapa itu!!!."


"ada apa, dia pastinya paling deket."


"nah loh bener banget, keknya udah ketebak ya guys ya."


"hahahah bisa aja."


setelah beberapa saat berbicara, akhirnya pesanan mereka datang, disitu mereka kembali ceria dan memakan makanan itu dengan nikmat.


namun disisi lain, ada satu kelompok yang mengincar mereka semua. Mu Fei sadar hal itu dan hanya terkekeh kecil sambil berpura-pura tidak melihat.


ia aslinya sudah sadar siapa yang sedang mengincar mereka semua. disitu Mu Fei berdiri dan berkata dengan santai.


"kalian tunggu aku, aku mau ketoilet sebentar. ngomong-ngomong kalian lama banget."


setelah mengucapkan beberapa kata itu, ia langsung pergi dari sana. hingga saat tiba ditoilet, tiba-tiba ada bayangan yang nampak melihatnya.


Mu Fei sadar akan hal itu, namun ia berpura-pura tidak tau dan tetap mencuci tangan. saat selesai barulah ia mengaca dan tersenyum.


sambil berkata dengan nada dingin..."mengintip itu tidak baik, kau tau bukan hal itu sama sekali tidak boleh." ujar Mu Fei yang lalu menoleh kebelakang sambil berlagak imut.


namun orang yang ia sebutkan itu langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata...."memang wanita aneh, tapi kau cukup pintar dari yang lain.


mereka semua bahkan masih santai walau sudah diawasi, hanya satu orang yang sadar. sepertinya kau sering mengalami hal seperti ini.


apakah kau punya rahasia tersembunyi?." ujar orang itu yang membuat Mu Fei tertawa dan berkata dengan nada tenang.


"santai bro, terlihat mungkin mereka bodoh. tapi sebodohnya mereka, mereka jauh lebih baik darimu."


"kamu..."


"apa?."


"dasar wanita s*alan, hari ini akan kubalas kau."


setelahnya orang itu langsung berlari kuat dan ingin menyerang Mu Fei. namun karna kemampuan bela dirinya tinggi, ia dengan cepat menghindar.


disitu ia mulai menatap tajam kearah orang itu dan kembali berkata..."nampaknya kau jauh lebih pemarah dari yang kuduga.


namun sayang karna masalah ini, kau harus kalah." ujar Mu Fei yang langsung bertarung dengan keras hingga akhirnya orang itu terjatuh.


disitu orang tersebut yang kesakitan langsung terdiam dan menatap wajah Mu Fei dengan seksama. Mu Fei yang melihat itu kembali berkata dengan nada kasar.


"aku tidak membun**mu itu sudah termasuk keberuntungan, jika kau sedang s*al, bertemu denganku berarti mencari mat*."


setelah mengatakan hal itu ia langsung pergi dan berjalan menjauh dari orang itu. orang itu terlihat lemah dan hanya bisa menghela nafas.


ia bingung kenapa wanita itu bisa lebih kuat darinya, bahkan ia yang sudah dikenal kuatpun masih kalah dengan anak SMA.


masih mending itu adalah pria, namun yang mengalahkannya jelas-jelas adalah wanita. disitu ia hanya bisa membathin sesuatu....


"siapa gadis kecil itu?, bahkan tatapan matapun bisa lebih mengerikan dariku. ia jauh lebih kuat saat bertarung, sungguh luar biasa."


setelahnya Mu Fei duduk dikursi dan lalu melihat semuanya sudah kenyang karna habis selesai makan. disitu Mu Fei hanya bisa menggelengkan kepalanya dan terdiam.


..."TAK ADA SATU HALPUN TANPA BAYANG-BAYANG, KECUALI TERANG ITU SENDIRI."...


To be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)