
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Hari Pertama Sekolah.
menit ke menit telah berlalu, Mu Fei yang tadinya memakai pakaian biasa kini berubah memakai seragam sekolah.
sungguh ketika dia memakai pakaian modern, dia terlihat sangat cantik, bahkan bukan hanya itu, disaat ia mengenakan itu diapun tetap menaruh gioknya diseragam itu.
"cantik sekali."
setelahnya dia keluar dan sudah berdandan rapi, semua teman-temannyapun menyukai gaya baru Mu Fei.
"lu cantik kalo pake pakaian gini, btw lu masih make tu giok?."
"tentu saja, giok ini adalah diriku juga. tanpa dia, dulu aku tidak bisa membuktikan bahwa aku putri kerajaan."
"sungguh berfungsikah benda ini?."
"tentu saja Huang Jia, jika tidak berfungsi sekalipun, ini tetap giok, giok asli sangatlah mahal harganya. begitu juga dengan plakat kayu milikku ini.
ini sangatlah penting untukku, tanpa ini aku tidak akan dianggap menjadi jenderal dulunya." ujar Mu Fei yang merasa bangga.
begitu juga dengan teman-temannya, mereka merasa bangga atas apa yang dilakukan Mu Fei.
menit ke menit telah berlalu, bel masuk berbunyi. dengan segera pula kelima orang itu berjalan pelan menuju kelas masing-masing.
disana Huang Jia, Xiao Lin, dan juga Liu Yi sekelas. mereka sama-sama berada dikelas 11, sedangkan Mengmeng dia berada dikelas 10.
bisa dibilang Mengmeng adalah adik kelas mereka, sekarang yang menjadi pertanyaan Mu Fei akan masuk dikelas mana.
Mu Fei yang tidak tau hanya diam dan lalu tiba-tiba muncul seorang guru dari kelas 10 yang menghampiri Mu Fei dan juga Mengmeng.
"Mengmeng kenapa belum masuk kekelas?."
"maaf buk, mau tanya Mu Fei seharusnya dikelas mana buk?, dia murid baru disekolah ini."
"ibu pagi tadi pernah mendengarnya, Mu Fei, ikut ibu kekelas 10. Mengmeng ayo masuk, Mu Fei akan bersama kita nantinya."
setelah mendengar itu Mengmeng terlihat senang dan lalu berkata... "syukurlah, aku dengan Mu Fei bisa sekelas."
Mu Fei yang paham ekspresi itu dengan segera ikut senang, walau dia masih tidak tau maksud Mengmeng, tapi dari raut wajah dia sudah bisa membacanya.
begitu pula dengan gurunya, dia juga ikut senang mendapatkan murid baru dikelasnya.
setelah itu mereka bertiga berjalan perlahan menuju kelas, sesampainya dikelas, buk guru bersama Mengmeng masuk terlebih dahulu.
awalnya Mu Fei ingin masuk, tapi dia malu melihat orang-orang yang ada. ini kali pertama dia masuk sekolah jadi sudah pasti belum akrab dengan mereka.
melihat Mu Fei belum masuk, dengan segera Mengmeng menariknya agar dia masuk kedalam.
"masuklah Mu Fei." ujar Mengmeng sambil menarik tangan Mu Fei agar bergerak maju masuk kedalam.
sesampainya didalam, rasa canggung Mu Fei sudah nampak. dia hanya menundukkan kepalanya hingga semua orang tidak bisa melihat wajahnya.
"tolong tunjukkan wajahmu dan perkenalkan dirimu didepan semua orang."
"baik buk." ujar Mu Fei dengan ramah setelahnya diapun kembali berkata....
"hallo semua nama saya Mu Fei, salam kenal semuanya.
semoga kita bisa berteman baik." sambung Mu Fei sambil malu-malu dan lalu menegakkan kepalanya hingga terlihat wajahnya.
terlihat jelas wajah asli Mu Fei yang begitu cantik dan mempesona, semua orang yang ada disana seketika terkejut melihat kecantikan Mu Fei.
bahkan ibu guru yang tadinya diam kini ternganga melihat murid-muridnya ternganga melihat wajah asli Mu Fei.
wajah yang begitu cantik namun sedikit dingin, Mu Fei dari dulu sudah disebut sebagai salah satu putri yang sangat cantik.
hanya saja sifat dia yang begitu dingin dan juga menyebalkan membuat ia dijauhi, bahkan ada yang berani mengatainya hanya karna sifat itu.
jika diingat-ingat lagi, Mu Fei dulu sepertinya pernah diakui cantik oleh beberapa pangeran dan juga raja yang baru saja naik tahta.
mereka juga sama-sama terpesona melihat wajahnya, hanya saja kelakuan dia yang begitu mengerikan membuat ia dijauhi.
setelahnya buk guru kembali berkata kepada Mu Fei... "duduklah disana."
"baik buk."
"cantik sekali murid baru ini, buk guru hari ini kita belajar apa ya?."
"hari ini kita belajar fisika, bawa buku fisikakan kalian semua?."
"bawa buk." ujar semua orang sambil mengambil bukunya.
sedangkan Mu Fei yang baru masuk hanya terdiam diri disana, dia merasa asing dengan lingkungan yang seperti ini.
namun dengan segera Mengmeng berdiri dari tempat duduk dan lalu berkata... "buk, Mu Fei masih belum ada buku fisika, bagaimana jika saya berbagi buku dengannya."
"ide bagus Mengmeng, yaudah kalian berdua berbagilah buku untuk belajar."
Mengmeng yang mendengar perkataan buk guru itu dengan segera senang dan lalu berjalan menuju tempat duduk Mu Fei.
"terimakasih Mengmeng, jika tidak ada kamu mungkin aku kelabakan disini. aku baru masuk belum bisa sama sekali beradaptasi dengan mereka."
"wajar saja Mu Fei, setiap orang juga punya rasa begitu. jadi jangan menyerah untuk sekolah, dulu aku juga begitu merasa canggung dan kurang nyaman.
tapi berhati-hatilah, disekolah ini ada satu genk yang sangat suka membully orang-orang. bahkan bukan hanya satu korban dari pembullyan mereka.
jadi berjaga-jaga, ingat untuk memanggil kami jika kamu butuh bantuan." ujar Mengmeng yang lalu diangguk olehnya.
"kau tenang saja, siapa yang berani membullyku, lagipun seberapa hebat mereka."
"sudahlah lebih baik kita belajarlah dulu. nanti baru kita bahas hal itu setelah istirahat."
"oke Mengmeng."
merekapun belajar bersama, bahkan Mengmeng menjelaskan beberapa hal yang tidak diketahui oleh Mu Fei.
namun kenyataannya, Mu Fei yang selalu bilang dirinya bodoh ternyata tidak sama sekali. bahkan pelajaran yang belum ia ketahui saja sudah tahu sedikit.
hanya dengan membaca buku dan juga mendengar penjelasan Mengmeng membuat ia sadar dan seketika tau.
"Mu Fei, kecepatan otakmu sungguh hebat. bahkan baru sekali menjelaskan kamu sudah tau begitu banyak."
"kamu terlalu memujiku, ini bukan apa-apa. pengetahuanku tentang beginian sangatlah tipis."
"rendah hati mulu."
mendengar itu dia malah terkekeh kecil dan lalu kembali menulis pelajaran. menit ke menit telah berlalu, kini bel istirahat berbunyi.
semua orang senang bahkan ada yang berlari keluar dari kelas dengan kecepatan penuh.
Mu Fei yang masih belajar kini tidak tau bahwa bel istirahat berbunyi. untungnya Mengmeng mengingatkan dia untuk istirahat.
"Mu Fei istirahat yuk, kita makan dulu. aku lapar banget."
"bukannya kita belum istirahat ya?."
"udah daritadi Mu Fei, kamu keasyikan belajar makanya nggak denger."
"heh...iya juga ya."
mereka berduapun berjalan dan menuju kantin, sebelum sampai dikantin, Huang Jia dan yang lain sudah mengagetkan mereka berdua.
"dorrr..." teriak Huang Jia yang ingin mengagetkan mereka, namun Mu Fei sama sekali tidak terpengaruh dengan itu.
Xiao Lin yang melihat itu seketika terkekeh kecil... "gimana pelajarannya gampang nggak?."
"lumayan susah untukku, btw Mengmeng tau nggak cara dapat buku fisika model punyamu."
"nanti kita ajukan keguru langsung, tapi sekarang ini yang harus kita lakukan adalah makan terlebih dahulu."
..."JANGAN TAKUT UNTUK MEMULAI DARI AWAL. INI KESEMPATAN BARU UNTUK MEMBANGUN KEMBALI APA YANG KAMU INGINKAN."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)