SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 16



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



Membeli Pakaian.



setelah semuanya urusan selesai, Huang Jia dan juga Mu Fei kembali pulang kerumah. awalnya ayah Xiao Lin ingin dia berada dirumahnya, tapi Huang Jia sempat berkata sesuatu.


...(flashback on)...


sebelum Huang Jia dan Mu Fei pergi, ayah Xiao Lin pernah bilang untuk membawa Mu Fei bersamanya.


"Huang Jia, bagaimana jika Mu Fei tinggal bersama kami?."


mendengar perkataan itu awalnya Huang Jia tidak merespon, tapi karna merasa sudah tertolong urusannya ini, jadi ia bilang sesuatu.


"aku akan membawanya kembali kesini, tapi selama beberapa jam ini mungkin dia ikut denganku. katanya dia mau nyari toko baju.


kayaknya dia mau beli pakaian dah disini, katanya pakaian itu terlalu tidak nyaman untuknya." ujar Huang Jia sambil terkekeh.


mendengar jawaban Huang Jia, dengan segera mereka semua menoleh kearah Mu Fei dan melihat bajunya.


saat ia melihat, mereka baru menyadari pakaian yang dikenakan Mu Fei adalah pakaian Huang Jia.


"pantesan dia daritadi kayak banyak tingkah mulu, ternyata penyebabnya ini toh."


mereka semua terkekeh geli setelahnya, Mu Fei yang tidak tau apa-apa hanya terdiam dan menatap mereka dengan pandangan polos.


...(flashback off)...


menit ke menit telah berlalu, kini mereka sudah diperjalanan. awalnya Mu Fei penasaran Huang Jia akan membawa ia kemana...


tapi disaat Huang Jia berhenti, barulah ia sadar dan melihat baju-baju disana. Mu Feipun keluar dari mobil dan melihat-lihat isi toko itu.


disaat ia sedang melihat-lihat, tiba-tiba penjual baju datang dan bertanya... "selamat datang di toko baju kami, mbak mau pakaian yang kayak gimana?."


"saya mau pakaian yang...yang..." terpotong karna tidak tau namanya.


namun Huang Jia yang sadar hal itu dengan segera mengambil ponselnya dan memberikan contoh pakaian yang dimau oleh Mu Fei.


"mbak ada baju yang modelan kayak gini nggak?."


...



(by pinterest)...


setelah melihat contoh pakaian yang dimau oleh Mu Fei dengan segera penjual tersebut langsung tersenyum.


"mas itu buat pacarnya ya?."


"iya dia maunya yang kayak gini, maklum dia pencinta pakaian tradisional gitu, btw boleh kami lihat nggak pakaiannya."


"owh ada kok mas mbak, ayo ikut saya kedalam, nanti saya tunjukkan pakaiannya."


merekapun berjalan pelan menuju tempat dimana pakaian tersebut berada, disitu ada beberapa model yang membuat Mu Fei terpanah.


namun beberapa menit kemudian, Mu Fei bertanya kepada Huang Jia benda apa yang diperlihatkan kepada penjual itu...


"Huang Jia, benda apa tadi itu?."


"yang mana?."


"itu loh yang bercahaya, kok sampai mbaknya tau maksud aku."


Huang Jiapun tersenyum tipis dan lalu menunjukkan foto itu... "ini yang aku tunjukin, btw kamu suka nggak baju kayak gini?."


"uwahhh....bagus sekali, ini sangat simpel. btw yang ini bagus, lumayan aku suka."


setelahnya penjual itu berkata... "mbak mas tunggu saya disini, saya ambilkan pakaian yang modelnya hampir mirip."


"iya mbak, kami tunggu disini."


penjual itupun pergi kedalam dan menelusuri semua pakaian yang ada, sedangkan Mu Fei dan juga Huang Jia mereka malah asyik sendiri.


yang satu main ponsel, dan yang satunya lagi masih melihat-lihat pakaian yang ada didepan matanya.


"bagus sekali!!!."


Huang Jia yang mendengarnya seketika menoleh kearah Mu Fei dan juga ikut-ikutan penasaran melihat pakaian yang dipandangi olehnya.


"Mu Fei ada apa?."


"lihatlah pakaian itu!."


"wah... seleramu benar-benar luar biasa."


"memangnya kenapa?."


"lihatlah bentuk dan juga kainnya, itu sangat lembut dan hangat. jika dipakai saat musim dingin itu akan cocok, btw sekalian aku beliin kamu baju seragam nantinya.


urusan identitas baru dan sebagainya itu akan dipersiapkan oleh mereka, tapi urusan sekolah hingga pakaian dan peralatan itu aku yang urus.


jadi mana yang kamu suka pilihlah, aku akan membayarnya." ujar Huang Jia yang membuat Mu Fei merasa tak nyaman.


"tidak bisa, aku akan membeli dengan uangku sendiri, ya kalikan sebagai putri pertama dari raja Mu Ying aku akan menerima begitu saja.


tenanglah aku punya uang pribadi kok, ini pasti cukup kalo sekitar beberapa bulan. lagipun aku jarang berbelanja." ujar Mu Fei sambil tersenyum.


Huang Jia yang mendengarnya seketika menghela nafas dan bertanya... "uangmu model kayak gimana?."


"ini!!!." jawab Mu Fei yang melemparkan dompetnya.


dari dompetnya saja sudah tau, Mu Fei masih belum memperbarui dompetnya. seketika Huang Jia sadar dan memikirkan hal lain.


namun sebelum memikirkan banyak hal, tiba-tiba tangannya merasa ada yang aneh didalam dompet Mu Fei.


sesaat ia membuka ia terkejut melihat emas didalamnya, Mu Fei yang sudah terbiasa hanya terkejut melihat tatapan Huang Jia yang tak percaya.


"aku kira kamu jarang dikasih uang sama orang tua, tapi....emasmu ini bukan hanya cukup beberapa bulan saja, tapi mungkin sampai bertahun-tahun.


ini terlalu berat, jika dijual kamu akan jadi orang terkaya." ujar Huang Jia yang masih tak percaya.


"benarkah?."


"euummmm... dulu aku nggak sengaja baca buku, katanya kamu salah satu putri yang miskin, karna tidak punya barang mewah dan sebagainya."


"itu hanya kata-kata orang, aslinya mah aku selalu berkecukupan. semua uang ini pemberian ayahku, hanya saja aku tidak pernah menampilkannya.


bukan karna apa-apa, hanya saja sifat sederhanaku membuat semua orang merendahkanku. tapi tidak apa-apa, selama semua damai maka aku ikut senang.


urusan kekayaan dan kemiskinan itu tergantung takdir, aku hanya mengikuti alur dan juga mengikuti kehidupanku seperti biasa.


buat apa mewah kalau nantinya juga akan dirusak lagi, lebih baik hidup sederhana menikmati dunia yang indah ini.


kekayaan bukan segalanya dari dunia ini, jadi gunakan kekayaan itu untuk kebaikan. alasan aku jarang berbelanja karna aku selalu berbagi kepada orang-orang.


dengan begitu aku merasa lebih nyaman daripada hidup terlalu mewah." ujar Mu Fei yang membuat Huang Jia sadar.


Huang Jia salut melihat sifat kepeduliannya terhadap lingkungan dan juga rakyat yang ada. dia tidak pernah sombong dengan apa yang ia miliki.


"orang yang menganggapmu sombong sepertinya salah menilaimu."


"urusan itu tergantung keputusan orangnya, jika tidak suka yaudah, jika dia suka maka biarkan saja."


jawaban simpel Mu Fei dan lalu setiap perkataan penuh dengan candaan membuat Huang Jia tau banyak hal.


namun selama beberapa menit mereka berbincang lagi, tiba-tiba penjual datang dan membawa pakaian yang mereka semua inginkan.


walau berbeda warna, tapi modelnya hampir mirip seperti yang ada digambar. seketika Mu Fei melihat dari dekat untuk memastikan segalanya.


setiap kali membeli pakaian atau apapun itu dia juga sering kali melihat sebelum membeli. dia takut akan tidak cocok kepadanya.


... "KEKAYAAN BUKAN BERARTI KALIAN BISA MENGUASAI SEGALANYA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)