
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Surat Dari Sang Burung.
disisi lain lagi tempat dimana dekat dengan kerajaan mystic, tiba-tiba seekor burung datang. Li Huang sudah bertekad akan menunggu sampai burung itu kembali.
tiba-tiba dari arah kejauhan burung itu langsung terbang kearahnya dan berbunyi. mendengar suara bunyi burung itu Li Huang sadar dan menangkap.
iapun melihat sebuah kertas dikakinya, tetapi kali ini kertas yang dikirimkan sangat berbeda. Li Huang yang melihat ini sedikit aneh dan penasaran.
karna penasarannya tinggi akhirnya ia mengambil surat itu dan membacanya. ia sudah penasaran apakah ini benar-benar jawaban dari Mu Fei.
**teruntuk Li Huang.....
(tidak tau kau asli atau bukan, tetapi aku benar-benar dalam keadaan baik-baik saja. disini kehidupanku cukup bagus, bahkan Mu Xiao Bi juga ada disini. kami berdua benar-benar menjalani kehidupan baru yang benar-benar baik, disini aku mendapatkan teman baru. Li Huang jika benar ini dirimu, maka tolong sampaikan pesanku kepada ayahanda. ayahanda, kami berdua sangat merindukan tawa dan juga candaanmu. jika benar ada jalan untuk kembali, maka aku akan segera kembali lagi. memberi harapan baru untuk rakyat dan juga bagi kerajaan. sampai disini dulu aku menjawabnya, semoga orang yang menulis ini benar-benar dirimu Li Huang."
(tertanda Mu Fei**)
setelah ia membaca semua isi surat ini, ia langsung membuka matanya dengan lebar dan terlihat sekali matanya tiba-tiba berkaca-kaca.
dia merasa tulisan ini benar-benar milik Mu Fei, ditambah lagi ada beberapa tulisan khusus yang hanya Mu Fei sendiri yang bisa menulisnya.
Mu Fei ketika menulis memang berbeda dari orang lain, walau tulisannya rapi tapi tetap saja pasti ada yang terasa berantakan.
ditambah lagi, Mu Fei sangat susah membaca sebenarnya, jika ada kata-kata sulit ia akan susah juga memahaminya.
itulah alasan kenapa Li Huang ketika mengirimi ia surat dengan teliti dan benar, dia takut ada beberapa perkataan yang malah membuat salah paham.
"ternyata benar ini kamu, Mu Fei sekarang kau dimana?, aku sudah bisa memastikan bahwa kau benar-benar hidup sekarang.
sekarang aku juga sudah punya kemauan untuk hidup lebih lagi, Mu Fei sabar dan tunggu aku, aku akan segera membawamu kembali.
seperti yang kau harapkan, kembali membawa harapan baru untuk semuanya." ujar Li Huang yang lalu kembali berkata kepada bos penjaga toko.
"bos, bisa ambilkan saya kertas dan pena lagi, saya ingin mengirimi surat baru untuk seseorang."
"baiklah tuan muda."
setelahnya beberapa menit kemudian datanglah bos itu dan membawa ia sebuah kertas dan pena. iapun langsung memberikannya kepada Li Huang.
setelah mendapatkan itu, ia langsung menulis dengan segera. iapun menjawab balasan dari Mu Fei itu dan bahkan ia bertanya beberapa hal.
(teruntuk Mu Fei, dari Li Huang)
" Mu Fei apakah ini benar-benar dirimu?, jika iya aku akan segera mengabari ini kepada raja Mu Ying dengan segera. Mu Fei, aku ingin bertanya beberapa hal, sekarang kau ada dimana?, apakah kau berada didesa lain yang sulit ditemukan?, aku penasaran dan juga rindu denganmu. jika aku tau dimana dirimu, mungkin kau punya kesempatan untuk kembali kesini, dan bahkan kau bisa mewujudkan kata-katamu yaitu memberi harapan baru kepada semuanya. tulisanku, aku sudahi sampai disini, semoga kau membalasnya nanti."
(dari Li Huang)
setelah ia selesai menulis, iapun memasukkannya kedalam amplop yang sama dan lalu memberi burung itu makanan yang banyak agar ia tetap sehat.
setelah ia selesai memberi makan kepada burung itu, iapun langsung mengikatnya kekaki burung dan lalu kembali berkata kepada burung itu.
setelah Li Huang mengatakan itu, burung itu memberi respon anggukan pelan dan lalu terbang keatas langit. iapun terbang ntah kemana arah....
jam demi jam telah berlalu, kini pagi hari tiba. Mu Fei dan yang lainnya keluar dari tenda, setengah dari tim bersiap untuk pergi mencari beberapa hal.
seperti buah-buahan yang bisa dimakan, sedangkan tim lainnya akan tetap stay ditenda untuk menunggu dan memasak sarapan pagi.
Mu Fei yang sudah merasa pulih kini keluar dari tenda dan menghirup udara segar, melihat Mu Fei tiba-tiba keluar, membuat mereka panik.
padahal luka semalam masih basah, dan dia sudah berani bergerak lincah lagi. melihat sikap Mu Fei begitu, buk guru langsung berkata kepadanya..
"Mu Fei, untuk sementara kau jangan banyak bergerak dan tetaplah didalam tenda untuk menjaga lukamu."
mendengar perkataan itu, Mu Fei langsung membalas... "tapi buk, saya tidak bisa jika harus tidur terus ditenda tanpa melakukan apa-apa.
lihat tim lain, mereka sibuk ini itu, sedangkan aku malah santai itu sangat tidak adil. lebih adil, jika aku tetap ikut tapi jangan sampai berlebihan.
bagaimana setuju buk?." jelas sekaligus tanya dari Mu Fei yang lalu secara terpaksa harus disetujui oleh buk guru.
alasan buk guru menyetujuinya karna ia tadi sudah membawa tim lain, jika tim lain melihat Mu Fei bersantai saja, mungkin akan membuat mereka malas.
hanya dengan bekerja sama mampu membuat tim lebih baik, setelah memperhitungkan dengan seksama akhirnya buk guru itupun menyetujuinya.
setelahnya Mu Feipun langsung berjalan kearah teman-temannya dan bertanya... "tugasku disini apa?, apa ada yang bisa kubantu?."
melihat Mu Fei sudah ada disini, salah satu dari tim lain berkata... "lebih baik kau banyak istirahat daripada bergerak dulu, apa lagi lukamu baru saja diobati.
lebih buruk jika kau harus memaksa ini itu, apa kau tidak merasa kesakitan dengan luka yang begitu banyak?." tanya salah satu wanita itu yang lalu membuat Mu Fei terdiam.
ia nampak gugup dan juga sedih mendengar itu, ia bukan tersinggung dengan kata-kata temannya, malahan kata-kata temannya ini adalah benar.
namun tetap saja luka-luka ini memiliki sejarah pahit tersendiri, misalnya luka yang ada dijantungnya, itu semua terjadi karena ia melindungi pasukannya.
ia malah memilih untuk terluka daripada harus melihat salah satu prajuritnya tiada. seperti katanya dulu, jenderal sejati harus siap melawan.
siap terluka, siap melakukan apapun yang kasar, bahkan rela kehilangan nyawa demi melindungi banyak orang. ia tetap kukuh akan pendiriannya dengan prinsip itu.
"Mu Fei kau tidak apa-apa, dia hanya tidak ingin kau lelah dan lukamu semakin parah saja. dia tidak bermaksud untuk menyinggungmu."
"aku tau itu, hanya saja apakah dari kalian sudah tau tentang luka lamaku."
"maksudmu luka yang ada disini?." tanya salah satu temannya yang lalu menunjukkan arah jantung karna ia takut salah nantinya.
setelah melihat itu Mu Fei langsung mengangguk pelan dan bertanya kembali... "apa kalian benar-benar tau tentang luka ini?."
..."TAK ADA SATU HAL PUN TANPA BAYANG-BAYANG, KECUALI TERANG ITU SENDIRI."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)