SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 62



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Penyelidikan.



selama diperjalanan menuju tempat yang sama sekali tidak diketahui oleh Huang Jia, kini dia hanya bingung dan mencoba bertanya sedikit.


"Mu Fei." ujar Huang Jia yang lalu membuat Mu Fei merespon. seketika pandangan mata bertemu, keduanya nampak penasaran.


"ada apa?."


"sebenarnya kita mau kemana?."


"owalah ternyata tentang ini toh, sebenarnya aku pengen nyelidikin sesuatu. aku penasaran dengan tempat yang dulunya awal mula aku berada disini.


Mu Xiao Bi dan Li Ming sepertinya juga sama sepertiku, kami bertiga jatuh kejurang, tetapi yang terjadi ternyata kami hanya jatuh didekat gunung.


jadi maksud aku membawa kalian berdua, sebenarnya untuk mencoba kesana lagi. siapa tau ada petunjuk baru ya nggak?." ujar Mu Fei yang memang masuk akal.


setelahnya Huang Jia dan Li Mingpun merasa pendapat Mu Fei sama sekali tak masalah. malahan mereka merasa masuk akal jika itu benar-benar terjadi.


setelah beberapa saat kemudian, merekapun tiba disana. Huang Jia memberhentikan mobilnya dan keluar bersama dua temannya lain.


disitu Mu Fei nampak langsung masuk tanpa memperdulikan kedua temannya yang masih ada didekat mobil. disitu Li Ming merasa ada yang aneh dengannya.


melihat Mu Fei langsung masuk begitu saja, Huang Jia yang sadar langsung berlari sambil berkata..."tunggu aku Mu Fei." ujar Huang Jia.


disitu Li Ming juga ikutan berlari menghampiri Mu Fei. Mu Fei yang sadar itu langsung saja berhenti menunggu mereka berdua.


"cepat sedikit."


menit ke menit telah berlalu, kini mereka sudah tiba ditempat awal dimana pertama kali mereka berada disini.


disitu Mu Fei nampak melihat semuanya dengan seksama, bahkan ia juga berjalan melihat batu-batu yang ada disana.


dia pikir mungkin disalah satu batu itu ada benda asing yang membuat mereka bisa terjatuh kedunia ini. disitu Mu Fei terus memperhatikan dengan teliti.


setelah beberapa saat mencari tau semuanya, tiba-tiba dibagian Huang Jia berada terdapat benda aneh yang berkilau yang mengundang perhatiannya.


karna merasa penasaran, akhirnya ia memanggil kedua temannya untuk menghampirinya..."Mu Fei, Li Ming, disini ada sesuatu benda." ujarnya.


"dimana?."


"disini."


setelahnya kedua orang itupun berjalan cepat menuju tempat Huang Jia berada. disitu mereka bertiga langsung melihat dengan jelas benda itu.


karna merasa penasaran Mu Fei langsung maju dan melihat dengan seksama benda itu. Li Ming dan Huang Jia hanya menunggu disana takut terjadi apa-apa jika maju bersamaan.


disitu Mu Fei melihat benda itu sangat berkilau berwarna hijau terang. seketika pula ia teringat dengan sesuatu yang seperti itu.


ia malah terbayang dengan seseorang yang pernah memakai benda berkilau berwarna hijau terang dan bahkan disaat itu Mu Fei juga pernah mengerjainya.


...flashback on...


disaat itu, Mu Fei pernah dilatih oleh seseorang sebelumnya. ia adalah orang yang pernah memberi pedang kepada Mu Fei.


hari itu cukup cerah, Mu Fei dan orang itu sedang berlatih disebuah hutan bambu. disitu angin cukup bagus, orang itu berlatih dengan cepat.


bahkan ia tanpa sadar saat sedang latihan malah menjatuhkan sebuah benda. benda itu berkilau berwarna hijau terang seperti yang dilihat Mu Fei digunung itu.


benda itu malah membuat Mu Fei tertarik dan mengambilnya secara langsung. ia dengan iseng malah mengukir namanya dan lalu memberi kepada orang itu.


orang itu adalah gurunya, terlihat dia sudah cukup tua. bahkan mungkin usianya sudah lebih dari 60 tahunan, tapi kekuatan tubuhnya lebih kuat dari orang-orang yang berusia belasan tahun.


iapun mengambil benda itu dan terkekeh kecil saat melihat benda itu. benda itu adalah giok naga yang terbuat dari sisik naga langsung.


setelah melihat giok itu, langsung menatap Mu Fei dan berkata..."dasar gadis nakal, kau mengukir namamu digiokku, cepat hapus."


"tidak akan guru, guru ini sangat bagus. lihat ada namaku disini, jika suatu hari nanti guru merindukanku, maka lihatlah giok ini."


"jangan harap aku merindukanmu gadis nakal."


setelahnya Mu Fei hanya mengejek dia dan terkekeh geli, disaat itu juga Mu Fei yang sudah remaja kini tersenyum hingga membuat kedua temannya penasaran.


akhirnya Huang Jia berteriak memanggil namanya agar ia sadar..."Mu Fei... Mu Fei...sadarlah." teriak Huang Jia yang tiba-tiba mengagetkannya.


disitu ia langsung sadar dan mengambil tanpa ragu-ragu benda itu. disitu ia langsung melihat dengan teliti benda itu....


saat itu juga ia hanya memegang benda itu, namun sesaat kemudian tiba-tiba ia malah merasa ada yang mengganjal ditangannya.


iapun langsung membuka genggaman tangan dan melihat benda itu, disitu terlihat ada ukiran namanya. ia langsung kaget dan malah tak sengaja menjatuhkan giok itu.


"guru...giok ini...ternyata benar ini giok guru." ujar Mu Fei yang mengundang perhatian dari kedua temannya langsung yang penasaran.


"Mu Fei ada apa?."


"kita pulang kerumah, aku ingin makan." ujar Mu Fei tanpa memberitahu apapun lagi kepada mereka.


disitu mereka heran, bukankah katanya mereka disini untuk memeriksa tentang tempat itu, kenapa langsung pulang hanya karna benda itu.


setelah setengah jam lebih diperjalanan, akhirnya mereka tiba dirumah Xiao Lin. dengan segera Mu Fei turun dan berjalan masuk kerumah.


bahkan tanpa basa-basi ia langsung masuk begitu saja, disitu Xiao Lin yang melihat ekspresi Mu Fei yang tiba-tiba berubah membuat mereka penasaran.


"Mu Fei ada apa?."


"tidak apa-apa, aku hanya ingin mencari kakek. dia dimana sekarang?."


"dia adalah didapur, jika kau ingin bicara aku panggil saja dia."


"tidak perlu, biar aku saja yang masuk dan berbicara langsung dengannya."


disitu ia langsung masuk kedalam rumah dan menuju dapur. tanpa menghiraukan adiknya yang lewat disebelah dia.


adiknya yang merasa aneh langsung berjalan menuju Xiao Lin dan bertanya..."ada apa dengannya?." tanya Mu Xiao Bi yang malah dijawab oleh Huang Jia.


"kami yang bersama dia aja sama sekali nggak tau apa masalahnya."


"kok bisa, bagaimana ceritanya?."


"jadi sebenarnya kami bertiga lagi ditempat awal pertama kali mereka bisa ada disini, jadi kesana untuk memeriksa.


namun saat aku sedang memeriksa juga, tiba-tiba aku melihat benda berkilau berwarna hijau terang, disitu Mu Fei melihat dan terdiam sejenak.


tiba-tiba saat ia sadar ia langsung mengambil, namun setelah itu ia malah mengatakan ingin pulang dengan raut wajah yang begitu.


kami berdua juga bingung ada apa dengannya." jelas Huang Jia yang sudah mulai kacau karna khawatir dengan perasaan Mu Fei.


..."KITA TIDAK SEHARUSNYA MALU DENGAN AIR MATA KITA SENDIRI."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)