
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Permainan Dimalam Hari.
jam demi jam telah berlalu, hari yang tadinya masih terang kini berubah menjadi gelap. malam sunyi dihutan membuat semua orang merasa sedikit takut.
"Mu Fei, lu nggak takut sama kegelapan?."
mendengar pertanyaan itu, Mu Fei hanya menjawab singkat... "nggak." jawabnya sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.
setelahnya beberapa saat kemudian, tiba-tiba pak guru dan buk guru datang dan memberitahu mereka tentang permainan malam ini.
"anak-anak berkumpul segera kesini, disini ibu akan memberi kalian permainan bagus."
setelah mendengar itu, semua murid segera berjalan mengarah keguru dengan wajah yang penasaran... "ada apa buk?." tanya salah satu murid.
"kali ini ibu bakal nyuruh kalian buat menelusuri setiap jalan dihutan, disana sudah terdapat petunjuk arah untuk kalian semua.
sebelum memulai permainan, kalian semua akan dibagi 2 bagian. bagian pertama adalah tim wanita, bagian kedua yang dibelakang tim wanita adalah tim pria.
tim pria bertugas menjaga tim wanita yang didepan, sedangkan tim wanita akan bertugas mengecek situasi." jelas buk guru yang dimengerti oleh semuanya.
namun Mu Fei sedikit heran, kenapa tim wanita yang malah disuruh mengecek situasinya. padahal mereka semua tau, tim wanita rata-rata takut akan kegelapan.
setelah beberapa saat kemudian, permainanpun dimulai. semua murid langsung saja berjalan masuk kehutan. semuanya nampak jalan dengan bergandeng tangan.
begitu juga dengan tim Mu Fei, Mengmeng dan kedua temannya langsung menempel pada tubuh Mu Fei, bahkan mereka juga memeluk tubuh Mu Fei.
"Mu Fei, kau sama sekali tidak takutkah?."
"eummm.."
disisi lain lagi, tepatnya dimana Mu Xiao Bi dan timnya kini sedang berjalan. didepan mereka adalah tim Dyon, Dyon yang memiliki sifat jahil kini malah berbuat jahat.
ia diam-diam menyabotase petunjuk jalan, iya malah menunjukkan tempat dimana yang paling mengerikan. jalan itu menuju tempat paling berbahaya.
disana hutan lebat dan juga ada hewan buas lainnya, disaat Huang Jia dan yang lainnya jalan, melihat petunjuk mengarah kesana, merekapun langsung kesana.
jam demi jam telah berlalu, tim Mu Fei dan yang lainnya sudah tiba ditenda. semuanya tak terkecuali dengan tim Huang Jia, mereka sudah tak muncul sejak tadi.
padahal tim Dyon sudah tiba disini juga, melihat keempat temannya tidak ada, Mu Fei dan Mengmeng langsung cemas karna daritadi tidak ada yang muncul.
karna merasa penasaran, akhirnya Mu Fei memberanikan diri untuk berkata... "buk, pak, saya akan pergi kehutan sekali lagi."
"ada apa Mu Fei?."
"Huang Jia dan yang lainnya belum kembali dari tadi, padahal semua tim sudah ada disini. buk, izinkan saya untuk mencari mereka."
"bagaimana jika kita tunggu lagi."
"baiklah." jawab Mu Fei yang malah berbeda tujuan, diam-diam dia akan pergi dari sana tanpa disadari oleh siapapun.
disisi lain lagi, Huang Jia dan yang lainnya yang masih berjalan terus kini malah merasa ada yang aneh... "ehh lu pada ngerasa ada yang aneh nggak sih?."
"denger kata lu itu, gua juga ngerasa hal yang sama. Liu Yi, sebenarnya kita berjalan diarah yang benarkan?."
"semoga saja."
setelahnya merekapun terus berjalan hingga masuk kedalam hutan beneran. melihat hutan lebat, mereka semua langsung kaget.
mereka kaget karna dari tadi mereka berjalan, tidak ada satupun tanda manusia disini... "Xiao Lin, kau lebih pintar jadi apa yang harus kita lakukan?."
"aku juga tidak tau."
disisi lain lagi, lebih tepatnya ditempat kemah, kini Mu Fei diam-diam melarikan diri. iapun terbang kepohon satu persatu, saat ia melihat tanda petunjuk arah....
tiba-tiba ia merasa ada yang aneh, petunjuk ini malah mengarah kesisi lain. padahal saat awal mereka berjalan, petunjuk ini masih benar.
"gawat, ada seseorang yang memutar papan petunjuknya."
dimulai senjata pedang dan bahkan ia sudah menyiapkan mata-mata, yaitu burung gagak hitam. diam-diam gagak itu selalu bersuara memberitahu kepada Mu Fei.
tentang keberadaan teman-temannya sekarang, karna sudah tau pasti dimana letak temannya, ia langsung saja berlari semakin kencang.
beberapa saat kemudian, disisi lain lagi Mu Xiao Bi yang merasa ada hal aneh kini memberi peringatan kepada teman-temannya.
"hati-hati, ada sesuatu dibelakang sana."
"benarkah?."
"dimana...dimana...apakah itu hewan buas?."
"shutttttt...."
setelahnya Liu Yi langsung menutup mulut dengan wajah yang takut, mereka bersiaga jika terjadi apa-apa nantinya.
setelah beberapa saat kemudian, tiba-tiba muncul segerombolan serigala lapar, mereka berlari kencang kearah Huang Jia dan yang lainnya.
Liu Yi yang melihat itu langsung saja membuka matanya lebar-lebar dan berteriak sekencang-kencangnya... "lari segera!!!."
menurut perkataan itu, mereka semua langsung lari sekuat-kuatnya, namun didepan mereka sudah ada serigala lain yang menghadang.
melihat serigala-serigala itu, mereka langsung saja menangis, namun saat salah satu serigala ingin mencengkeram Mu Xiao Bi....
tiba-tiba dari arah lain datang sebuah pedang hijau yang langsung memenggal kepala serigala itu. melihat pedang itu, semuanya sadar hal itu.
"Mu Fei...kak Fei..." ujar serentak mereka semua.
setelahnya Mu Fei muncul dengan angin yang begitu kencang dari belakangnya, angin itu disebabkan oleh lariannya yang begitu kencang.
"kalian baik-baik saja?."
"kami sudah lelah Mu Fei."
"istirahatlah, naik kepohon tinggi, para serigala ini akan aku tangani."
setelahnya Mu Fei mengeluarkan kekuatan besarnya dan menghabisi serigala itu dengan satu serangan. pedang itu sudah terselimuti dengan darah segar.
ia membun** segerombolan serigala dengan begitu mudah, jika orang lain mungkin harus berpikir dua kali. namun Mu Fei yang sudah kesal kini tanpa berpikir panjang langsung saja melakukannya.
"kalian semua berani menyakiti temanku, maka nyawa kalian akan pergi."
setelahnya ia mengamuk sejadi-jadinya, hingga membuat teman-temannya ternganga dan terkagum melihat kehebatan Mu Fei.
"Mu Fei sangat jago bukan?."
"lebih jago lagi, aku pernah melihat ia membun** habis serigala begini. bahkan ia juga tak takut melawan beberapa hewan buas lainnya."
"benarkah Mu Xiao Bi?."
"iya Huang Jia, dia benar-benar luar biasa beraninya."
setelah beberapa saat kemudian, para serigala lainnya langsung pergi melihat kawanannya habis. namun walau begitu, ada juga beberapa serigala yang berhasil melukai Mu Fei.
lebih tepatnya mereka menggunakan kuku tajam mereka untuk melukai tangan dan punggung Mu Fei. namun walau begitu, Mu Fei tetap bisa bertahan.
setelah selesai pertarungan sengit antara serigala dan juga manusia, kini Huang Jia dan yang lainnya turun. mereka langsung berlari melihat kondisi Mu Fei.
melihat kondisi Mu Fei tak begitu baik, mereka langsung menangkap tubuhnya dan menggendongnya... "sudah lama aku tak bertarung lagi.
padahal baru saja aku istirahat dari pertarungan, ehhh tau-taunya masih harus begini lagi." ujar Mu Fei yang digendong oleh Huang Jia.
..."PEGANG TANGANKU, TAPI JANGAN TERLALU ERAT, KARENA AKU INGIN SEIRING DAN BUKAN DIGIRING."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)