
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Rencana.
setelah itu merekapun berjalan bersama menuju ruang UKS untuk mengambil beberapa benda. salah satunya obat merah dan plaster.
Mengmeng dan Xiao Lin terluka akibat hajaran tadi, apalagi mereka juga dikeroyok oleh segerombolan geng Dyon.
"sakit sekali." ujar Mengmeng yang mengeluh karna lukanya terasa sakit.
Mu Fei yang tak tega melihat itu seketika menatap tajam dan bergumam pelan... "awas saja mereka, siap-siap mereka jadi..." ujar Mu Fei yang terhenti.
tiba-tiba Huang Jia langsung membuka percakapan, dia juga mendengar gumaman Mu Fei tadi. dia juga tau apa yang sekarang dirasakan dia.
"sudahlah, mereka tidak sekuat itu, lagipun urusan ini kita sudahi sampai disini. btw aku boleh tanya?, kamu punya masalah apa sama mereka?."
mendengar pertanyaan itu, Mu Fei dan Mengmeng nampak gugup dan terdiam sejenak. kini pikiran Mu Fei hanya berkata dua hal, jujur atau tidak.
namun setelah beberapa saat ia memikirkan, iapun akhirnya mengatakan yang sebenarnya dengan detail.
"jadi begini Huang Jia, saat aku pergi ketoilet kemaren, tiba-tiba aku dicegat oleh geng mereka. awalnya aku biasa saja, tapi mereka malah menindasku dengan kasar.
bahkan bukan hanya itu saja, mereka juga hampir ingin melukaiku, karna aku kesal jadinya aku mendorong mereka. tubuh lemah mereka mudah terhempas.
jadi saat itu permulaan mereka selalu mencari gara-gara, awalnya setelah itu aku pergi dengan biasa saja. tapi setelahnya, saat istirahat lagi, tiba-tiba muncul bos mereka yang asli.
dia ingin mengajak duel tarian denganku, bahkan mereka membuat kesepakatan untuk tidak mengganggu orang-orang disekolah ini atau dimanapun.
tapi pada nyatanya mereka mengingkari janji itu, karna kekesalanku itu, akhirnya aku melawan mereka secara langsung.
aku sudah tak tahan lagi melihat teman-temanku dan juga orang-orang disiksa dengan mereka." jelas Mu Fei yang lalu membuat mereka paham.
setelahnya Huang Jia melangkah maju sedikit mendekat dengan Mu Fei, iapun memegang tangan Mu Fei dan lalu bertanya satu hal lagi..
"apakah luka tangan ini karna mereka?."
pertanyaan awal saja sudah sulit untuk dikatakan Mu Fei, tapi Huang Jia semakin ingin tau jelas hal ini. bagaimanapun Mu Fei sekarang adalah temannya juga.
"luka ini aku sendiri yang menyebabkannya, mereka selalu memaksa jadi aku gunakan cara ini agar ia menjauh.
tapi pada nyatanya ia malah semakin melunjak dan memaksa terus menerus." jawab jujur Mu Fei.
"dia memang tipe orang yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan jawaban pasti. btw salah satu diantara mereka adalah orang yang pernah aku ceritakan padamu."
"hah siapa?, yang mana kok aku nggak tau soal itu?." tanya Mu Fei yang lalu dijawab dengan jelas oleh Huang Jia.
"sebelum kita pacaran, aku sudah pernah bilang hal itu."
"benar, jadi yang mana satu wanita yang katanya ingin dijodohkan denganmu?."
"bos wanita geng itu, yang tadinya sempat kau peringatin. dia adalah orangnya, aku sangat tidak suka dengannya."
"ternyata dia, wanita berandalan yang hanya mengandalkan status itu, hah jika dia tau siapa aku, mungkin dia akan berlutut didepanku.
tanpa perjuangan kami, mungkin dia tidak akan pernah ada didunia ini. aku yakin nenek terdahulunya pasti adalah orang yang sama-sama bersifat begitu.
ngomong-ngomong besok hari apa?." ujar Mu Fei yang dikalimat akhirnya bertanya sesuatu.
"besok hari Rabu, memangnya kenapa?."
"tidak apa, hanya saja besok ada hari khusus yang harus dirayakan setiap tahun."
"tidak...tidak...hari ulang tahunku belum tiba, aku ulang tahun pada bulan Mei, ini saja baru bulan Maret." ujar Mu Fei.
setelahnya merekapun kembali berpikir, siapa yang ulang tahun dibulan ini. ditambah lagi, sepertinya hari itu sangat spesial juga bagi Mu Fei.
Huang Jia yang sedikit penasaran dan juga cemburu akhirnya bertanya secara jelas... "katakan siapa yang ulang tahun besok?."
"kedua adik kembarku, walau beda ibu tapi aku selalu senang dengan mereka."
"maksudmu, Mu Xiao Bi dan Mu Xiao Di yang ultah besok ini?."
"iyep, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka saat ini. aku berharap mereka bisa merayakan dan juga bisa terus bahagia setiap saat.
Mu Xiao Bi, Mu Xiao Di, selamat ulang tahun untuk kalian berdua. maaf kakak tidak bisa hadir seperti biasanya." ujar Mu Fei yang lalu menunjukkan kepalanya.
diapun akhirnya menghela nafas sambil melamun setelahnya. menit ke menit telah berlalu, kini mereka akhirnya keluar dari ruangan UKS.
terlihat rombongan geng Dyon dan yang lainnya masih terluka akibat pukulan itu, Mu Fei yang berpapasan dengan mereka masih menatap tajam.
Mu Fei terus mengeluarkan aura mengerikan dalam dirinya agar mereka ketakutan saat melihatnya.
geng Dyonpun masuk keruangan UKS dengan raut wajah yang panik. mereka panik mendengar perkataan Mu Fei yang tadi itu.
jika benar apa yang dikatakannya, mungkin saja mereka lebih baik menjauh dari geng ini dan memilih kejalan lurus yang seharusnya saja.
"hey kalian ngerasa panik nggak sih saat didekat dia tadi?."
"iya benar banget, padahal pas ketangkep tadi, gua ngerasa dia kayak cewek lemah pada umumnya, tapi pas dia emosi, behhh ganasnya."
"nah kan, ditambah lagi dia langsung ngedorong kita ampe terhempas kedinding ama kayu. sakitnya itu luar biasa banget tau."
mendengar ucapan para anggotanya, Dyon yang kesal langsung membentak mereka dengan keras... "diam kalian, apa kalian pengen dihukum?."
"tidak bos..." ujar mereka yang lalu terdiam setelahnya.
disisi lain lagi, Mu Fei yang sudah berada dikelas kini hanya melamun memikirkan ulang tahun adiknya. dia berpikir walau ia tak hadir, setidaknya ia membeli beberapa kado untuknya nanti.
karna sudah berpikir bulat hal itu, iapun membuat rencana bagus untuk ini. karna hal itu, iapun akhirnya meminta tolong kepada Mengmeng.
"Mengmeng bisa tolong aku buat..." ujar Mu Fei yang lalu berbisik pelan ditelinga Mengmeng.
Mengmeng yang mendengar rencana itu langsung senang dan bersiap membantu. dia bahkan akan mengajak yang lainnya untuk membantu.
rencana Mu Fei kali ini adalah membuat sebuah acara ulang tahun untuk mereka. walau ia berada didunia yang berbeda sekarang, tapi sebagai kakak yang baik ia harus tetap merayakan.
bagaimanapun kedua adiknya sangatlah baik terhadapnya bahkan mereka juga nekat membela Mu Fei dengan segenap hati.
mereka sangat sayang terhadap Mu Fei, mereka juga selalu berkata... bahwa Mu Fei adalah kakak yang hebat yang selalu ada didekat mereka.
"Mu Fei, acara ini undang siapa saja?."
"undang orang terdekat saja, urusan biaya acara dan sebagainya itu urusan aku. kau tenang saja, aku punya persiapan dikantongku."
..."BERBAGI KEBAHAGIAAN AKU ADALAH SATU-SATUNYA KESENANGAN YANG AKU JALANI."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)