SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 5



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



2 Tahun Kemudian.



setelah saat itu juga, putra mahkota sering sekali mengunjungi kediaman Mu Fei, semua orang tau hal itu.


bahkan ada juga rumor yang mengatakan bahwa putra mahkota begitu hanya demi mendapatkan hati Mu Fei.


selama ini Mu Fei selalu dibicarakan, bahkan gosip yang tak mengenakanpun dia terima.


komentar negatif dari para rakyat tidak membuat Mu Fei menyerah.


"mungkin belum saatnya mereka melihat apa yang aku lakukan untuk mereka nantinya." bathin Mu Fei yang lalu memejamkan mata.


tak butuh waktu lama, kini 2 tahun telah berlalu. saat Mu Fei membukakan matanya, dia hanya menghela nafas.


selama bertahun-tahun dia hanya bisa berdiam diri, mendengar orang menyindirnya.


selama 2 tahun ini, Mu Fei sudah berkontribusi terhadap kerajaan. bahkan lewat tenaganya, kini semua militer menjadi lebih kuat.


disisi lain lagi, Mu Fei juga semakin cerdas dan menjadi sangat dingin. bagaimana tidak, jika dia tidak begitu, mungkin akan membahayakan orang lain.


bahkan Mu Xiao Bi yang dulunya sering bersama dengan Mu Fei kini sibuk dengan urusannya. ya dia sekarang sudah menjadi putra mahkota.


sebagai seorang pewaris kerajaan, semua orang senang mendengarnya. begitu juga dengan Mu Fei, dia tau pasti kerjaan begitu pasti sangat berat.


"Mu Xiao Bi, bekerjalah dengan baik, kakak disini akan menjagamu dengan baik."


setelah berbicara sebentar dikediamannya, kini dia keluar dan berjalan pelan menuju tempat latihan.


disitu semua orang menatap tajam kearahnya, Mu Fei yang sadar hanya terdiam dan melanjutkan perjalanannya itu.


"makin hari makin dingin putri pertama raja Mu Ying itu."


"stttt...jangan bicara begitu, jika dia mendengar yang ada kita yang dip******."


"iya juga sih, sudah Beberapa pelayan yang ternyata mata-mata sudah habis dibu*** olehnya."


"kini dia menjadi sedikit haus darah, bahkan saat membun** dia sekarang sangat tak berekspresi. coba lihat saat pertama kali dia melakukan itu...


dia masih takut bahkan tak tega melakukannya, sekarang semuanya berubah." ujar para pelayan yang masih membicarakannya.


Mu Fei yang sudah tak tahan kini berbicara dengan lantang.... "kalian mau kerja atau aku pecat dari sini!!!." ujar Mu Fei yang membuat mereka kaget.


setelahnya mereka pergi masing-masing, dengan wajah penuh ketakutan.


menit ke menit telah berlalu, kini dia sudah sampai ditempat latihan. terdapat beberapa prajurit yang masih baru disini, dengan segera dia berpikir.


"apa lebih baik prajurit yang baru ini masuk kedalam pasukan gelapku. disana mereka bisa membantu sekaligus bisa melindungi disaat aku berada diluar."


setelah memikirkan segalanya, dengan segera ia memilih beberapa prajurit untuk ikut dengannya sebentar.


"untuk para prajurit baru dan lama, kalian ikut bersamaku. masing-masing membawa 6 orang. aku perlu berbicara dengan kalian."


setelah itu Mu Fei pergi sebentar ketempat yang akan diajak berdiskusi. namun sebelum Mu Fei melakukannya, dia masih harus memeriksa lagi beberapa prajurit nanti.


takutnya disekitar sini masih ada mata-mata yang berhasil lolos.


saat dia sedang membaca laporan dan informasi, tiba-tiba prajurit yang dipanggil sudah datang.


"jenderal kami sudah datang."


"ini adalah orang-orang yang aku pilih langsung, ditambah lagi mereka yang berani ikut denganmu."


"apakah yang lain takut denganku?."


"t...tidak jenderal..." ujar salah satu prajurit yang gugup setelah itu.


Mu Fei yang melihat itu seketika tersenyum tipis, dia masih tak mengira bahwa para pasukan masih takut dengannya.


"hah?, urusan apa ya jenderal?."


"jadi selama 2 tahun ini, aku terus melatih kalian. tapi secara diam-diam, aku juga melatih beberapa pasukan khusus.


ya pasti kalian sudah pernah mendengar pasukan ini, pasukan yang hanya melawan saat kegelapan dan juga dikenal akan kecepatannya." ujar Mu Fei yang membuat mereka kaget.


"pasukan gelap, pasukan itu sering dibicarakan rakyat beberapa bulan ini."


"bukan hanya bulanan, tapi sudah tahunan. aku membuat pasukan khusus itu untuk berjaga-jaga jika suatu saat terjadi perang maka para rakyat sedikit aman.


namun beberapa bulan ini, kejahatan selalu ada dimana-mana, para pasukanku sudah kehilangan banyak nyawa, jadi aku ingin merekrut anggota baru.


dan setelah dipikir-pikir lebih baik aku menambah kalian saja, pasti bisa membantu mereka. apakah kalian semua bersedia?." jelas Mu Fei kepada mereka.


"jika itu adalah keputusan jenderal, maka kami ikut. jenderal, apakah raja mengetahui soal ini?."


"aku tidak ingin memberitahu mereka, aku takut jika nanti terbongkar maka akan gawat."


prajurit yang mendengarpun paham dan lalu terdiam setelahnya. menit ke menit telah berlalu, kini mereka sudahi obrolan itu dan kembali ketempat.


"kalian akan disini sementara, sebelum aku mengatur waktu untuk kalian."


"baik jenderal, kalau sudah selesai kami akan pergi sekarang."


Mu Feipun mengangguk pelan, melihat itu para prajurit segera pergi kesana dan latihan. berbeda pula dengan Mu Fei, kini dia berniat untuk pergi keistana.


dia ingin mengunjungi ayahanda sekaligus adik-adiknya. karna sudah pasti mereka semua ada diistana kecuali Mu Fei.


diapun berjalan pelan kesana...


sesampainya diistana, dia dengan segera berjalan masuk kedalam. disitu terlihat ayahanda sekaligus adiknya.


"ayahanda." sapaan Mu Fei sambil berlutut.


"berdirilah, kamu jangan seperti itu lagi, ayahanda merasa sedikit aneh."


"tapi itu harus dilakukan ayahanda, bagaimanapun dirimu adalah raja, raja harus dihormati."


"aku tau, tapi kamu jangan begini saat kita bersama, kamu boleh begitu, tapi saat acara besar. sudahlah tidak perlu berdebat, kamu datang kesini ada apa?."


"ayahanda, aku ingin meminta izin untuk mencari beberapa prajurit baru, aku rasa penjahat ada dimana-mana, jika terus didiamkan, maka akan terjadi masalah serius.


ini untuk keamanan kerajaan sekaligus rakyat ayahanda, jadi kumohon beri izin untukku kali ini." ujar Mu Fei yang menjelaskan segalanya.


"Mu Fei, ayah paham maksudmu, tapi bagaimana caranya untuk mencari prajurit baru?."


"untuk itu ayah tenang saja, Mu Fei sudah memikirkan semuanya dengan matang."


"ha....jika itu maumu maka ayah akan menuruti saja, Mu Fei, kali ini ayah memberi tugas untukmu mencari prajurit baru."


"baik raja Mu Ying, perintah akan saya terima."


setelah selesai berbicara hal itu, dengan segera ia berjalan keluar dari istana. adik-adiknya yang melihat itu hanya terdiam tak berkata apa-apa.


biasanya Mu Xiao Bi yang selalu banyak bicara ketika ada kakaknya kini hanya berdiam dan hanya melihat saja.


dia tau tugas utama mereka sangat berat, masing-masing menanggung beban yang sangat berat. walau begitu, bukan berarti mereka akan terpisah.


sesekali mereka akan berbicara bersama dan melihat bintang bersama.


sangat menyenangkan bukan?????


... "HIDUP TAK SELAMANYA TENANG, TERKADANG KITA HARUS BERPIKIR CARA AGAR KITA MENYELESAIKANNYA SEGALANYA." ...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)