SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 68



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Nembak.



setelah beberapa jam masa pelajaran, akhirnya mereka istirahat. disitu Mu Fei yang merasa lapar seketika mengajak Mengmeng dan adiknya makan.


"mau makan?."


mendengar pertanyaan Mu Fei, Mengmeng orang pertama yang menjawab..."baru aja mau ngajak, ehhh udah diajakin dulu." ujar Mengmeng.


"hahaha bisa aja kamu, kalian pergi saja, aku ada urusan mau kekelas Xiao Lin."


"buat apa?."


"ada urusan kak."


setelah itu iapun langsung bergegas membersihkan mejanya dan segera pergi, Mu Fei yang melihat itu hanya tercengang dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


iapun dengan segera menggandeng tangan Mengmeng dan berjalan keluar kelas, namun disaat pertengahan jalan tiba-tiba salah satu teman Dyon datang.


ia berkata dengan nada yang sedikit kasar..."ikut gua!!!." ujar orang itu yang membuat mood Mu Fei buruk hingga membuat tatapan matanya tajam.


bahkan hawa itu seketika berubah, ia merasa seperti ada masalah jika ia begitu. alhasil ia dengan segera mencari cara lain untuk berkata.


"ikut aku sebentar, kami nggak bakal ganggu kalian kok. cuman sebentar aja, kalo sampe kami ganggu kamu, akan kami hajar dia."


mendengar ucapan itu justru membuat Mu Fei terkekeh kecil. ia tau bagaimana buruknya kualitas fisik mereka, baru saja melawan sudah tumbang duluan.


"sebelum bicara lebih baik ngaca, aku mau ikut kalian, tapi ingat jangan ganggu teman-temanku."


"oke."


setelahnya ia menoleh kearah Mengmeng dan berkata..."kau pergi kekantin duluan, bila perlu kau cari adikku atau yang lain buat diajak ngobrol.


aku ada urusan sama mereka." ujar Mu Fei yang membuat Mengmeng khawatir..."tapi Mu Fei, kamu nggak apa-apa pergi sendiri?." tanya Mengmeng.


"tidak apa, lagipun mereka lemah. bukan lawanku jika bertarung."


setelah mendengar ucapan Mu Fei, Mengmeng percaya dan lalu bergegas pergi menuju tempat Mu Xiao Bi berada sekarang.


ia ingin kesana untuk memberitahu kepada mereka semua, sedangkan Mu Fei, mereka berdua dengan cepat berjalan ketempat yang lain.


orang itu juga tersenyum dan membathin..."yesss...berhasil, setelah Mu Fei jadi pacar bos, berarti dia bakal ada dipihak kita." bathinnya.


namun Mu Fei yang sadar gerak gerik itu terus menerus curiga hingga akhirnya mereka tiba ditempat yang sudah disiapkan sejak awal.


disitu Dyon tampil dengan tampan dan ingin menggoda Mu Fei, setelahnya iapun tersenyum dan berkata kepada Mu Fei dengan lemah lembut....


"Mu Fei maukah kau berjalan kesana bersamaku?." tanya Dyon yang seketika dijawab olehnya..."jangan basa basi, cepat katakan.


aku masih lapar, aku belum makan." ujar Mu Fei dengan nada dingin, namun Dyon yang sudah bersiap diri seketika kembali berkata...


"disana ada makanan, mau nggak makan bersama?."


"sudah kubilang katakan apa tujuanmu?."


"sebenarnya aku ingin mengajakmu berpacaran, mau nggak jadi pacar aku?, aku belum pernah pacaran, ini kali pertama aku nembak cewek."


"tidak, aku sudah punya seseorang."


setelah ia mengatakan itu, ia seketika ingin pergi mencari teman-temannya, namun dengan segera dia dihadang oleh teman Dyon yang lain.


disitu Dyon juga diam dan kembali berkata..."aku sudah tau kau akan menolakku, tapi kumohon izinkan aku dikasih kesempatan."


"tidak."


"kenapa?."


"sudah kubilang aku sudah punya."


"owh maksudmu kamu udah pacaran gitu?, sama siapa?, gantengan mana aku atau dia?." tanya Dyon yang merasa cemburu saat ini.


seketika Mu Fei menjawab..."gantengan dialah, gua tipe cewek yang nggak mudah nyari pacar asal-asalan."


"kamu....siapa orangnya?."


setelah ia mengatakan itu, ia langsung pergi dari sana setelah ia mendorong tubuh teman Dyon agar menyingkir dari hadapannya.


beberapa saat setelah Mu Fei menjauh darinya, Dyon nampak sedih. ini kali pertamanya ia ditolak mentah-mentah oleh cewek.


padahal banyak cewek yang nekat ninggalin pacarnya, demi dirinya. namun Mu Fei dengan begitu keras langsung menjawab begitu.


"kok nyesek." bathin Dyon sambil berjalan lemas menuju tempat duduk. ia duduk disana dan melamun hingga akhirnya didatangi oleh seseorang.


disisi lain lagi, Mu Fei yang sudah menjauh kini berjalan cepat mencari teman-temannya. untungnya saat dijalan, mereka seketika bertemu.


Huang Jia yang melihat Mu Fei begitu, seketika merasa heran dan akhirnya bertanya..."ada apa?." tanya Huang Jia dengan santai.


"tidak apa."


"tidak seperti biasa, jika ada yang ingin dikatakan maka katakan saja. aku akan menjadi pendengar setiamu."


"terima kasih Huang Jia, makasih udah ngertiin perasaan aku kek gimana."


"sebagai sahabat dan pacar, aku adalah orang pertama yang harus bisa ngertiin perasaan kamu.


ngomong-ngomong ada masalah apa?, aku denger dari Mengmeng katanya kamu dibawa sama temen Dyon."


"iya."


"masalah apa?, apakah Dyon buat masalah baru?."


"pakai banget, kamu tau nggak, dia sekarang gila. aku lebih suka sifat lamanya, walau selalu ganggu orang, tapi setidaknya dia masih ngotak dikit."


"lalu."


"kamu tau nggak apa yang terjadi tadi, Dyon nembak aku."


"apa?, lalu kamu tolakkan?."


"yaiyalah, buat apa aku pacaran lagi. cukup satu, ya walau katamu hanya bohongan tapi setidaknya kamu lebih paham daripada dia."


"ngomong tentang pacaran, apa kabar tentang Li Huang?."


"dia kemungkinan besar baik."


"kalian masih saling berkomunikasi?."


"jarang."


setelah mendengar setiap perkataan Mu Fei, ia merasa seperti ada kesempatan didalam hidupnya. ia mungkin merasa senang akan kesempatan ini.


melihat Mu Fei sangat menjaga selalu hubungan itu, padahal aslinya hanya bohongan tapi terasa nyata jika Mu Fei benar-benar mau.


"apakah ini takdir?, rasanya aku melihat Mu Fei seperti memberi kesempatan untukku."


setelah itu barulah mereka segera pergi dari sana. mereka menuju kantin dan melihat teman-temannya sudah ada disana atau belum.


menit ke menit telah berlalu, kini mereka semua mengumpul dikantin. Mu Fei yang makan dengan santai melahap makanannya dengan senang hati.


Huang Jia dan yang lainnya yang melihat itu malah merasa ada sesuatu yang janggal didekat Mu Fei, namun terlihat Mu Fei sendiri tak peduli.


sore hari kemudian, merekapun selesai belajar. hari ini tidak ada les tambahan dari guru maupun dari pada siswa dikelas.


mereka dengan cepat pulang dan menghabiskan waktu dirumah untuk bersantai sejenak. mereka juga capek dengan belajar terus menerus.


Mu Fei dan yang lainnya yang berada diparkiran kini masuk kedalam mobil dan segera pergi dari sana. Mu Fei yang sedang melihat gerbang kini terkejut dengan orang itu lagi.


lagi-lagi ia bertemu dengannya, wajah Mu Fei sedikit pucat setelah ia melihat hal aneh terjadi. disitu ia membawa tas namun ada sesuatu yang aneh terjadi.


ia merasa hal itu sangat familiar dengannya, ia juga merasa sesuatu terjadi didekatnya. ia terus menatapnya dan melihat gerakan itu.


..."ITU ADALAH KEUNTUNGAN BAHWA KITA TIDAK IKUT MINUM DENGAN PARA PEMINUM BERAT."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)