SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 47



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Sepulang Sekolah.



jam demi jam telah berlalu, kini matahari sudah terbenam dengan begitu indah. saatnya bulan muncul dimalam hari dengan tenang.


Mu Fei yang merasa suasana ini, kini terasa lebih hangat dan cukup nyaman. ia merasa dirinya seakan-akan masih berada dikerajaan.


"Huang Jia, ntah kenapa perasaanku saat ini cukup nyaman. aku merasa seperti dekat dengan rumahku sendiri."


"jika kau merasa seperti itu, maka rasakan saja. waktu masih lama, gunakan waktumu dengan baik-baik, lihatlah bulan ini dengan seksama."


setelah menatap langit dengan begitu lamanya, tiba-tiba suara bel pulang berbunyi. semua orang merasa senang dan pulang dengan raut wajah lelah.


bagaimana tidak, seseorang setiap hari harus belajar dan pulang begitu larut hingga terkadang susah tidur. mereka setiap hari harus les sana sini.


untungnya Mu Fei, hanya mengikuti les disekolah saja. ngomong-ngomong tentang Mu Fei, kini mereka juga sudah berjalan menuju mobil.


mereka juga bersiap akan pulang, diantara banyaknya siswa hanya beberapa orang yang pulang menggunakan kendaraan motor dan mobil.


sisanya hanya menggunakan sepeda untuk pergi pulang sekolah, tetapi saat sampai dirumah barulah mereka terkadang pergi menggunakan motor atau mobil.


Mu Xiao Bi yang melihat pemandangan itu terasa sedikit asing, karna yang lain pulang membawa sepeda bukannya pulang naik mobil.


"kak Fei, sebenarnya kita kenapa pulang dan berangkat naik mobil terus?."


"itu mudah, karna Huang Jia adalah seorang pria rajin."


"eeeee...bukankah terasa aneh jika terus mengantar jemput teman-temanmu?."


"tidak juga, itu semua memang aku sendiri yang mau. sebenarnya kau sama seperti mereka, mereka juga terus berpikir terasa aneh jika begini.


tapi maksudku sangat baik, jika aku mengantar jemput kalian, maka kemungkinan amannya lebih besar daripada pergi sendiri-sendiri.


lagipun aku menganggap kalian seperti saudaraku sendiri, hanya kalianlah yang mengerti perasaanku. disaat aku kesepian hanya kalian yang selalu ada.


walau aku hidup dengan begitu cukup, tetapi terasa sepi karna tidak ada siapapun yang bermain denganku. ayahku sibuk bekerja, begitu pula dengan ibuku.


ha...jujur hanya kalianlah yang mampu membuatku terasa lebih gembira." ujar Huang Jia yang membuat mereka terharu mendengar setiap katanya.


"ini kali pertamanya lu bicara begitu lembut, biasanya juga ngegas setiap saat."


"ehhh Mengmeng, gua ngomong gitu karna demi kebaikan. dengan begini aku ingin lihat, siapa orang yang benar-benar tulus menghargai pertemananku."


"iyalah tuh."


setelahnya merekapun terdiam dan berfokus pada perjalanan pulang mereka kali ini. namun dipertengahan jalan kemudian, tiba-tiba ada beberapa mobil yang mencegat mereka.


mobil itu terlihat asing bagi mereka, namun sebelumnya Dyon dan temannya juga ikut dibelakang mobil Huang Jia tadinya.


melihat mobil Huang Jia terhenti, merekapun berhenti dan kemudian keluar. disitu sudah terlihat beberapa mobil asing yang cukup banyak.


diantara mereka ada yang keluar dengan tubuh yang besar dan kuat, melihat gerombolan itu Mu Fei sadar dan mulai berkata...


"jika terjadi sesuatu maka telpon polisi, sepertinya orang-orang ini cukup tau tentang kita."


setelah mengatakan itu ia sudah menatap tajam kearah mereka, ya walau Mu Fei tak keluar tapi ia sudah bersiap-siap jika ada yang tiba-tiba menyerang mereka.


Mu Fei juga sudah memanggil pedangnya untuk menjaga teman-temannya. namun disisi lain lagi, Dyon yang melihat itu juga sedikit takut.


dia takut jika nanti terjadi sesuatu pada mereka, akhirnya mereka memilih bersembunyi dan melihat semua hal yang sedang terjadi ini.


tiba-tiba dari arah belakang langsung ada yang menjawab.... "jika kalian tidak keluar, maka siap-siap nyawa kalian tiada."


mendengar perkataan itu, Mu Fei tak tahan. namun ia sudah mencoba menahan diri untuk tidak maju, namun hal itu juga yang membuat orang-orang itu kesal.


"jika kalian tidak keluar, maka mobil ini akan saya hancurkan." ancaman orang itu yang membuat Mu Fei tak tahan lagi.


mendengar ancaman itu bukan hanya Mu Fei yang tak tahan, bahkan Huang Jia dan yang lainnya juga begitu. akhirnya mereka turun dan memberanikan diri.


Dyon dan temannya kini bersembunyi disemak-semak dan mengawasi mereka. Mu Fei yang sudah bersiap kini mencoba maju dan melindungi mereka.


"katakan siapa yang membun** dan juga memenjarakan saudara kami?."


"aku... kenapa kau juga ingin masuk kedunia lain katakan saja!!."


"kau...h*j*r dia sekarang juga, dengan begini saudara kita akan tenang."


mendengar perkataan itu Mu Fei malah terkekeh geli... "tenang.... tenang kata kalian?, yang ada dia malah semakin menderita.


hukuman yang sebenarnya saat ia sudah tiada, aku hanya mencoba membantu mereka."


"kau...kau adalah gadis sikopet."


setelahnya salah satu diantara mereka mencoba menyerang dia menggunakan sebuah pisau. ia mencoba menusuk perut Mu Fei....


namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan mereka, orang yang berniat ingin menusuknya tiba-tiba mat* dengan keadaan yang cukup mengerikan.


tiba-tiba dari lehernya keluar darah yang begitu banyak, bahkan Dyon dan temannya yang melihat itu tiba-tiba ketakutan dengan yang ia lihat.


namun orang-orang yang ada disana, kini semakin marah dan langsung menyerang ia dengan bersamaan. Mu Fei yang memang dilatih untuk bertarung kini maju dengan tenang.


ia meratakan semua penjahat itu dengan satu gerakan, semuanya terjatuh dengan begitu kuat. bahkan ada yang terluka ditubuhnya.


"mencoba membun**ku, kau kira aku terlahir seperti wanita biasa. ingat satu hal, aku terlahir untuk menghabisi nyawa yang tidak berguna seperti kalian.


dulunya aku berpikir untuk memberi kedamaian untuk kalian, tapi sekarang seperti tidak.


maaf atas kekasaranku saat itu, jika dia tidak mencoba melakukan itu mungkin nyawa dia masih bisa selamat.


aku berharap suatu hari kalian bisa paham maksud ucapanku nantinya." ujar Mu Fei yang lalu menoleh kearah mereka dengan pandangan mata serius.


"kenapa tidak membun** kami, kami sudah melakukan banyak kejahatan. bukan hanya satu, nyawa yang sudah kami habisi lebih dari satu."


mendengar ucapan itu, ia merasa sedikit bersalah. karna didunianya tugas menjadi jenderal adalah melindungi rakyat dan menjaga kedamaian kerajaan.


karna banyak mata-mata dikerajaan mereka, Mu Fei harus siap diri untuk membun** mereka. ia juga merasa apa yang ia lakukan juga termasuk salah.


tapi jika dibiarkan mungkin akan lebih bahaya lagi... "aku tidak akan membun** kalian, kalian semua hukum diri kalian dipenjara.


aku tidak ingin membun** siapapun." ujar Mu Fei yang lalu disambung didalam hati... "termasuk yang bukan dari duniaku."


setelahnya iapun berjalan pelan dan mengode kepada Huang Jia untuk menelpon polisi. namun disaat Huang Jia menelpon polisi, tiba-tiba Mu Fei berjalan kearah mayat itu.


ia menggunakan pedangnya untuk melukai tangannya hingga berdarah, disaat itu darahnya menetes dengan banyak.


..."MANUSIA SEMPURNA ADALAH JUSTRU YANG MEMILIKI KEKURANGAN DAN KELEBIHAN."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)