SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 33



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



Persiapan Merayakan Ulang Tahun.



disisi lain lagi, Huang Jia yang merasa bosan dirumah kini menelpon Xiao Lin dan menanyai keadaan Mu Fei sekarang.


"daripada gabut, mending nelpon Xiao Lin aja. sekalian nanya Mu Fei dah pulang apa belom." ujarnya yang lalu mencari ponsel.


setelah ketemu ponselnya, diapun dengan segera menelpon Xiao Lin. tanpa perlu waktu lama, Xiao Lin langsung mengangkat telepon itu.


"Napa lu?."


"nggak papa, gua cuman gabut aja. ehh btw Mu Fei dah pulang belum?."


"udah, ini dia lagi sibuk-sibuknya."


"ngapain kok bisa sibuk?."


"dia mau ngadain pesta ulang tahun."


"owalah, oke gua kesana sekarang juga mau tolong lu pada."


setelahnya Huang Jia langsung menutup telpon. tanpa perlu berlama-lama lagi, ia langsung saja masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa.


para maid yang ada dirumahnya seketika melongo melihat kelakuan anak majikannya seperti ini.


"tuan muda mau kemana?."


"nggak tau, tadi dia telponan sama temenannya, ehhh tau-taunya dia langsung buru-buru dan naik mobilnya.


btw ini ada hubungannya nggak sih sama cewek yang sempet dibawa pulang sama tuan muda?." tanya salah satu maidnya.


"dengar-dengar katanya cewek itu pacarnya tuan muda ya."


"siapa namanya?."


"kata bibi yang pernah lihat dia, nama dia itu Mu Fei, anaknya cantik banget, cuman sayang kayaknya agak rada-rada gimana gitu."


"maksudnya?."


"gimana ya, takut ahhh jelasinnya."


intinya begitulah kira-kira omongan mereka kali ini, setelah melihat Huang Jia pergi dengan terburu-buru tanpa berkata apa-apa lagi.


disisi lain lagi, Mu Fei yang sibuk menata tempat kini merasa kelelahan dan akhirnya duduk sebentar dikursi.


iapun menghela nafas sebentar sambil melihat-lihat tataannya, dia takut jika nanti hasilnya akan buruk dimata orang lain.


"ini lumayan bagus, paling nanti ditambah sedikit dekorasi bunga mawar. untungnya aku beli yang benar-benar disukai sama dia.


coba saja Mu Xiao Bi ada disini, mungkin akan lebih seru lagi." ujar Mu Fei sambil mencium bunga mawar itu.


disisi lain lagi, Huang Jia yang sudah datang kini terburu-buru ingin melihat keadaan Mu Fei sekarang. saat ia melihat, Mu Fei sedang tersenyum gembira.


diapun dengan segera maju perlahan dan menutup mata Mu Fei secara sengaja.... "tebak siapa aku?." tanya Huang Jia dengan suara yang sudah dirubahnya.


Mu Fei yang masih sadar suara itu dengan segera terkekeh geli dan menjawab... "siapa lagi kalau bukan Huang Jia." ujar Mu Fei.


"ishhhh...kok tau sih."


"tentu tau, poster tubuhmu, ditambah lagi suaramu itu sudah memberi ciri-ciri yang baik."


"ye...emang beda ya kalo sama orang yang lebih hebat gini."


"omong kosong."


setelahnya mereka berdua terkekeh geli satu sama lain, disisi lain lagi, lebih tempat dikerajaan mystic, Mu Xiao Bi yang sebentar lagi ulang tahun kini merasa semakin sedih.


karna biasanya disetiap ulang tahunnya, Mu Fei selalu ada didekatnya. bahkan membeli kado spesial yang pastinya disukai oleh mereka berdua.


hal yang paling mereka tunggu adalah hadiah dari Mu Fei. karna hadiah yang diberi darinya, biasanya sangatlah bagus dan pastinya mereka sukai.


bahkan adik bungsunyapun ia tau apa kesukaannya, bukan hanya itu saja, dia juga selalu mengingat hari ulang tahun mereka semua dengan baik.


Mu Fei memanglah kakak yang terbaik bagi mereka semua. andai aja author punya kakak kek gitu, behhh senangnya pasti nggak main-main wkwkwk.


"kak Fei, kakak pergi kemana sekarang?, aku rindu dengan kakak, aku juga rindu kebersamaan kita semua kak.


aku sayang banget sama kakak, kakak jika benar kak Fei masih hidup, tolong kembalilah bersama kami atau jika perlu biarkan aku ikut denganmu juga.


aku ingin melihat keadaan kak Fei saat ini, jika aku didekat kakak, aku merasa lebih aman." ujarnya yang masih merasa terpuruk atas kepergian kakak tersayangnya.


disisi lain lagi yang sudah pasti tempat Mu Fei, kini dia termenung ntah apa pula yang dipikirkan olehnya saat ini.


Huang Jia yang melihat Mu Fei termenung seperti itu, dengan segera berjalan pelan mendekat dengannya dan baru bertanya dengan lemah lembut.


"ada apa Mu Fei?."


"tidak apa-apa kok, memangnya aku kenapa?."


"kamu melamun tak jelas, cerita sama gua, siapa tau gua bisa bantu."


"jadi sebenarnya yang ada dipikiran aku kali ini adalah mencari makanan, aku ingin mencari kue osmanthus, itu adalah kue favorit dia juga."


"kue itu, siap gua bisa beli. gua tau tempat yang cocok untuk kue itu, ehhh btw ada hal lain yang mau dititipkan?."


"nggak cuman itu aja, beli yang agak banyak ya."


setelahnya Huang Jiapun pergi menuju mobilnya dan segera membeli kue itu. Mengmeng yang melihat itu segera menghampiri Mu Fei.


dia merasa ada yang aneh dengan Huang Jia, karna selalunya dia sangat malas saat disuruh, apalagi jika tempat itu jauh sekali.


"Mu Fei, Huang Jia pergi kemana?."


"aku juga nggak tau, cuman kata dia, dia tau tempat yang bagus untuk membeli kue osmanthus."


"hah itu jauh banget loh Mu Fei, tumbenan seorang Huang Jia rajin gitu."


"emangnya susah ya nyari kue itu?."


"nggak juga, hanya saja tempat yang pasti dia maksud itu ya pasti tempat yang ada bagus banget. ingat satu hal, Huang Jia terlahir dari keluarga kaya.


pastinya dia akan membeli barang yang mahal." ujar Mengmeng yang memang benar adanya, karna biasanya Huang Jia selalu membeli barang mewah.


bahkan makananpun sangatlah mahal harganya, koki dirumah mereka juga sangat bagus saat memasak.


setelah mendengar itu Mu Fei nampak bersalah karna memberitahu ia hal ini, ia malah merasa khawatir dan nampak dari raut wajahnya ia mulai panik.


Mengmeng yang melihat itu seketika sadar dan lalu mencoba menenangkan pikiran Mu Fei agar tidak kemana-mana.


"ingat Mu Fei, kita disini untuk persiapan merayakan ulang tahun adikmu."


"aku tau itu, tapi aku nggak mau terlalu merepotkan Huang Jia, dia terlalu baik sekarang."


"bukankah itu bagus, Mu Fei berkat dirimu dia baru bisa berubah. biasanya dia sangatlah mager soal beginian, disuruh pergi kewarung aja dia banyak alasannya.


tapi setelah kehadiranmu, dia seketika berubah menjadi rajin ya walau hanya untukmu, tapi tetap saja kau memberi pikiran positif untuknya.


Mu Fei kau sangat jago sekali." ujar Mengmeng yang memujinya karna hal itu.


Mu Fei yang masih tak mengerti hanya terdiam dan menatap wajah Mengmeng dengan serius, disisi lain Xiao Lin yang baru selesai mengirim undangan kini segera menuju kearah Mu Fei.


"Mu Fei, malam besokkan acaranya?."


"iya, karna besok kitakan sekolah. berharap besok pulangnya nggak kemalaman."


..."USIA HANYALAH ANGKA, YANG TERPENTING ADALAH KEDEWASAAN."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)