SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 30



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Hari Kedua Sekolah II.



Mengmeng yang mengikuti Mu Fei kini merasa jalannya Mu Fei sungguh cepat... "Mu Fei tunggu aku." ujar Mengmeng yang merasa capek.


Mu Fei yang baru sadar bahwa Mengmeng mengikutinya, kini menoleh kebelakang dengan tatapan bersalah.


"maafkan aku Mengmeng, aku tidak tau kamu mengikutiku dari belakang."


"tidak masalah."


setelah berkata itu, merekapun akhirnya pergi berjalan-jalan mengelilingi sekolah. karna ini adalah hari kedua Mu Fei sekolah...


saat hari pertama, ia tak sempat mengelilingi sekolah ini, jadinya dia baru bisa melakukan itu saat hari keduanya.


"sekolah ini cukup besar, coba saja dijamanku sekolahnya seperti ini, pasti seru deh."


"jika begitu, berarti udah perbedaan jaman."


"ha maksud?." tanya Mu Fei yang kurang jelas.


Mengmeng yang mendengar itu langsung menjawab, tapi sayangnya terhenti karna Mu Fei menutup mulutnya dengan rapat.


Mu Fei nampak melihat seseorang disekitar mereka, ia curiga orang itu adalah Dyon ataupun gengnya.


"diamlah." bisik Mu Fei yang lalu membuat Mengmeng sadar sedikit.


untungnya Mu Fei memiliki kesadaran yang kuat, jadinya ia tak mudah tertipu. apalagi dia juga pintar mendengar langkah kaki seseorang.


dan menurut pendapatnya kali ini, sepertinya ada orang lain disekitar mereka. karna merasa penasaran, merekapun memilih kembali berjalan dengan santai.


sesampainya diluar koridor sekolah, Mu Fei dengan segera mendengar kembali langkah kaki orang itu. dia terus merasa ada yang aneh disini.


"Mengmeng, pergilah cari Huang Jia dan yang lainnya. nampaknya kali ini kita dalam masalah besar."


mendengar perkataan itu Mengmeng menurut saja dan langsung berlari. ia mengarah tempat menuju kekelas 2, bagian kelas Huang Jia.


sesampainya dikelas Huang Jia, Mengmeng langsung memanggil mereka... "Huang Jia, Xiao Lin, ada yang gawat."


mendengar Mengmeng mengatakan itu, Huang Jia yang khawatir langsung bergegas berdiri dan menanyakan hal bahaya itu kepada Mengmeng.


"apa yang terjadi?, dimana Mu Fei?." tanya Huang Jia yang sudah khawatir.


"Mu Fei masih berada diluar koridor sekolah, dia bilang untuk aku memanggil kalian segera. nampaknya kali ini ada bahaya disekitarnya."


"bahaya?, ayo kesana takutnya Mu Fei diapa-apain."


mereka berempatpun berlari menuju luar koridor tempat dimana Mu Fei dan Mengmeng berhenti. namun sesampainya disana, mereka sama sekali tak melihat Mu Fei.


mereka seketika cemas dengannya, tapi sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara benda yang berbunyi diluar sekolah.


dengan segera mereka berlari kearah sumber suara itu, saat mereka melihat, Mu Fei sudah terkepung oleh anak-anak geng disana.


termasuk Dyon yang sudah memaksa Mu Fei untuk mengatakannya. tapi sesaat kemudian, tiba-tiba Dyon menghampiri Mu Fei dengan tatapan tajam.


"katakan caranya!!."


"aku bilang tidak ya tidak, jangan harap dengan kalian berhasil menangkapku, kalian bisa mendapatkan jawabannya." ujar Mu Fei dengan tangan yang sudah dipegang kuat oleh teman-temannya.


Mu Fei begitu bukan karna apa-apa, dia tau mana lawan yang kuat dan tidak. jika dia terus melawan dengan kuat, mungkin terjadi masalah disekitar sini.


"owh tetap kukuh ya, oke fine, jika itu mau elu, patahin tangan kiri dia sekarang juga!!!." titah Dyon dengan kejam.


teman-teman Mu Fei yang menyaksikan itu langsung berteriak untuk jangan melakukan itu, tapi Dyon yang sudah kesal langsung menghalang mereka.


bahkan Dyon menyuruh mereka untuk mengh*jar teman-temannya agar mereka semua tidak mau lagi berteman dengan Mu Fei.


matanya membulat sempurna, hingga dia tersenyum miring layaknya seseorang yang sedang happy.


"bermainlah denganku, tapi jangan bawa mereka."


mendengar perkataan itu, dengan segera Dyon tersenyum miring juga dan malah menghampirinya.


"Mu Fei, aku kira kamu itu kuat beneran, ternyata masih kalah juga kalo dikeroyok."


"jangan sombong dulu, aku begitu bukan berarti aku lemah. aku hanya mengalah saja karna kalian semua itu bukan apa-apa jika melawanku."


mendengar ucapan Mu Fei begitu, Huang Jia dan yang lainnya langsung ternganga. mereka takut jika amukan Mu Fei lebih berbahaya lagi.


Dyon yang ikut mendengarkan itu, kini malah tersenyum seakan-akan menganggap remeh Mu Fei.


"lu itu lawan yang gampang tau nggak."


"owh gampang ya?."


setelahnya ia menegakkan kepalanya hingga menatap orang yang sedang memegang tangannya dengan kuat.


dia langsung tersenyum dan seketika orang-orang yang memegangnya langsung terpental jauh hingga ada yang terhempas hingga kepohon.


Dyon yang sadar itu langsung terkejut melihat Mu Fei yang sudah mulai mengeluarkan tatapan tajam yang menyeramkan.


"berani menyakiti temanku, maka berani menanggung resiko berat. maaf jika kalian merasa kesakitan yang luar biasa." ujar Mu Fei yang lalu melompat.


dia langsung menghajar mereka dengan sangat cepat dan lincah, bahkan Dyon saja tidak tau dimana keberadaan pasti Mu Fei.


teman-temannyapun ikut bingung saat melihat Mu Fei yang memiliki kecepatan yang begitu besar.


bahkan beberapa menit ia memukul geng Dyon, semua yang ada disana langsung rata. wajah merasa sudah terlihat bengkak dan balu karna pukulan Mu Fei.


saat selesai menghajar mereka, Mu Fei langsung berlari kearah teman-temannya dan menolong mereka dengan hati-hati.


geng Dyon beserta Dyon langsung kesakitan terbaring dilapangan, saat itu juga gengnya yang lain datang. kali ini yang muncul sebagian besar adalah wanita.


mereka lebih terkejut saat melihat keadaan disana, bahkan bos yang satunya lagi juga ikut kaget melihat Dyon dan yang lain rata.


Mu Fei yang sadar itu langsung berkata dengan lantang... "berani mengingkari janji, maka berani menanggung resiko besar.


ini bukan apa-apa, untungnya ini adalah sekolah, jika ini bukan tempat sekolah, mungkin nyawa kalian semua sudah kuhabisi satu persatu.


berhati-hatilah jika nanti aku memburu kalian, mungkin suatu hari kalian akan pergi dari dunia ini." ujar Mu Fei.


setelah mengatakan itu, ia malah berjalan pelan menuju Dyon, ia tersenyum ramah layaknya seorang teman yang bertemu kembali.


iapun duduk didepan Dyon, sambil memukul pelan pipinya. selain memukul pelan pipinya, iapun kembali mengatakan sesuatu...


"Dyon kekalahanmu bukan hanya sekali kali ini, ingat satu hal, aku memberi kalian peringatan agar kalian tidak ikut campur urusanku.


tapi kalian malah melanggar janji kalian sendiri, apa jangan-jangan selama ini, kamu juga sering mengingkari janjimu.


berhati-hatilah mungkin suatu hari nanti seseorang akan membu*uhmu karna ulahmu sendiri. popularitas bukan segalanya dikehidupan ini.


jadi gunakan hidupmu baik-baik, jangan pernah meremehkan seseorang." ujar Mu Fei yang lalu berdiri setelahnya.


iapun pergi bersama dengan yang lainnya, teman-temannya yang sempat dihajar sedikit kini merasa kesakitan.


..."HIDUP BUKANLAH MASALAH YANG HARUS DIPECAHKAN, TETAPI KENYATAAN YANG HARUS DIALAMI."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)