
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Asal Mula Pertemanan.
(oke kali ini adalah lanjutan dari flashbacknya Mu Fei, mungkin diakhiran cerita baru diselesaikan baik-baik, agar tidak membuat penasaran.)
mendengar perkataan itu Mu Fei semakin kebingungan, namun disaat itu juga, perlahan keakraban mereka mulai terlihat satu sama lain.
padahal baru beberapa jam mereka bertemu, tapi sudah saling berbicara lebih dari 100 kata. mereka bercerita tentang hal random yang mereka temui atau apapun itu.
"Mu Fei, itu cerita paling seru, ceritakan lagi tentang dirimu yang lain!!."
"jika kau suka maka akanku ceritakan kepadamu segalanya. dari mulai pelajaran yang membosankan, bahkan sampai perkelahian semuanya ada."
lalu setelah itu mereka bercerita lagi, jam demi jam telah berlalu, kini hari sudah malam. matahari sudah terbenam sejak beberapa menit yang lalu.
dengan segera Mu Fei terdiam melihat langit yang sudah berubah gelap, tapi karna ada Xie Xiao Lin didekatnya, dengan segera Xie Xiao Lin berkata...
"tenang saja, aku akan mengantarmu pulang. prajurit, siapkan kereta untukku, kita akan pergi kekerajaan mystic." titah Xie Xiao Lin.
karna itu perintah dari pangeran, dengan segera mereka menuruti dan segera mencari kereta untuk dibawa pergi.
selama beberapa menit menunggu, tiba-tiba datanglah kereta, dengan segera Xie Xiao Lin dan Mu Fei naik kekereta.
mereka duduk dengan tenang didalamnya, walau sebenarnya perasaan Mu Fei sudah bercampur aduk.
"ayahanda dan ibunda pasti mengkhawatirkanku. aku harus cepat kembali, aku akan memberitahu mereka kali ini.
biarkan prajurit s*alan itu dibawa kepenjara paling kejam, aku ingin lihat siapa saja yang membela mereka nantinya." bathin Mu Fei yang sudah merancang satu rencana.
kali ini dia menyiapkan berbagai cara untuk menjelaskan, jika dipertanyakan lebih lanjut, dia bisa menjawab dengan jujur dan penuh dengan kesedihan.
selama diperjalanan, Mu Fei nampak sibuk memikirkan hal itu, berbeda pula dengan Xie Xiao Lin, dia malah tidur didalam kereta.
dia tanpa sadar sudah tidur didepan Mu Fei, Mu Fei yang tau itu seketika memiliki rencana jahil yang cocok untuk selir Yue nantinya.
karna sudah bersemangat ingin melakukannya, tanpa disadari dia malah teriak sekencangnya.
"aha...aku punya ide cermelang." teriak Mu Fei yang mengagetkan Xie Xiao Lin.
"ha...ide apa Mu Fei?."
"tidak apa-apa, aku hanya bergumam tadi." jawab Mu Fei dengan wajah malu.
ini kali pertamanya Mu Fei teriak tidak jelas didepan pangeran mahkota, tapi sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara dengkuran dari Xie Xiao Lin.
dengan segera Mu Fei terkekeh geli namun dengan suara yang kecil, dia tak ingin membangunkan Xie Xiao Lin, apalagi membuat ia marah hanya hal ini.
"ternyata Xie Xiao Lin hampir mirip denganku."
jam demi jam telah berlalu, kini mereka tiba dikerajaan mystic. hari sudah begitu larut, seluruh keluarganya khawatir tentang keadaan Mu Fei.
apalagi dia adalah perempuan, dia takut putri pertamanya akan diapa-apakan oleh orang jahat.
tapi siapa sangka, beberapa menit kemudian tiba-tiba lonceng seseorang datang berbunyi dengan cepat. dengan segera raja Mu Ying berlari keluar kerajaan dan ingin melihat siapa orang itu.
dia selalu berharap bahwa orang itu adalah Mu Fei yang kembali kekerajaan lagi.
tetapi saat ia melihat keluar, tiba-tiba yang muncul adalah salah satu prajurit dari kerajaan moon, dengan segera raja Mu Ying sadar.
"segeralah masuk, maaf karna tidak menyambut kalian datang." ujar raja Mu Ying dengan bijaksana.
"kami datang kesini bukan karna perintah raja moon, tapi kami hanya mengantar putri kalian pulang. pangeran kami menemukan dia dihutan."
"apa?, dihutan?, sejak kapan Mu Fei keluar jauh-jauh hingga masuk kehutan?, biarkan saya melihat anak saya."
diapun langsung berlari kearah kereta dan masuk kedalam. saat ia masuk, ia melihat Mu Fei bersama dengan pangeran Xie Xiao Lin didalamnya.
"biarkan pangeran kalian menginap disini, saya sebagai raja Mu Ying sangat berterima kasih atas pertolongannya.
jika tidak ada kalian semua, mungkin Mu Fei sudah tersesat didalam hutan tanpa ada siapapun didekatnya." ujar raja Mu Ying yang lalu menggendong Mu Fei.
ia membawa Mu Fei kekediamannya untuk istirahat disana. pagi haripun sudah tiba, matahari terbit dengan terangnya pagi ini.
tiba-tiba Mu Fei terbangun dengan wajah yang heran. diapun membuka mata dengan lebar dan melihat segalanya.
"dimana aku?, apakah aku sudah sampai dikerajaan?."
"kak Fei sudah sadar?."
"Mu Xiao Bi, apa kakak sudah sampai?."
"eumm...pangeran Xie Xiao Lin yang mengantarkan kakak."
"kakak tau itu, jadi sekarang dia dimana?."
"dia ada diruang tamu kak, dia menunggu kakak bangun. katanya sebelum dia pulang, ada yang ingin dia bicarakan dengan kakak."
"oke, kakak bersiap mandi dulu."
setelahnya Mu Fei berjalan pelan menuju kamar mandi. iapun membersihkan dirinya setelah bangun tidur.
menit ke menit telah berlalu, iapun keluar dari kediamannya. ia berjalan menuju ruang tamu dan menemui Xie Xiao Lin untuk mengucapkan terima kasih.
"terima kasih Xie Xiao Lin." ujar Mu Fei sambil berjalan pelan menghampiri dia.
"masih jauh sudah berbicara saja."
"tentu saja."
Xie Xiao Lin dengan segera menggeleng kepala dan akhirnya berdiri.... "Mu Fei ada yang ingin aku bicarakan denganmu." ujar Xie Xiao Lin.
"ada apa?."
"jadi begini, jika ada waktu kapan-kapan kita bertemu yuk. ini untukmu, ini adalah plakat keluar masuk kekerajaan moon, dengan ini kamu bisa keluar masuk kesana.
jadi kita dengan mudah bisa berkonsentrasi terus." ujar Xie Xiao Lin yang memberi ia sebuah plakat.
"terima kasih atas kebaikannya, ini adalah hadiah terima kasihku untukmu. sebuah pedang giok, aku memberikannya padamu."
Xie Xiao Linpun menerima pedang itu dengan senang hati, bahkan pedang itu ia bawa terus menerus, saat ia bertarung saja ia menggunakan pedang itu.
pedang itu adalah pedang kesayangan yang pernah diberikan oleh Mu Fei kepadanya, bahkan didalam buku sejarah, pedang itu adalah benda yang paling sering dibawa olehnya.
tapi walau begitu, dibuku sejarah tidak tertulis siapa yang memberi pedang itu padanya. ada juga yang berasumsi bahwa pedang itu diberi dewa untuknya.
sama halnya dengan pedang Mu Fei, pedang itu diberi oleh orang asing untuknya. walau ia tidak tau orang itu, tapi ia merasa bahwa orang tersebut tulus memberikan itu padanya.
...(flashback off)...
sejak itu juga, barulah Mu Fei teringat kembali masa-masa itu. iapun menceritakan hal itu kepada teman-temannya.
"jadi begitulah cerita awal mula pertemanan kami, agak aneh bukan?."
"tidak, bagiku itu luar biasa. aku baru saja mendapatkan pelajaran terbaru, aku juga baru sadar bahwa pedang yang sering dibawanya adalah pedang pemberian Mu Fei."
..."SESEORANG YANG MENGHARGAIMU TIDAK AKAN PERNAH MENEMPATKAN DIRINYA DALAM POSISI KEHILANGANMU."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)