SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 58



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Panggilan Dari Li Huang.



setelahnya Mu Fei hanya terdiam memikirkan semua itu. karna merasa penasaran, akhirnya ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya...


"menurut kalian gimana kalo kita check tempat jurang itu, siapa tau disana ada jalan kembali ya nggak?."


"ide bagus tuh, sebelumnya lebih baik kita tanya ayah dan kakekku dulu. siapa tau juga mereka ada yang paham dengan masalah jurang itu."


"bener banget kata Xiao Lin."


setelahnya semuapun berdiskusi dan memikirkannya cara bagus untuk hal ini. namun sebelumnya mereka harus sekolah dulu untuk belajar.


nanti setelah pulang baru mereka akan menyelidiki lebih lanjut tentang jurang itu. menit ke menit telah berlalu, kini mereka tiba disekolah dengan cepat.


Li Ming yang tidak tau apa-apa seketika memucat dan hanya terdiam didalam mobil itu. Huang Jia yang melihat itu seketika terkekeh kecil.


dia merasa sepertinya Li Ming merasa takut dengan mobil itu... "kamu baik-baik saja?." tanya Huang Jia yang penasaran dengan dia.


"baik, tapi benda apa ini?."


"ini adalah mobil, dijaman kita hanya ada kereta kuda atau kuda, tapi dijaman mereka ini kendaraannya ada banyak. salah satunya ya mobil, motor, sepeda dan sebagainya."


mendengar itu Li Ming mulai mengerti dan turun dari sana. namun karna pakaian dan juga aksesoris miliknya aneh, semua orang tertuju padanya.


Li Ming yang melihat semua orang begitu seketika bertanya..."Mu Fei, mereka kenapa?." tanyanya yang lalu dijawab oleh Mu Xiao Bi... "pakaianmu terlalu mencolok disini."


"benarkah?, tapi kenapa didalam dunia kita pakaian seperti ini malah dipuji?."


"beda dunia beda pendapat, dunia yang ini sudah penuh dengan kemajuan yang lebih besar. barang-barang semuanya elektronik, tidak ada yang menggunakan manual tangan.


tapi walau begitu, ada juga yang masih mau menggunakan sistem tangan. alias suka yang kekunoan dan suka akan keindahan pakaian kuno seperti ini.


kita beruntung bisa datang kesini, kita akhirnya memiliki pengalaman yang banyak." ujar Mu Fei yang lalu dipahami oleh Li Ming.


setelahnya beberapa saat kemudian, saat mereka tiba disalah satu kelas, tiba-tiba alat komunikasi Mu Fei bergetar seperti ada yang memanggil.


karna merasa penampilan, akhirnya ia menjawab panggilan itu... "hello..." sapaan Mu Fei yang membuat Li Huang menjadi terkejut.


"Mu Fei ini beneran kamu?."


"Li Huang?."


"Mu Fei, bagaimana kabarmu?."


"aku baik-baik saja, bagaimana keadaan disana?, apakah baik-baik saja?, ayahanda dan ibunda bagaimana kabar mereka?.


aku ingin tau keadaan semuanya juga, rakyat dan juga orang-orang diistana." tanya Mu Fei yang diakhir kalimatnya terdapat rasa sedih.


"semuanya baik-baik saja Mu Fei, raja Mu Ying selalu sehat. sebenarnya belum sangat lama ini aku bertemu dengan raja Mu Ying."


"benerkah?, apakah para prajurit yang aku latih sudah bisa bertarung dengan hebat?."


"mereka semua sangat lincah dan hebat, terima kasih Mu Fei kau sudah berkorban banyak hal demi keselamatan nyawa orang lain."


"itu sudah tanggung jawabku sebagai jenderal, apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi jenderal sejati yang kuat dan bertanggung jawab terhadap rakyat.


tunggu aku kembali, aku akan benar-benar memberi harapan baru yang luar biasa." ujar Mu Fei yang membuat Li Huang terkekeh kecil.


Mu Fei yang sudah tau kabar keluarganya kini merasa senang. namun sebelum itu, dia harus berkata jujur tentang sesuatu hal.


"Li Ming?, bukankah kemarin aku bertemu dengannya. kenapa dia bisa ada didekatmu?, kau sekarang ada dimana, terus benda apa yang kita gunakan ini?."


"sulit untuk menjelaskan, tapi yang pasti kami semua sekarang masih harus menyelidiki."


"aku tidak ingin berbicara dengannya, Mu Fei sampaikan maafku kepada dia. aku pergi dulu, ada hal penting yang harus kulakukan."


setelahnya benda itu mati dan seketika itu semua terputus. Mu Fei yang tau langsung menghela nafas panjang dan termenung sejenak.


Mu Xiao Bi yang melihat kakaknya begitu aneh, kini menghampiri dan bertanya..."ada apa kak?, ada yang mengganjal dihatimu?."


mendengar itu Mu Fei hanya menggeleng kepala dan berlalu pergi kekelas. kini hanya menyisakan keenam orang itu yang ada disana.


Li Ming yang sama sekali bukan murid hanya terdiam dan mengedipkan matanya sesekali. ia bingung harus apa dan kenapa dia diajak kesini.


sedangkan orang yang mengajak ia malah pergi duluan tanpa berkata apa-apa. Li Ming yang kebingungan hanya terdiam hingga akhirnya Xiao Lin berkata...


"Li Ming, jika kau merasa bosan kau bisa berjalan-jalan disekitar sini."


"baiklah, aku turuti saja."


setelahnya diapun pergi dan melihat-lihat sekolah ini dengan seksama. sesekali ia akan melihat-lihat kelas yang ada disana dengan teliti.


disisi lain lagi, Mu Fei, Mengmeng, Mu Xiao Bi dan teman sekelasnya kini belajar dengan damai. hingga tanpa sengaja Li Ming lewat dan membuat semuanya tidak fokus.


guru yang awalnya tak sadar kini mulai sadar dan melihat keluar kelas. saat itu Li Ming berada disana hanya untuk melihat-lihat kelas dan luar sekolah.


Mu Fei yang melihat itu seketika terkekeh kecil dan membathin..."aku baru tau ternyata Li Ming memiliki sisi buruk yang sedikit aneh."


"Li Ming kok jadi gini."


"sisi gelap seseorang tidak akan mudah dilihat namun tidak mudah juga dipercaya."


setelahnya guru yang melihat itu langsung keluar dan melihat siapa orang ini. saat ia keluar, Li Ming langsung menoleh hingga menampilkan wajahnya.


saat itu juga semua orang semakin terpesona melihat wajah tampannya. tak terkecuali dengan Mu Fei, dia berpikir wajah itu masih biasa-biasa saja.


"OMG!!!!, ganteng banget cuy. siapa dia?, apakah dia salah satu murid baru nanti?."


"kok makin banyak ya murid baru, mana ganteng-ganteng lagi. lihat Mu Xiao Bi aja udah ganteng, apalagi dia pasti tambah heboh."


"argggg....mataku sudah tercuci setiap hari, Dyon aja kalah ganteng kalo sama mereka berdua."


"mereka berdua siapa?." tanya Mu Fei yang lalu dijawab oleh Mengmeng karna hanya dia yang mungkin sepaket dengan murid lainnya.


"mereka berdua yang dimaksud adalah Mu Xiao Bi dan Li Ming, karna mereka pikir Li Ming bakal jadi murid disini."


"aku?, kenapa harus aku?."


"wajar jika kau disukai oleh para wanita dik, kau adalah pangeran mahkota. ditambah lagi kau harus belajar cara menambah selir."


"tapi aku tak suka mempunyai banyak istri, aku hanya mencintai satu wanita. jika perlu hanya dia satu-satunya orang yang akan kusayangi."


"sungguh kata-kata manis, kau belajar darimana dik?."


..."MAU GANTENG ATAU TIDAK, KALO TAK SEFREKUENSI, BAGAIMANA?."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)