SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 11



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Kabar Kerajaan Mystic.



kerajaan mystic yang masih belum mendapatkan kabar lebih dari Mu Fei kini merasa putus asa...


"apakah Mu Fei benar-benar sudah tiada?."


"kita tidak tau pasti yang mulia, tapi semoga saja Mu Fei masih hidup."


"semoga saja, aku sangat menyayanginya, Mu Fei satu-satunya anak perempuanku yang memiliki sifat yang berbeda jauh dari saudaranya.


rela pergi menjauh dari keluarga agar tidak menimbulkan masalah, diam-diam mengumpulkan orang-orang yang berbakat untuk melindungi kita.


Mu Fei ayahanda akui hanya dirimu yang berani melakukan itu tanpa sepengetahuanku." ujar raja Mu Ying yang mengacungi jempol.


disisi lain lagi, kabar Mu Fei masih belum ditemukan kini menjadi perbincangan hangat para rakyat...


mereka berpikir Mu Fei tak sepenuhnya seperti apa yang mereka pikirkan.


bahkan Mu Xiao Bi yang masih bersedih hanya bisa duduk didalam kamar sambil melamun. tidak tau apa yang ia lakukan kali ini.


"kak Fei pergi begitu saja, aku takut, aku tidak sanggup menahan segalanya lagi."


menit ke menit telah berlalu, kini Mu Xiao Bi yang penasaran segera keluar dari kamar dan pergi kejurang tempat dimana Mu Fei jatuh.


"aku tidak percaya perkataan siapapun, aku hanya percaya bahwa kak Fei masih hidup."


berbeda pula dengan Mu Fei, kini dia merasa sakit ntah apa yang terjadi dengannya, tapi dia merasa ada seseorang yang masih mempercayainya.


selama diperjalanan Mu Fei dan keempat remaja itu masih terdiam tanpa obrolan, hingga akhirnya Xiao Lin membuka percakapan.


"Mu Fei apa yang kamu rasakan saat jatuh dari jurang?."


"sakit dan juga senang, semua perasaan menyatu begitu saja, aku pikir saat itu aku akan bereinkarnasi menjadi seorang pemuda yang biasa saja.


tanpa memikul beban dan juga omongan orang-orang, aku berharap aku bisa seperti anak biasa lainnya bisa disayang keluarga dan juga saudara." jelas Mu Fei.


para remaja yang mendengarnya seketika merasa kasihan, mereka merasa Mu Fei terlalu terkena tekanan bathin yang cukup parah.


dari segi kehidupan saja sudah membuktikan, beban yang ia bawa jauh lebih sulit dari mereka semua.


jika anak seumuran Mu Fei bisa belajar, maka berbeda dengannya, Mu Fei malah belajar melatih bela diri dan juga teknik berperangan.


"saudaramu ada berapa?."


"saudaraku lebih dari tiga, walau beda ibu, tapi tetap saja kami sama ayah. jika dihitung jumlah aku tidak tau pasti berapa."


seketika Mu Fei terkekeh geli mendengarnya dan juga menghela nafas saat menyebut kata itu.


"aku denger kau selalu bermusuhan dengan selir Yue."


"selir Yue adalah pelayan tertinggi disana dulu, namun karna kecantikannya dia memikat hati ayahku hingga akhirnya mereka menikah.


saat itu ayahku sudah memiliki 2 istri, satu adalah ibundaku alias permaisuri, sedangkan yang satunya lagi adalah ibu dari Mu Xiao Bi dan Mu Xiao Di.


lalu muncullah selir Yue yang mencoba merebut tahta saat itu, demi melindungi ibundaku, aku rela bermusuhan dengannya.


bahkan dianggap pengganggu selir Yue, sebenarnya anaknya juga begitu mereka berdua sama-sama jahat." ujar Mu Fei yang mengingat kembali.


"siapa nama anak selir Yue itu?."


"Mengmeng kenapa lu nanya gitu, kepo ya."


"gua nggak ngomong sama elu ya, jadi elu sebagai supir diam dan berkendaralah dengan aman."


seketika Huang Jia kesal dan berdiam sambil menyupir mobil, Mu Fei yang merasa tak asing dengan suara itu seketika bertanya....


"dia siapa kalian?."


"siapa?." tanya balik Mengmeng yang merasa kebingungan dengan pertanyaan itu.


"dia yang tadi kamu ajak bicara, dia siapa?."


"dia, nama dia Huang Jia."


"Huang Jia?, Huang Jia...kenapa nama yang seperti itu terdengar asing, tapi saat mendengar suaranya aku merasa seperti mengenalinya."


"Jan sok kenal lu sama gua!!."


"diam elu Mengmeng, gua lagi ngomong sama dia."


seketika seisi mobil itu langsung berisik penuh dengan suara perdebatan. Mu Fei yang kesal mendengarnya hanya bisa menahan diri.


selama mereka berdebat, tanpa mereka sadari, mereka semua sudah sampai dirumah Xiao Lin. seketika mereka berhenti berdebat dan keluar dari sana.


disitu sudah terlihat kakeknya yang sedang duduk menunggu kedatangan Mu Fei dan juga yang lain.


saat Mu Fei turun, dengan segera kakek Xiao Lin membulatkan matanya dan terkejut melihat wajah Mu Fei.


"Xiao Lin dia siapa?."


"dia adalah orang yang memiliki giok itu kakek, dia adalah Mu Fei."


"benarkah?, apa benar kamu adalah Mu Fei, anak dari raja Mu Ying dijaman dulu."


"benar, aku adalah Mu Fei, putri pertama raja Mu Ying dari kerajaan mystic."


"jika benar begitu, alasan kamu datang kesini karna apa?."


"aku tidak tahu, saat aku terbangun aku sudah melihat keempat pemuda ini."


seketika kakeknya merasa kebingungan dan akhirnya berjalan masuk kedalam mengambil buku...


ya buku yang ingin dia ambil adalah buku sejarah, dimana sejarah tentang kerajaan mystic dan Iceland ada.


saat ia mencari, Xiao Lin dengan segera menyuruh mereka masuk kedalam rumah terlebih dahulu.


"masuklah kedalam, aku akan membuatkan sesuatu untuk kalian semua."


"oke!!!." jawab serentak.


sedangkan Mu Fei dia masih berjalan-jalan melihat rumah Xiao Lin dengan seksama. dia memperhatikan setiap sisi rumah hingga isinya.


namun beberapa alat tidak ada yang ia ketahui, kemungkinan besar karna dia hidup dijaman dulu dimana tekhnologi belum semuanya canggih.


"wah benda apa ini?."


mendengar pertanyaan dari Mu Fei, dengan segera Liu Yi menjawab.


"izin menjawab, benda yang kau tanyakan ini adalah televisi, disini kau bisa melihat sesuatu seperti drama dan sebagainya."


"drama?."


seketika dia terdiam dan tak menjawab lagi, dengan segera Mu Fei ikut terdiam. diapun masih melihat-lihat benda-benda yang ada disana.


hingga tiba-tiba datang seseorang yang memberitahu benda yang ada ditangannya itu.


"benda yang kau pegang itu adalah ponsel. benda itu sangat berguna, ketika ada ponsel maka kita bisa berkomunikasi jarak jauh."


"benarkah, bagaimana cara kerjanya."


"caranya mudah, kamu tinggal mencari kata panggilan lalu menekannya."


"begitu ya."


setelahnya dia melepaskan ponsel itu dan lalu duduk dikursi dengan sopan. pria yang tadinya menjawab itu dengan segera memperhatikan Mu Fei.


"dia siapa?, selama ini aku tidak pernah tau kalian berteman dengan dia."


"dia teman baru kami, dia adalah Mu Fei. Xiao Lin sedang berada didapur, sedangkan kakek aku tidak tau. dia bilang dia mengambil sesuatu untuk mengecek Mu Fei."


"Mu Fei?."


"ada apa?." tanya Mu Fei yang mendengar ada yang memanggilnya.


dengan segera semua orang terkaget melihatnya, mereka terkaget karna Mu Fei masih bisa mendengar suara mereka walau dari jauh.


namun tak berselang lama kemudian, tiba-tiba kakek Xiao Lin datang membawa buku sejarah lengkap tentang hal itu.


buku itu akan membuktikan apakah benar kalo ini adalah Mu Fei sungguhan.


... "LANGKAH YANG BAIK BELUM TENTU MENUNJUKKAN JALAN YANG BENAR."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)