
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Identitas Baru, Rencana Sekolah II.
hari demi hari berlalu, sudah saatnya Mu Fei dimasukkan kesekolah. kini seluruh informasi tentangnya sudah ada, bahkan akta kelahiranpun dia punya.
dengan begini Mu Fei tidak akan dicurigai sebagai orang luar oleh siapapun dan juga Mu Fei bisa masuk kesekolah yang sama dengan teman-temannya.
"Mu Fei, besok siap-siap untuk kesekolah, ayah akan mendaftarkanmu kesekolah agar kamu bisa belajar."
"iya yah, aku sudah tidak sabar menunggu hari itu. hah... setelah beberapa hari tinggal disini akhirnya aku bisa beradaptasi dengan baik.
cuaca disini juga cukup bagus, aku lumayan menyukainya. ngomong-ngomong kalo nanti aku sekolah pulangnya jam berapa?.
jika aku tau jam berapa mungkin aku gampang buat ngitung waktu." ujar Mu Fei yang lalu dijawab pelan oleh ayah Xiao Lin.
"baguslah kalau kamu sudah mulai bisa beradaptasi, kalau soal jam setau ayah palingan pulangnya jam setengah sepuluh atau sembilan malam.
tapi kalo tidak ada les, paling-paling pulangnya jam tujuh malam. semua itu nggak tergantung sih." jawab ayah Xiao Lin dengan rinci.
dengan segera Mu Fei sadar dan mulai berpikir untuk membagi waktu. karna saat ini selain menunggu sekolah, dia juga masih harus mencari jalan keluar.
dia harus bisa kembali ketempat yang seharusnya dia berada. disisi lain lagi, didunia kerajaan, kini adiknya masih terus bersedih.
bahkan dia tidak makan selama beberapa hari, dia masih tidak percaya dengan apa yang didengar oleh orang-orang.
begitu juga dengan keluarganya yang lain, semuanya sama-sama bersedih mendengar itu, berbeda pula dengan selir Yue.
dia terlihat bersedih, tapi pada nyatanya dia malah senang karna akhirnya pengganggu dikerajaan sudah tidak ada.
tapi jangan harap juga sih selir Yue bisa mengambil posisi permaisuri disini, karna sebentar lagi Mu Xiao Bilah yang akan menjadi raja.
dia sama sekali belum ada niatan menikah, walau usianya masih remaja, tapi pikiran dia sudah termasuk dewasa.
terhadap rakyat dan juga keluarga dia masih bisa menyeimbangkan segalanya.
jika berbicara tentang selir Yue, maka diingatkan lagi, selir Yue sebenarnya punya rencana jahat yang sudah diketahui oleh Mu Fei.
alasan utama dia jahat terhadap Mu Fei ya karna itu juga, bukan hanya Mu Fei saja yang tau, ternyata selama ini adiknya juga diam-diam mengetahui segalanya.
dia hanya berdiam karna takut terjadi hal diluar dugaan, makanya dia mencoba mempersiapkan segalanya dengan matang.
begitu juga dengan Mu Fei, dia sama-sama berpikiran matang tentang hal ini. dia mencoba menyembunyikan tapi pada nyatanya dia mencoba mencari cara lain untuk mengatakan.
dengan begitu rencana jahat selir Yue akhirnya terbongkar, tapi sayang semua itu sedikit gagal karena Mu Fei yang malah jatuh kedunia lain.
disisi lain lagi yang sudah pasti dunia modern kini terlihat sudah mulai malam. berjam-jam dia melamun kini akhirnya dia tertidur.
Mu Fei selalu begitu sejak dulu, setiap kali dia ingin tidur, maka dia melamun dulu memikirkan hal random yang pernah ia alami.
setelah selesai memikirkan hal itu, barulah ia tertidur nyenyak seperti tidak ada gangguan.
sedangkan ayah Xiao Lin yang sudah melihat Mu Fei tertidur kini berjalan pelan masuk kekamarnya dan menyiapkan segalanya.
begitu sayangnya dia kepada Mu Fei, tapi wajar saja, dikeluarga Xiao Lin tidak ada sama sekali anak perempuan.
adiknya bahkan kakaknya tidak punya sama sekali, dia menjadi anak tunggal sendiri. tapi setelah datangnya Mu Fei, ayah Xiao Lin mulai semangat.
karna akhirnya dia bisa mengurus anak perempuan dengan begitu baik. impiannya yang selama ini ingin mempunyai anak perempuan akhirnya terwujud.
diapun menyiapkan surat-surat dan juga peralatan sekolah Mu Fei.
"setelah selesai mendaftar, akhirnya Mu Fei bisa sekolah."
diapun membereskan segalanya setelah itu. jam demi jam telah berlalu, kini pagi mulai menyapa. Mu Fei yang sadar hari sudah pagi dengan segera bangun dan beres-beres.
diapun mandi dan lalu berjalan perlahan menuju dapur. menit ke menit telah berlalu, kini tanpa waktu lama mereka semua duduk dan makan.
mereka makan dengan perlahan dan penuh bersyukur, tanpa ada kata-kata mereka makan dengan nyaman.
"Mu Fei, sudah siap melihat sekolah sebelum akhirnya mulai masuk."
"eummm...aku penasaran dengan sekolah kalian."
"semangat sekali kalian berdua ini, ayoyo...ayah senang melihat kalian berdua akur dan selalu ramah."
"pastinya ayah, orang Mu Fei aja seru kok diajak bicara."
"iya ayah, Xiao Lin juga begitu orangnya seru juga."
setelahnya mereka tertawa bersama, menit ke menit telah berlalu, kini mereka berangkat kesekolah pagi-pagi sekali.
"ayah, aku sedikit gugup, aku dulu pernah dicap sebagai bodoh."
"orang bodoh saja bisa sukses, apalagi kamu, jadi semangat jangan menyerah."
"iya ayah, terima kasih karna sudah nyemangatin aku."
tanpa perlu waktu lama, mereka sudah tiba disekolah. Mu Fei yang baru melihat sekolah itu dengan segera membulatkan matanya dengan sempurna.
"ayah, ini sekolahnya?."
"iya Mu Fei."
Mu Feipun mulai tertarik dan lalu berjalan pelan menuju gerbang sekolah. mereka semuapun ikut, sambil melihat-lihat sekolahnya.
sesampainya mereka didalam kantor guru, terdapat kepala sekolah yang ternyata baru sampai juga.
dia sepagi ini untuk datang kesekolah karna ayah Xiao Lin sudah meneleponnya.
"ayah Xiao Lin, bagaimana kabar anda?." tanya kepala sekolah sambil bersalaman dengannya.
"baik saja pak."
"hahah...duduklah kalian semua, btw kalian datang kesini karna apa ya?."
"jadi gini pak, saya ingin mendaftarkan anak saya ini kesekolah ini."
"bukannya Xiao Lin sudah menjadi murid disini."
"bukan Xiao Lin pak, tapi dia yang ada disebelah saya. saya ingin mendaftarkan dia disini. bisakan pak?."
"tentu bisa, sudah disiapkan semua data keperluan dia pak?."
"sudah semua, ini surat-surat dan juga dokumen lain. jika ada yang kurang bilang saja pak, nanti saya bawa lagi kesini."
"eummm...oke, bagus...dia diterima sekolah ini, hari ini juga kamu boleh masuk sekolah. ingat masuk pukul jam setengah tujuh pagi."
"beneran pak, hari ini saya bisa sekolah disini?." tanya Mu Fei dengan semangat.
"iya nak, kamu bisa masuk sekarang."
setelah mendengar itu Mu Feipun senang, namun setelahnya ayah Xiao Lin malah bertanya... "kamu bawa baju seragamnya?."
"bawa yah, aku selalu siap siaga untuk kali ini."
"yaudah kalo gitu kamu ganti dan pakai sekarang. karna hari ini juga kamu sudah bisa belajar ternyata."
"yeah...senang banget aku ayah." ujar Mu Fei yang lalu disambung didalam hati.. "akhirnya selama bertahun-tahun aku tidak sekolah lagi kini akhirnya aku bisa melanjutkan.
ya walau beda pelajaran tapi tidak masalah, lagipun dulunya aku pernah melatih tulisan tanganku."
..."KAMU LEBIH KUAT DARI YANG KAMU TAHU. LEBIH CAKAP DARI YANG PERNAH KAMU IMPIKAN. DAN KAMU DICINTAI LEBIH DARI YANG BISA KAMU BAYANGKAN."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)