SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 63



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Guru.



disisi lain lagi, Mu Fei yang sedang mencari, kini bertemu langsung dengan kakek Xiao Lin. disitu ia langsung menghampiri dengan tergesa-gesa.


"kakek, aku ingin bertanya."


mendengar suara Mu Fei, dengan segera ia berhenti melakukan sesuatu dan menoleh seketika..."ada apa Mu Fei?." tanya kakek Xiao Lin.


"kakek ini beneran giok asli bukan?, jika ia palsu aku akan lega, tapi kalau asli berarti dia ada disini." ujar Mu Fei yang seketika merubah raut wajahnya.


tiba-tiba wajahnya langsung berubah menjadi sedih, nampaknya orang itu benar-benar dirindukan oleh Mu Fei, bahkan giok itupun membuat Mu Fei merasa tak nyaman.


melihat wajah Mu Fei yang begitu aneh, dengan segera kakeknya mengajak Mu Fei ketempat biasa kakeknya bekerja.


"Mu Fei ikut kakek kesesuatu tempat, mungkin disana ada beberapa benda yang bisa membantu mana yang asli dan palsu."


"baiklah kek."


setelahnya kedua orang itupun berjalan keluar dan pergi kegudang. disitu ada sebuah celah yang seketika saat ditekan tombol langsung terbuka jalan untuk masuk.


disitu mereka masuk ketempat itu, disitu Mu Fei hanya bisa terdiam sambil berjalan masuk. setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tiba.


disaat itulah kakeknya langsung berkata..."mana giok tadi, kakek mau lihat lebih dekat." ujar kakeknya yang membuat Mu Fei langsung mengambil.


iapun langsung memberi giok itu dan berkata..."ini kek." ujarnya yang lalu diambil dengan pelan oleh kakeknya.


dengan segera kakeknya langsung memeriksa giok itu, disitu ia memakai kaca pembesar untuk melihat lebih teliti giok itu.


saat ia sedang memeriksa, tiba-tiba ia melihat sesuatu. ia melihat ada sebuah tulisan yang diawali dengan kata Mu, disitu kakeknya kembali bertanya.


"Mu Fei, siapa pemilik giok ini?, kenapa ada tulisan nama Mu disini."


mendengar pertanyaan itu dengan segera Mu Fei yang ragu-ragu langsung menjawab..."dia adalah guruku, saat masih kecil aku sering belajar darinya.


bela diri termasuk pedangku itu semua adalah pemberian darinya. tanpa dia mungkin aku hanya anak gadis biasa yang terlalu berharap lebih.


namun dia juga yang membuatku memiliki pengalaman, aku ingin tau dia sebenarnya siapa. padahal aku adalah muridnya, tapi aku sama sekali tak tau namanya.


aku selalu memanggilnya guru, giok itu adalah punyanya. aku memberi tulisan namaku disitu karna aku ingin dia tetap mengingatku.


tapi siapa sangka, aku malah melihatnya didunia ini lagi." jelas Mu Fei yang membuat kakeknya paham, disitu ia langsung mencari buku.


iapun kembali memeriksa dengan teliti, ia ingin tau apakah ini asli atau palsu. setelah diteliti lebih lanjut, corak bahkan warnanya sangat asli.


disitu sudah dipastikan bahwa giok ini sungguh asli, disitu kakeknya langsung berkata dengan jujur...."nampaknya ini benar-benar giok asli."


mendengar ucapan itu Mu Fei seketika terdiam dan termenung. siapa sangka orang yang dia pikir sudah hilang kini muncul kembali lewat giok itu.


"dimana dia sekarang?."


setelah mengatakan pertanyaan itu, ia langsung pergi dari sana dan bergegas menghampiri teman-temannya yang sama sekali tidak tau kabarnya.


setelah itu saat ia diluar, ia melihat semua temannya muncul. bahkan Mengmeng dan Liu Yi yang awalnya tak ada kini muncul juga.


disitu Mu Fei hanya terdiam dan bertanya..."kapan kalian datang?." tanya Mu Fei yang mengagetkan semua teman-temannya.


mendengar pertanyaan itu wajah Mu Fei kembali ragu-ragu. iapun hanya menjawab dengan singkat..."ada urusan yang penting tadi."


setelahnya mereka semua berkumpul dan bercerita banyak hal. Mu Fei yang mengamati diam-diam termenung hingga mengingat kembali wajah gurunya.


walau ia bermuka tua, tapi dari tenaga hingga kekuatannya masih begitu muda. namun disaat ia membayang wajah gurunya, tiba-tiba ia penasaran dan kembali melihat giok itu.


disitu ia langsung mengeluarkan dan memperlihatkan kematahari. giok itu semakin bersinar terang dan bahkan ia melihat beberapa hal.


disitu Li Ming memperhatikan hingga akhirnya ia berkata..."Mu, cuaca cerah membuatku merasa nyaman, Zhang Yi." ujar Li Ming yang membuat Mu Fei bertanya.


"kau bisa membaca tulisan ini?."


"bisa sedikit, ini seperti tulisan disesuatu tempat. aku merasa seperti tidak asing dengan nama Zhang Yi ini, siapa dia, kenapa kau bisa menyimpan giok ini?."


"Zhang Yi, dia siapa?, hanya bertanya Li Huang mungkin dia bisa membantu dari sana." ujar Mu Fei yang lalu menghela nafas panjang.


semua orang yang melihat itu seketika terdiam, namun adiknya yang membaca kata Mu kini langsung bertanya dengan kakaknya.


"kak Fei, kenapa disini ada tulisan nama Mu, dan lalu sepertinya gaya tulisan ini milikmu."


mendengar pertanyaan itu Mu Fei hanya terkekeh kecil dan menjawab..."itu benar, tulisan ini memang punyaku."


"kok bisa kak, apa selama ini kakak diam-diam memiliki pacar?."


mendengar ucapan itu Mu Fei seketika memandang tajam kearah adiknya. iapun kembali murung dan hanya menghela nafas panjang.


melihat Mu Fei begitu murung, teman-temannya hanya merasa khawatir. ia takut Mu Fei akan nekad melakukan hal aneh dikemudian hari.


ia sama sekali tidak bilang pemilik giok ini, namun dari raut wajah sepertinya orang itu kenal dekat dengan Mu Fei, seperti sahabat atau pacar.


namun dibalik semua itu, ternyata ada beberapa hal yang mungkin susah dimengerti. hari demi hari telah berganti begitu cepatnya.


kini mereka bersekolah seperti biasa, nampaknya Huang Jia tidak menjemput karna mobilnya rusak, dia kemungkinan besar juga hanya bisa naik bus.


mendengar kata itu, Mu Fei dan kedua orang itu langsung bersiap berjalan menuju tempat bus. beberapa menit setelah menunggu, tiba-tiba seorang pria berlari dengan cepat.


disitu ia juga ikut menunggu bus, beberapa saat kemudian datanglah bus. dengan segera mereka yang menunggu langsung masuk kedalam.


namun disaat Mu Fei ingin masuk, tiba-tiba seseorang tak dikenal langsung menyerobot masuk, dengan segera Mu Fei langsung terjatuh.


untungnya pria yang tadi berlari masih ada disana, melihat Mu Fei hampir terjatuh dengan segera ia menangkap tubuhnya dan menggendongnya.


disitu Mu Fei yang digendong olehnya seketika terdiam dan menatap wajah pria itu dengan seksama. iapun semakin berpikir yang aneh-aneh.


bahkan ia melihat pria itu sekilas mirip dengan gurunya. setelah beberapa saat ia digendong, tiba-tiba pria itu yang mungkin kebiasaan langsung menyentil dahi Mu Fei.


"gadis bodoh, sudah tau ada yang menyerobot masih saja nekad masuk."


mendengar perkataan itu, Mu Fei yang tak terima langsung berkata..."kamu jangan main fitnah, ditambah lagi jangan pernah menyentil dahiku."


..."SEKALI DALAM HIDUP ORANG MESTI MENENTUKAN SIKAP. KALAU TIDAK, DIA TAKKAN MENJADI APA-APA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)