SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 49



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Rencana Perkemahan I.



menit ke menit telah berlalu, kini mobil Huang Jia tiba. merekapun masuk dan langsung saja berjalan, mereka juga harus tiba dirumah Mengmeng.


setelahnya 2 adik kakak itu masuk kedalam mobil dan lalu duduk dikursi. disepanjang jalan, hanya Liu Yi, Xiao Lin, dan juga Huang Jia yang berbicara.


terkadang Mu Xiao Bi juga ikut berbicara didalam obrolan kecil itu. ia juga terasa bosan jika tidak ada obrolan sama sekali.


namun berbeda dengan Mu Fei, ia malah terdiam dan menatap keluar jendela mobil. tanpa perlu berlama-lama, Huang Jia langsung bertanya...


"why?." tanya Huang Jia yang membuat Mu Fei menoleh dan menjawab... "tidak apa-apa." jawabnya dengan singkat.


disisi lain lagi, burung yang ditugaskan mengantar surat itu kepada Mu Fei kini malah terbang menuju jurang itu. ia juga merasa bahwa jurang ini ada masalah.


iapun semakin masuk kesana hingga akhirnya tembus kedunia modern. disitu sang burung terus terbang dan memeriksa setiap jejak disana.


sedangkan Mu Fei sendiri, ia sudah tiba disekolah dengan begitu cepat. ia turun dari mobil dan berjalan masuk dari gerbang sekolah.


disitu terlihat satpam yang melihatnya langsung terkekeh kecil dan berkata... "masuk cepat terus ya dek, btw semangat belajarnya."


"iya pak, pastinya kami semangat belajar."


"ehhh sini dulu, kalian mau tau info terbaru nggak?."


"mau pak, emangnya info apa?."


"katanya pak kepala sekolah pengen ngerencanain buat adakan perkemahan dihutan. lalu yang ikut itu dari mulai kelas 11 sampai kelas 13."


"beneran pak?."


"iya, kalo nggak percaya nanti pasti ada pengumuman kok kalo beneran."


"owh gitu pak, oke makasih ya infonya ini."


setelahnya merekapun masuk kedalam sekolah dan disepanjang jalan mereka terus membahas tentang perkemahan. jika ingin bertanya tentang kemah, maka Mu Fei biasanya tau.


karna selama masa perang, ia akan berada diluar istana. disitu ia akan membuat tenda kemah dan akan berada disana selama beberapa bulan.


terkadang jika ada perang besar, Mu Fei akan pulang sekitar 1 tahunan. jika itu hanya perang kecil-kecilan dan belum melebar paling pulangnya sekitar 5 bulanan sekali.


Mu Fei sangat jarang ditemui diistana, jika ingin mendapatkan kabarnya hanya dengan mengirimkan ia surat barulah ia akan membalasnya.


mengingat masa lalu, kini kita membahas tentang burung merpati yang masih mengantarkan surat untuk Mu Fei itu.


ia terus terbang dan melihat-lihat kondisi orang-orang disini. mungkin didalam hatinya sudah terdapat beberapa kata lain.


diapun terus terbang tinggi hingga akhirnya menuju sebuah gedung sekolah. ya benar tempat dimana Mu Fei sekolah, burung itu terus terbang disana dan melihat.


saat itu juga Mu Fei sedang berada dikoridor bersama dengan teman-temannya. disisi lain lagi burung itu yang sudah melihat wajahnya kini terbang kearahnya.


iapun mengeluarkan suara dari kepakan sayapnya dan memberi suara yang berisik dari atas. Mu Fei yang sadar akan hal itu langsung menoleh kebelakang.


ia malah terus maju dan mengejar Mu Fei, Mu Fei yang mulai sadar lalu menangkap burung itu dengan mudah. saat ia menangkap burung itu, ia langsung melihat sebuah kertas dikakinya.


bahkan teman-temannya juga penasaran melihat itu, mereka terkejut ternyata masih ada orang yang ketinggalan zaman dan malah menggunakan hal kuno.


namun Mu Fei yang melihat kertas itu langsung paham, ia langsung menarik kertas dari kaki burung itu. setelah itu barulah ia melepaskan burung itu.


iapun meraba kertas itu dan sesekali mencium aroma kertas itu... "aneh, kenapa kertas ini aromanya seperti punya dari kerajaan mystic.


dan juga ada bau lain disini, seperti bau harum dan juga bau enak disini. nampak seperti bau yang familiar untukku sendiri.


tapi bau apa ini?." ujarnya sekaligus bertanya-tanya tentang bau ini. diapun masih merasa penasaran kenapa ada kertas ini didunia modern.


karna kertas didunia yang sekarang ia tempati itu berbeda dari kertas didunianya. iapun merasa ada yang aneh, karna merasa penasaran iapun membuka kertas itu.


disitu terdapat tulisan surat dari seseorang, teman-temannya yang melihat itu langsung membaca dengan sangat teliti dan benar.


untuk Mu Fei, dari Li Huang.


(tidak tau kamu bisa membacanya atau tidak, tetapi aku percaya bahwa dirimu tidak akan mudah pergi begitu saja. aku percaya satu hal, suatu hari nanti kita akan bertemu lagi. kau akan muncul disaat itu, memberi harapan baru untuk semuanya dan termasuk diriku. aku hanya ingin bertanya, bagaimana kabarmu selama ini?, apakah kau jauh lebih baik daripada sebelumnya?. tulisan yang kubuat sudah panjang, sekian untuk sekarang. semoga kau menjawab surat ini dan memberitahu bagaimana kabarmu."


(sekian dan terima kasih) (Li Huang).


membaca ada kata Li Huang, mereka setengah tak percaya hal ini. tidak mungkin Li Huang ada didunia ini juga, tetapi ada yang aneh disini.


Mu Fei mulai menoleh keatas dan melihat burung itu... "bagaimana caramu bisa sampai disini?." tanya Mu Fei kepada burung yang terbang itu.


iapun membaca setiap kata yang ditulis oleh Li Huang, iapun menghela nafas dan berkata kepada temannya... "aku jawab tidak?."


"jika kau benar-benar penasaran maka jawablah, mungkin setelah kau menjawabnya, maka kau akan tau kebenarannya."


"benar juga, yaudah bentar aku duduk dulu mau jawab surat ini."


setelahnya iapun duduk disalah satu bangku dikoridor dan mulai mengambil kertas dan pulpen. iapun mulai menulis surat itu untuk Li Huang.


...**teruntuk Li Huang........


(tidak tau kau asli atau bukan, tetapi aku benar-benar dalam keadaan baik-baik saja. disini kehidupanku cukup bagus, bahkan Mu Xiao Bi juga ada disini. kami berdua benar-benar menjalani kehidupan baru yang benar-benar baik, disini aku mendapatkan teman baru. Li Huang jika benar ini dirimu, maka tolong sampaikan pesanku kepada ayahanda. ayahanda, kami berdua sangat merindukan tawa dan juga candaanmu. jika benar ada jalan untuk kembali, maka aku akan segera kembali lagi. memberi harapan baru untuk rakyat dan juga bagi kerajaan. sampai disini dulu aku menjawabnya, semoga orang yang menulis ini benar-benar dirimu Li Huang."


...(tertanda Mu Fei**)...


setelah ia menuliskan kata-kata itu, iapun kembali menggulungkan kertas itu dan mengikatnya dikaki burung merpati.


setelahnya burung itu pergi dan kembali mengirimi surat baru untuk Li Huang, Mu Fei yang melihat burung itu cukup berharap besar untuk hal ini.


"semoga itu benar-benar dia." bathinnya dengan wajah yang penuh dengan harapan baru. ia merasa mungkin akan ada harapan dikemudian harinya.


..."DISAAT KUNIKMATI, HIDUP INI INDAH. DAN LANGSUNG PUSING KETIKA MULAI KUPIKIRKAN."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)