
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Bertemu Lagi.
setelah beberapa menit menunggu dihalte bus, tiba-tiba seorang pria muncul ntah darimana datangnya untuk menunggu bus.
disitu ia hanya berdiam diri tanpa menoleh kearah manapun. Mu Fei dan yang lainnyapun ikut terdiam melihat semua suasana yang canggung itu.
menit ke menit telah berlalu kini bus datang dengan cepat, disitu Mu Fei dan yang lainnya segera masuk. begitupun dengan pria aneh yang ada didekat mereka.
dia juga perlahan masuk kedalam bus dan duduk dengan santai, selama diperjalanan Huang Jia terdiam karna ia merasa senang bisa duduk didekat Mu Fei lagi.
bagaimanapun kali ini walau ia tidak menggunakan mobil seperti biasa, tetapi tetap saja ia bisa duduk disebelah Mu Fei dengan tenang.
disaat itulah ia langsung menoleh kearah Mu Fei yang menghadap kejendela. disitu ia mengucapkan beberapa kata untuk memulai percakapan.
"Mu Fei, menurutmu seru tidak naik bus?." tanya Huang Jia yang mencoba memulai percakapan dengannya, disaat itu juga Mu Fei menoleh kearahnya dan menjawab...
"eummm...aku merasa cukup senang dengan hal ini."
setelahnya Huang Jia terdiam dan menatap wajah Mu Fei secara teliti, ia terkekeh kecil melihat wajah imut Mu Fei yang cukup membuatnya merasa terpesona.
"kok bisa gua jadi gini, Mu Fei cantik banget."
setelah mengatakan itu, tiba-tiba Mu Fei menghadap kedia dan berkata..."Huang Jia." ujar Mu Fei yang mengagetkan Huang Jia.
"ya, ada apa?."
"menurutmu aku bisa tidak jadi jenderal lagi?."
"tergantung kemampuanmu."
"hahahaha...bisa aja kamu."
setelah itu keduanya saling terkekeh dan terdiam sejenak. setelah itu beberapa saat kemudian, tiba-tiba dihalte bus lain ada beberapa penumpang yang ingin naik juga.
disitu busnya berhenti dan seketika orang-orang yang ingin masuk segera melangkah naik kedalam bus. ternyata diantara banyak orang, ada satu pria yang membuat Mu Fei kesal.
dia adalah Chen Liu sendiri, ia langsung masuk bersama dengan wanita itu. ia perlahan masuk dan tersenyum ramah melihat orang-orang.
saat ia ingin duduk disalah satu kursi kosong, tiba-tiba datang seorang nenek-nenek yang ingin duduk. disitu Chen Liu dengan baik langsung memberikannya.
Chen Liupun memilih berdiri, berbeda dengan wanita yang bersama dengannya. ia malah duduk didekat Mu Xiao Bi dan tersenyum kepadanya.
disitu Mu Fei nampak kesal dan hanya bisa bergumam kecil dengan suara kesal..."cih...ni dua orang yang tadi pagi ngapain muncul lagi.
udah tenang malah dibuat kesal lagi, mana yang ceweknya duduk dekat ma adikku." gumam Mu Fei yang lalu kembali berkata dan memberi isyarat kepada adiknya.
"dik...pindah." ujar Mu Fei sambil memberi isyarat kepada Mu Xiao Bi. disitu Mu Xiao Bi paham dan langsung berkata dengan pelan kepada wanita disampingnya.
"maaf kak, boleh permisi, aku mau berdiri."
mendengar ucapan Mu Xiao Bi, dengan segera wanita itu langsung memberi jalan dan dengan segera Mu Xiao Bi berdiri.
disaat itu juga, Mu Fei langsung berkata kepada Huang Jia..."Huang Jia, bagi jalan, aku mau pindah. didekat kamu ada adikku, ingat."
setelah mendengar itu, Huang Jia dengan segera memberi jalan. disitulah Mu Fei berdiri dan ingin duduk disamping wanita itu.
namun saat ia sedang ingin kesana, tiba-tiba supirnya memberhentikan mobilnya secara mendadak karna lampu merah menyala.
disaat-saat itulah, Mu Fei menghentikan nafasnya dan terdiam merasakan pelukan yang tak asing dari pria aneh itu.
ia merasa seakan-akan ada seseorang yang ia kenal sedang memeluknya dengan begitu erat. bahkan hatinya terasa hangat dan juga merasa kehadiran seseorang.
"guru." gumam pelan Mu Fei yang merasakan pelukan itu. namun Huang Jia dan teman-temannya yang melihat itu malah merasa kesal.
setelah beberapa saat kemudian, barulah Mu Fei sadar dan langsung berkata..."terima kasih, lain kali jangan cari kesempatan. aku bisa mengatasinya sendiri."
"dasar gadis bodoh." ujar Chen Liu yang kembali menyentil dahinya dengan pelan. disitu Mu Fei kembali kesal dan ingin memukulnya.
namun melihat banyak orang, akhirnya ia memilih untuk diam dan berjalan menuju kursi tersebut. disisi lain lagi, Huang Jia yang baru melihat itu merasa cemburu.
"kok hatiku terasa nggak rela ya, aduh gimana nih, kok rasanya sakit banget."
melihat ekspresi dan juga gaya Huang Jia yang berbeda, membuat Mu Xiao Bi sadar dan terkekeh kecil. iapun menoleh kearah Mu Xiao Bi dan berkata.
"ada apa?, apakah ada yang lucu?."
"kamu cemburu melihat kak Fei dipeluk tadi."
"tidak, aku tau keadaan begitu."
"iyakah, tapi kok rasanya kamu kayak sedih gitu, apakah kamu benar-benar nggak cemburu?."
"nggak beneran."
setelah menyebutkan kata itu, disisi lain Mu Fei yang tadinya terlihat kesal kini berubah menjadi diam dan melamun disepanjang jalan.
ia terus memikirkan gurunya, setelahnya ia mendapat pelukan dari seorang pria asing. disitu ia sedikit kesal, namun karna pelukan tadi malah membuat ia teringat sesuatu.
"guru, dimana kamu sekarang?, kau masih ingat tidak denganku, setelah kau menghilangkan giok yang kuukir dengan namaku disalah satu sisi.
dimana guruku yang begitu jelek, tak berguna, hanya bisa menipu, pembohong besar, suka membual hal yang tak berguna, dan juga selalu mabuk-mabukkan.
dia dimana sekarang, jika aku bertemu dengannya, akan aku potong tangan dan kakinya untuk hutang yang dulu pernah kau janjikan padaku." bathin Mu Fei sambil menangis keras.
disisi lain lagi, Chen Liu yang ntah kenapa tiba-tiba bersin dan hidungnya seketika memerah. disitu ia dengan kesal membathin...
"siapa yang berani mengataiku dalam hati?, tapi ngomong-ngomong tentang itu kenapa aku teringat dengan gadis bodoh itu lagi.
ntah kenapa rasanya sedikit familiar dan juga terasa dekat satu sama lain, seakan-akan dulunya aku pernah dekat dengannya dan bahkan mungkin pernah bersama dengannya.
tetapi sejauh ini aku belum pernah dekat dengan gadis kecil seperti itu dulunya, terkecuali anak kecil yang pernah berguru denganku dulu.
anak bodoh bagaimana kabarmu?, apakah kau baik-baik setelah aku pergi?." bathin Chen Liu yang tiba-tiba membuat Mu Fei bersin.
terasa sekali keduanya seperti sedang mengatai satu sama lain, bahkan penumpang lain yang mendengar dan melihat itu ikut merasa aneh.
suasana yang berubah drastis, bahkan hawa didalam bus itu berbeda dari biasanya. Mu Fei yang sadar itu seketika menahan diri untuk tidak bertindak lebih.
..."ORANG-ORANG BIASANYA MELIHAT APA YANG MEREKA CARI, DAN MENDENGAR APA YANG MEREKA INGIN DENGAR."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)