SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 48



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Mu Fei Berhasil Menangkap Penjahat (Permintaan Baru Dari Li Huang).



"apa yang kau lakukan?." teriak Huang Jia yang terkejut melihat Mu Fei melukai tangannya sendiri hingga mengeluarkan darah yang banyak.


mendengar teriakan itu, tentunya Mu Fei merespon dan menjawab... "salahku membun** dia, aku sudah terbiasa melakukan hal ini.


apakah kali ini aku benar-benar salah?, apakah aku lebih baik masuk penjara juga?, aku sudah membun** 2 orang yang bukan dari duniaku sendiri.


jika ini adalah duniaku, mungkin aku masih merasa biasa saja. aku tau kesalahanku begitu besar. kuharap kalian para penjahat tidak menjadi sepertiku.


bangga karna membun** dengan keji, aku mohon semoga kalian sadar." ujar Mu Fei yang mengeluarkan raut wajah bersalah dan sedih.


ia tak tau harus apa lagi, ia hanya tau bahwa apapun yang terjadi ia harus mengutamakan keselamatan orang. bahkan jika harus mengorbankan diri sendiri, ia akan tetap melakukannya.


setelahnya beberapa menit kemudian, tibalah polisi dan membawa mereka semua kedalam mobil. pak polisi yang pernah bertemu dengan Mu Feipun kini terkekeh kecil.


"kau lagi gadis kecil, ngomong-ngomong salah satu diantara mereka apakah ada yang mencoba melakukan sesuatu hal buruk?."


mendengar pertanyaan itu Mu Fei langsung kaget dan berkata... "apakah itu salah?, ia hampir saja ingin melukai kami. tetapi aku juga salah, dia mat* ditanganku."


"tidak masalah, terkadang kita harus memberi pelajaran lebih kepada orang seperti ini. lagipun kita tidak tau hukuman apa yang akan diberikan nanti.


owh iya gadis kecil, apa kau mau ikut kepersidangan untuk melihat hukuman aslinya nanti?." tanya pak polisi yang membuat mereka terkejut.


"emangnya boleh ya pak?."


"iya tuh, biasanya juga nggak."


"wihhh nggak sekalian ajakin kami?."


begitulah kira-kira omongan teman-temannya yang mendengar perkataan pak polisi itu. Dyon dan temannya yang bersembunyi disemak-semak kini terdiam.


mereka mendengar dengan seksama obrolan kecil itu. hingga tanpa mereka sadari, ada serangga kecil yang sedang menggigit mereka.


merasa ada yang sakit dan gatal disekujur tubuh mereka, merekapun tanpa sengaja berteriak dan menggaruk badan mereka.


Mu Fei yang mendengar itu langsung sadar dan menatap mereka dengan pandangan yang tajam. bukan hanya Mu Fei, tetapi teman-temannya yang lain juga begitu.


mereka kesal karna diam-diam Dyon mengikuti mereka dari belakang. karna hal itu, Mu Fei akhirnya berjalan pelan kearah mereka dengan pandangan penuh kesal.


"apa yang kalian lakukan disini?."


mendengar pertanyaan kasar dari Mu Fei, kini mereka ketakutan. ntah kenapa melihat gerakan Mu Fei yang begitu ganas membuat mereka takut.


mereka takut jika suatu hari mereka akan sih*j*r begitu oleh Mu Fei, bahkan sekelompok orang jahatpun masih gagal mencoba melukai Mu Fei.


"Kam..." jawab temannya namun malah dibawa lari oleh Dyon hingga masuk kedalam mobil mereka. setelahnya merekapun pergi dari sana dengan wajah takut.


Mu Fei yang melihat itu hanya terdiam dan mengedipkan mata layaknya sedang kebingungan. ia bingung karna tiba-tiba seorang Dyon lari begitu saja.


biasanya pasti akan mengajak ribut dulu sebelum pulang ataupun pergi kemanapun. namun setelahnya pak polisipun pergi dari sana.


mereka menaiki mobil dan bergegas pergi, begitu juga dengan Mu Fei. jam demi jam telah berlalu, kini disisi lain lagi lebih tepatnya dunia kerajaan.


Li Huang yang ditangkap akhirnya bebas, iapun kembali pergi dari sana dan mencoba mencari beberapa pekerjaan baru untuknya.


ia juga merasa bahwa hilangnya Mu Xiao Bi dan Mu Fei itu sama. ntah kenapa pikirannya kembali teringat akan masa lalu yang begitu indah.


masa dimana ia sering berbicara dengan Mu Fei bahkan sering bermain catur bersama. hal yang paling mereka sukai adalah permainan teka-teki.


"sadarlah Li Huang, walau kau terus mengingat ia, bukan berarti ada hal baik diantara kami.


jika saja ada seekor burung yang mampu mengantarkan surat kepada Mu Fei, maka akan aku lakukan hal itu dengan segera." ujar Li Huang.


setelahnya tiba-tiba muncul seekor burung merpati cantik yang terbang kearahnya. seperti burung itu mampu melakukan hal itu untuknya.



...(by pinterest)...


nampaknya permintaan ia terwujud kali ini, iapun membuka matanya lebar-lebar dan tersenyum tipis. ia senang karna permintaannya terkabul.


setelahnya iapun berjalan dan mengambil burung itu dengan senang hati. iapun menatap burung itu dan berkata kepadanya...


"apakah kau benar-benar mampu melakukan itu?, jika iya maka tolonglah aku. aku ingin mendengar kabar ia walau hanya lewat surat.


tidak tau itu asli atau tidak, setidaknya seperti terasa bahwa itu nyata." ujar Li Huang yang membuat burung itu kasihan dan setuju akan hal itu.


iapun menerima tawaran itu, ia akan mengantar surat itu kepada orang yang ia sayangi dengan tepat. bahkan jika harus lewat dimensi lain dia akan melakukannya.


setelah itu Li Huang bersemangat dan meminta izin untuk diberi sebuah kertas dan pena... "tuan, ada kertas dan pena?, saya ingin meminjamnya." tanya Li Huang.


"ada sebentar."


beberapa menit kemudian, tuan itu muncul dan memberi Li Huang sebuah kertas dan pena. setelahnya iapun menuliskan sebuah surat untuk Mu Fei.


isi surat itu adalah.....


**untuk Mu Fei, dari Li Huang.


(tidak tau kamu bisa membacanya atau tidak, tetapi aku percaya bahwa dirimu tidak akan mudah pergi begitu saja. aku percaya satu hal, suatu hari nanti kita akan bertemu lagi. kau akan muncul disaat itu, memberi harapan baru untuk semuanya dan termasuk diriku. aku hanya ingin bertanya, bagaimana kabarmu selama ini?, apakah kau jauh lebih baik daripada sebelumnya?. tulisan yang kubuat sudah panjang, sekian untuk sekarang. semoga kau menjawab surat ini dan memberitahu bagaimana kabarmu."


^^^(sekian dan terima kasih) (Li Huang**).^^^


setelah selesai menulis surat itu, iapun membungkusnya dan mengikatnya tepat dikaki burung merpati. tak lupa juga ia berbisik tentang wajah dan juga bentuk tubuh orang itu.


ia memberitahunya dengan detail, ia berharap bahwa burung itu benar-benar memberikan kepadanya. setelahnya burung itupun terbang dan mengantarkan surat itu.


disisi lain lagi, lebih tepatnya dunia modern. Mu Fei yang melamun tiba-tiba merasa mengantuk. iapun bergegas masuk dan tidur dikamar.


jam demi jam begitu cepat berlalu, malam telah dilewatkan lagi. begitu cepat bagi Mu Fei dan yang lainnya. kini mereka bertiga bergegas bersiap pergi kesekolah.


sebelumnya mereka masih harus menunggu Huang Jia datang... "kak Fei, kakak semalam tumben cepet tidurnya?." tanya Mu Xiao Bi.


"aku juga tidak tau, tiba-tiba semalam terasa mengantuk sekali."


..."JIKA KAMU TAK MEMBAYANGKANNYA, TAK ADA SESUATUPUN YANG AKAN TERWUJUD....


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)