SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 12



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Perasaan Mu Fei.



setelah itu semuanya berfokus pada buku, termasuk Mu Fei sendiri. dirinya membaca setiap kata dari buku, namun sesaat ia membaca seketika dirinya menoleh kearah lain.


wajahnya lalu berubah menjadi ragu-ragu, semua orang yang melihatnya seketika penasaran tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"Mu Fei kenapa?."


"hah...tidak masalah." jawab singkat itu membuat mereka semua terdiam dan berpikir sejenak.


semuanya saling berhadapan dan berdiskusi sesuatu....


sedangkan Mu Fei dia masih terdiam dan menghela nafas....


menit ke menit telah berlalu, kini mereka selesai berbicara dan lalu membahas hal penting.


"Mu Fei, bisakah kami bertanya lebih banyak lagi tentang dirimu."


"tanyakan saja."


"sebenarnya apa isi hatimu waktu itu?."


"maksud kalian apa?."


mendengar pertanyaan balik dari Mu Fei dengan segera mereka menghela nafas, karna sudah pasti Mu Fei tidak paham maksud ucapan mereka itu.


"maksud kami adalah, disaat berperangan itu kamu mikirin apa saja?, karna didalam buku ini hanya tercatat bahwa kamu bilang....


kamu hanya melindungi rakyat itu saja." ujar kakek Xiao Lin yang membuat Mu Fei terdiam.


"aku...aku memang memikirkan sesuatu, sesuatu yang pastinya tidak ada yang mengerti. perasaanku saat itu memang bercampur aduk....


ada rasa khawatir dan juga rasa penasaran yang tinggi, aku pernah berkata satu hal saat itu, disaat aku menang aku akan mencari putra mahkota dan bertanya tentang ini.


aku hanya ingin penjelasan sekaligus aku ingin tahu bagaimana keadaannya saat itu." jelas Mu Fei yang memang benar-benar mengkhawatirkannya.


semua orang seketika paham dan mengerti maksud Mu Fei, mereka sudah punya jawaban sendiri untuk hal ini...


"baiklah, kali ini pertanyaan kedua. jadi kamu memiliki perasaan lebih kepada Li Huang saat itu?."


"benar." baru menjawab kata itu dia seketika melanjutkan lagi.... "bukan begitu, maksudku adalah, aku memang mengaguminya saat itu.


aku kagum atas kesetiaan dan juga kebaikannya kepadaku, dan aku juga percaya bahwa dia tida pernah punya niat jahat untukku sama sekali.


tapi sesaat dipikir-pikir lagi, mungkin sebenarnya aku terlalu banyak memikirkan sesuatu." ujar Mu Fei yang lalu terkekeh geli.


setelahnya semua orang kembali menyimpulkan hasil dari apa yang Mu Fei jawab saat itu.


semua orang terbingung, termasuk kakek Xiao Lin, dia bingung karna jawaban Mu Fei dengan yang ada dibuku tidak semuanya benar.


"kau adalah palsu!!!."


"bagaimana kau bisa mengatakan itu?."


"jawabanmu dengan yang ada dibuku itu salah!!!."


"aku harus memanggilmu apa?, baiklah bagaimana jika kakek. kakek jawaban dibukumu itu tidak semuanya nyata, penulisnya saja kita tidak kenal.


bagaimana kau percaya bahwa ini akurat, jawaban yang kalian pertanyakan itu berasal dari lubuk hatiku yang sebenarnya." jelas Mu Fei.


seketika semua terdiam dan masih bingung harus memilih yang mana, dari segi jawaban mungkin dibuku tidak sesuai...


tapi dari segi apa yang dibicarakan Mu Fei itu sudah membuktikan bahwa apa yang ia katakan itu benar adanya.


namun karna merasa kurang lengkap jika tidak bertanya lagi, maka Huang Jia dengan segera angkat bicara.


"daritadi aku hanya diam dan menyimak yang kalian semua katakan, kali ini aku yang memberikan pertanyaan kepadanya.


Mu Fei, jika benar lu mengagumi Li Huang, maka Xie Xiao Lin itu bagimu apa?." pertanyaan dari Huang Jia yang membuat Mu Fei terdiam.


Xie Xiao Lin sudah berteman dengannya dari mereka masih kecil, sedangkan Li Huang itu hanya baru-baru....


tidak sebanding bukan dengan Xie Xiao Lin, tapi terkadang isi hati seseorang tidaklah sama dengan apa yang kita pikirkan....


"aku...aku...aku..." ujar Mu Fei yang terus terputus karna bingung harus menjawab apa...


"aku apa?, apakah selama ini elu hanya anggap dia teman biasa?."


"tidak, aku tidak menganggapnya teman biasa saja, aku....aku selalu menganggap dia seperti saudaraku."


"lalu Li Huang kau menganggapnya apa?, apakah kau juga sama-sama menganggapnya saudaramu juga."


"Li Huang, aku...aku tidak tau." jawab Mu Fei yang lalu terdiam dan menundukkan kepalanya.


"tidak masalah jika kau tidak memberitahu kami, maafkan atas pertanyaan kasarku tadi."


seketika semua orang terheran melihat Huang Jia yang meminta maaf atas perkataan tadi itu.


"untuk apa?." tanya Mu Fei dengan polos.


"perkataanku tadi terlalu menyakitkan hati, aku minta maaf, aku tidak menyangka karna pertanyaan itu aku malah menggila sedikit."


"tidak masalah, terkadang pengetahuan kita terlalu tinggi itulah yang membuat kita banyak tanya, itu adalah pendapatku saja."


setelahnya mereka semua kembali tersenyum dan merasa lega, ternyata selama bertahun-tahun dia selalu menyembunyikan isi hatinya.


perasaan terdalamnya saja tidak pernah ia katakan, dia takut mengatakan itu, karna takut terjadi hal buruk setelahnya.


namun setelah dipikir-pikir lagi, Xiao Lin seketika terpikirkan suatu pertanyaan yang cukup ringan.


"Mu Fei, Liu Yi itu siapa kamu?, saat aku membaca buku, aku selalu merasa Liu Yi itu sepertinya memiliki perasaan lebih terhadapmu."


seketika Mengmeng tersenyum dan lalu kepalanya menghadap kearah kakaknya, karna kakaknya adalah Liu Yi.


"kak Liu Yi, ternyata dizaman dulu nama kakak juga ada toh."


"diam elu budak kecil!!."


"dia adalah salah satu prajurit ayahku saat itu, dia mengajar para junior yang baru masuk. termasuk saat aku baru menjadi jenderal, aku diajar langsung olehnya.


aku selalu menganggap dia seperti kakak besar, dialah yang paling mengerti keadaanku. aku selalu merasa dia adalah orang yang paling baik." jawab Mu Fei yang seketika senang.


"tapi kau tau bukan bahwa dia memiliki perasaan lebih terhadapmu."


"aku tau itu, tapi hatiku tidak benar-benar tergerak untuknya. isi hatiku saat itu hanya berperang dan melindungi rakyat.


prioritas utama untukku, alasan aku hidup hanya untuk melindungi mereka. aku percaya itu!!!."


"tapi kamu lupa bagaimana mereka memperlakukanmu dengan buruk, termasuk selir Yue."


"walau begitu masih ada kok yang baik denganku, itulah alasan kenapa aku masih memperdulikan mereka.


mungkin mereka selalu menghinaku, tapi setidaknya masih ada juga orang yang menghargaiku." ujar Mu Fei yang membuat mereka semua kagum.


seketika semuanya kagum mendengar jawaban Mu Fei, walau dia sering dihina dan dibully sekalipun, dia akan tetap kukuh akan apa yang ia katakan.


sangat tidak mudah bertemu dengan orang yang tidak mudah tergoyahkan pikirannya.


"Mu Fei, kau benar-benar mengagumkan, kami percaya suatu hari nanti para rakyat itu akan mengerti betapa tulusnya hatimu."


"eum....aku juga mempercayai itu, makanya aku selalu tulus kemereka, bukan karna apa-apa, melihat mereka damai saja sudah membuatku senang."


..."HIDUP INI HANYA SEKALI DAN PELUANG ITU JUGA SEKALI MUNCULNYA, KEDUANYA TIDAK DATANG DUA KALI."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)