
...(**HAPPY READING ALL)...
☘️**.
Belajar Dengan Baik.
Mu Fei yang mendapatkan buku itu dengan segera mengambil dengan raut wajah yang sangat senang.
padahal baru saja dia ingin meminta bantuan untuk memberi ia buku pelajaran yang sama dengan murid-murid.
"terima kasih buk, saya tidak tahu caranya berbalas budi dengan baik." ujar Mu Fei yang lalu menundukkan kepalanya.
melihat gerakan Mu Fei begitu, dengan segera buk guru menegakkan tubuhnya. dia merasa tak nyaman jika Mu Fei begitu terhadapnya.
"Mu Fei jangan terlalu dibawa serius, ibu melihatmu punya semangat belajar yang tinggi saja sudah senang.
alasan ibu memberi buku ini kepadamu, karna dirimu selalu belajar. bahkan ibu saat datang saja kamu tidak tau itu, belajarlah dengan baik, ibu sebagai gurumu akan selalu mendukungmu.
kapanpun dimanapun itu, jangan pernah menyerah. ingat satu hal!!!!, jangan pernah memandangi seseorang dengan remeh.
ibu sungguh senang memiliki murid yang baik sepertimu." jelas ibu guru yang lalu mengusap pelan rambut Mu Fei.
semua orang terkejut melihat buk guru yang begitu baik kepadanya, bahkan Mu Fei saja ikut senang melihat orang-orang disini bisa akrab dengannya.
dia merasa sungguh ada perbedaan diantara dua dunia ini, dunia lamanya yang selalu membuat ia dingin, tapi didunia yang baru ia memiliki perasaan yang lebih terbuka.
dia bisa merasa kesenangan yang sungguh tidak pernah ia dapatkan dulu... "aku bodoh, kenapa aku dulunya berada didunia itu.
jelas-jelas ada dunia yang benar-benar menerimaku, walau masih ada orang yang tidak menyukaiku, tapi tetap saja terasa lebih hangat dari sebelumnya.
apakah ini yang dinamakan takdir?." bathin Mu Fei yang lalu melihat keluar ruangan.
dia melihat ruangan yang begitu besar, matanya seketika memancarkan cahaya yang sangat indah.
bahkan teman sekelasnyapun terpesona melihat mata Mu Fei yang begitu indah. cahaya yang bersinar itu sungguh menakjubkan.
disisi lain lagi, Huang Jia dan yang lainnya sudah belajar dengan baik. mereka kali ini mempelajari IPA, ntah apa yang kali ini mereka bahas.
mereka masing-masing sudah sibuk menulis dan juga mengamati segala yang ada disekitarnya.
selain itu disalah satu kelas lain, terlihat anak Genk itu kesal dengan perbuatan Mu Fei yang sungguh membuat mereka malu.
"anak baru itu sungguh keterlaluan, berani-beraninya mengatai kita begitu. dia pikir, dia siapa bisa sok-sokan gitu?."
"sudahlah lupakan, lebih baik kita belajar dengan baik dulu. yang ada kalo kita terus begini, kitanya yang malah dihukum guru."
"oke Dyon, bos kami yang paling ditakuti. coba aja kalo lu yang berhadapan langsung sama dia, gua pikir lu bakal kalah lawan dia."
"bacot lu, sok tau banget gua kalah sama cewek kayak gitu."
"gua kasih tau aja ya sama elu, dua teman kita yang ngehadang dia bisa-bisanya terlempar jauh dan terhempas hingga kedinding.
emangnya ada cewek sekuat itu, coba aja lu tantang dia. kalo lu menang gua bakal ngajakin lu makan gratis direstoran milik Daddy gua.
tapi kalo lu kalah sama dia, lu harus jadian sama gua selama 3 bulan, deal!!!!." jelas wanita itu yang lalu mengajak dia bersalaman.
"deal, ingat perkataan elu itu."
diapun membalas dengan salaman, tatapan mata mereka kini berubah menjadi tajam satu persatu.
jam demi jam telah berlalu, kini bel istirahat berbunyi lagi. kali ini Mu Fei sedang mengingat jam agar dia tidak lupa.
dengan begitu saat ia belajar, ia masih punya waktu untuk mengisi perut. saat ini ia keluar kelas bersama dengan Mengmeng.
mereka seperti biasa berjalan, tapi sesaat mereka membuka kelas, tiba-tiba seorang pria datang dengan tatapan tajam.
melihat sifat Mu Fei yang tak berperasaan, membuat ia kesal dan kembali berkata... "hey...apakah elu bisu?, jawab dong perkataan gua.".
Mu Fei hanya menghela nafas dan lalu menoleh kearahnya sambil tersenyum... "kamu siapa?." tanya Mu Fei dengan serius.
mendengar pertanyaan itu dengan segera ia kesal dan lalu berkata... "sok banget elu, gua tantang elu buat lomba tarian bareng gua.
serah elu mau tarian apa, tarian tradisional kek atau apapun itu silahkan.
ayo kita lomba, aku berjanji, jika kamu menang maka teman-temanku tidak akan mengganggumu lagi.
tapi jika kamu kalah, kamu harus terima jadi babu disekolah ini." ujar pria itu yang lalu membuat Mu Fei tersenyum.
"aku sih mau aja, hanya saja aku takut jika nanti kamu ternganga melihat gerakanku. karna tidak sembarangan orang bisa melakukannya."
"bodoh amat, omong kosong yang elu sebut itu hanya kebohongan belaka."
"baiklah, aku terima tawaran itu, tapi aku perlu bersiap-siap. takutnya ada yang ketinggalan."
pria itupun memberi ia privasi dan lalu tersenyum... "palingan mau kabur, diakan nggak berani lawan gua." ujar sombong pria itu.
tapi ternyata ehhh ternyata... Mu Fei pergi kekamar mandi hanya untuk memanggil pedang saktinya.
"pedang naga hijau ayo kita menari lagi!!."
diapun tersenyum sambil membawa pedang kesayangannya. pedang itu adalah hadiah dari seseorang yang tak dikenal untuknya.
saat itu ia sedang bermain diluar, tapi dia malah tersesat hingga ditemukan oleh orang itu. dengan segera orang itu menghadiahkan dia sesuatu.
ya pedang naga hijau, pedang itu sebenernya memiliki jiwa. jiwa orang m*ti akan berada didalam pedang itu untuk dikurung selamanya.
Mu Fei tau itu, karna sebelumnya orang itu sudah berkata kepadanya. cara menjinakkan dia cukup mudah, hanya dengan elusan sedikit dan memberi ia kasih sayang maka pedang itu akan menurutinya.
menit ke menit telah berlalu, kini Mu Fei berjalan mencari pria itu. awalnya ia tidak tau, tapi ia langsung bertanya kepada Mengmeng.
"Mengmeng, dimana pria yang mengajak duel tarian denganku?."
"kau serius menerimanya?, jika nanti kamu kalah gimana dong?."
"tenang aja Mengmeng, pria itu tidak akan bisa melakukannya."
"baiklah, dia berada dikelas 12, kelas samping Huang Jia, jika kau mencarinya, panggil saja namanya. namanya adalah Dyon."
"baiklah, aku pergi dulu."
diapun berlari menuju kelas 12 hingga akhirnya dia bertemu dengan pria itu... "kau adalah Dyonkan?, orang yang memberi tantangan kepadaku?."
mendengar suara itu, dengan segera pria itu menoleh kebelakang. dia tersenyum karna melihat wanita itu seperti menerima tawarannya.
"elu wanita pemberani, gua kira elu bakalan mundur jauh-jauh dari sini. hebat...hebat..., kamu berani melakukan itu.
baiklah, kita langsung saja kelapangan, btw lu bawa apaan itu?." ujar pria itu dengan wajah salut.
"baiklah, cepat berjalan. jika kamu ingin tau ini apa, kamu lihat saja sendiri nantinya."
mereka berdua akhirnya berjalan bersama menuju lapangan, semua orang yang melihatnya terkejut, anak baru itu malah dekat dengannya.
..."KAMU TIDAK DAPAT MEMULAI BAB SELANJUTNYA DALAM HIDUPMU JIKA KAMU TERUS MEMBACA LAGI YANG TERAKHIR."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)