SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 37



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Perayaan Ulang Tahun III.



setelah mengatakan hal itu, mereka semua gembira dan akhirnya bernyanyi lagu ulang tahun. Mu Xiao Bi yang melihat itu ikut gembira juga.


...🎵happy birthday to you 🎶happy birthday to you 🎶happy birthday...happy birthday...happy birthday to you 🎵...


setelahnya merekapun bertepuk tangan, namun tiba-tiba Mengmeng kembali berkata... "sekarang giliran tiup lilin dan juga potong kuenya. eitsss...jangan lupa buat harapan."


mendengar perkataan Mengmeng, Mu Xiao Bi langsung meniup lilin dan memejamkan mata. iapun membuat harapan yang begitu indah...


setelah selesai membuat harapan, barulah ia membuka kembali matanya dan memotong kue ulang tahun.


"nah Mu Xiao Bi, beri potongan pertama itu untuk orang yang paling kamu sayangi, tapi jangan lupa suapin dia juga."


setelahnya Mu Xiao Bi langsung memberi potongan kue itu kepada Mu Fei. dia juga tak lupa menyuapi kakak kesayangannya ini.


Mu Fei yang melihat itu ikut senang, ia merasa jiwanya seperti kembali lagi. menit ke menit telah berlalu, kini acara sudah hampir selesai.


semua orang sudah menyiapkan kado untuknya, ada yang berupa uang ada juga yang berupa peralatan. Mu Xiao Bi yang melihat hadiah ini seketika menunduk...


"terima kasih semuanya, saya tidak tahu harus membalas apa."


"tidak usah, itu semua hadiah kami. selamat ulang tahun ya, semoga kalian berdua selalu bersama dan tidak terpisahkan lagi.


owh iya jangan lupa mampir dirumah bibi." ujar tetangga itu dengan ramahnya.


"terima kasih kembali atas ucapannya, iya bi nanti kapan-kapan saya bakalan mampir."


mendengar itu mereka tersenyum ramah dan akhirnya pergi. begitu juga dengan orang tua Mengmeng dan juga Liu Yi.


"selamat ulang tahun, Tante tidak mengira bahwa kalian adik kakak. jujur nama kalian itu sedikit mirip seperti orang zaman kuno dulu."


mendengar itu Mu Fei terdiam, begitu juga dengan yang lainnya. karna omongan itu memanglah kenyataannya.


Mu Fei dan Mu Xiao Bi bukanlah orang yang berasal dari dunia mereka, namun setelahnya kedua orang tua Mengmeng memberi ia sebuah hadiah.


hadiah itu adalah sebuah pakaian modern yang pastinya sering digunakan oleh orang sekitarnya.


"Tante hanya bisa memberi hadiah ini, tapi Tante berharap kamu bisa beradaptasi dengan lingkungan seperti ini. walau kau selalu berbicara aneh, tapi Tante percaya bahwa kamu sangatlah berbakat.


Tante belikan kamu pakaian ini untuk kamu kenakan nanti. lihat orang disekelilingmu mereka semua mengenakan pakaian yang begini.


jadi rubahlah sedikit penampilanmu. itu saran dari Tante ya." ujar ibu Mengmeng yang menasehati Mu Xiao Bi.


dia tak ingin Mu Xiao Bi dijadikan bahan Bullyan hanya karna sifatnya yang begitu tenang dan juga lembut.


namun itu memang ajaran dari ayahnya, raja Mu Ying selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. apalagi Mu Xiao Bi, karna dia adalah anak kedua.


sudah pasti dialah pewaris tahta kerajaan mystic, sebab itu juga ia harus lembut dan juga tegas. ajaran yang ayahnya berikan sungguh serius.


begitu juga dengan Mu Fei, latihannya selama bertahun-tahun kini berhasil. ya walau ia berada didunia yang berbeda, tapi setidaknya sebelum ia pergi, dunia sudah aman.


tidak ada berperangan, tidak ada kerusuhan, apalagi hingga kekurangan makanan. Mu Fei senang karna kerja kerasnya selama ini terbayarkan.


mereka berdua malah diam-diam keluar dan bercerita tentang banyak hal. termasuk bagaimana keadaan kerajaan dan juga bagaimana keadaan disini.


mereka berdua menceritakan banyak hal... "kak Fei, kakak tau tidak, ayahanda begitu sedih setelah mendengar kabar tentangmu.


semua orang juga ikut sedih mendengar hal itu, tapi tak terkecuali dengan..." baru saja ingin berkata lagi, tiba-tiba Mu Fei sudah menyambung duluan.


"selir Yue." ujar Mu Fei yang membuat Mu Xiao Bi terdiam sejenak... "bagaimana kakak tau itu?." sambungnya dengan nada penasaran.


"kamu lupa, hanya selir Yuelah yang tidak suka denganku. ingat satu hal, perusak reputasiku adalah dia juga, jadi sudah wajar jika dia senang atas hal ini.


tapi dia tidak tau, bahwa aku sudah menyiapkan banyak rencana untuk hal ini. kejahatan yang akan kamu lakukan akan terbongkar dengan sendirinya.


tanpa perlu menyakitimu sedikitpun, aku tetap bisa membongkarnya. kedok kebaikanmu itu adalah hal yang akan membuatmu sengsara.


tunggu pembalasanku." ujar Mu Fei kepada Mu Xiao Bi. Mu Xiao Bi yang melihat itu juga mengerti apa yang ada dihati kakaknya.


jam demi jam telah berlalu lagi, kini pagi hari tiba. Mu Fei yang dari semalam tidak tidur kini bersiap mandi dan lalu menyiapkan peralatan sekolahnya.


diapun sangat cepat menyiapkan alat itu, bahkan adiknya yang melihat itu hanya terdiam. karna benda-benda yang dibawa oleh Mu Fei sangatlah aneh.


benda itu dimata Mu Xiao Bi sangatlah asing, karna merasa penasaran akhirnya dia bertanya... "benda apa ini kak?."


"ini adalah peralatan sekolah, kakakkan sudah sekolah sekarang ini. jujur sekolah disini sangat berbeda dengan dijaman kita dek, jika dijaman kita yang bisa belajar hanya laki-laki, maka disini kebalikannya."


"begitu ya kak, semuanya campur gitu. laki-laki dengan perempuan bisa belajar disekolah gitu kak?."


"eummm...kakak juga sudah ada identitas baru. bagaimana jika kau juga begitu, dengan begini kita berdua tidak akan dikenali siapapun.


owh iya ngomong-ngomong adik bawakan gioknya?." ujar sekaligus tanya dari Mu Fei.


"begitu ya kak, aku juga mau kalo itu untuk perlindungan. kalo soal giok pastinya selalu bawa, ini adalah tanda dariku juga. sebagai putra mahkota pastinya."


"iyalah tu, yaudah nanti coba aku tanya dulu sama ayah dan juga kakek, siapa tau mereka bisa bantu kamu."


"eummm...terima kasih kak."


setelahnya Mu Feipun mengangguk pelan dan tersenyum. diapun lalu berjalan keruang makan dan duduk disana.


ditempat duduk itu sudah ada kakek Xiao Lin yang sedang membaca sebuah berita terkini, namun sesaat kedatangan dua orang itu dia berhenti membaca dan memperhatikan mereka.


"Mu Fei, kakek punya ide bagus untuk ini. bagaimana jika adikmu juga buat satu identitas yang hampir sama denganmu."


"ehhh...tau darimana kalo aku kesini mau minta bantuan kekakek."


"kakek selalu mengawasi kalian, kakek bisa saja membantunya. Mu Xiao Bi, maukah kamu membuat identitas baru."


"tentu mau kek, aku dengar dari kak Fei dia juga sudah ada identitas baru. maka aku juga mau, selagi aku masih disini mungkin ada kegunaan lain identitas baru itu."


..."KESEDERHANAAN DALAM HIDUP TIDAK BISA DITUNJUKKAN TETAPI DIRASAKAN OLEH JIWA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)