
...(HAPPY READING ALL)...
☘️**.
Pulang Sekolah.
jam demi jam begitu cepat berlalu, pagi menuju malam, begitu cepat Mu Fei melalui semuanya dengan begitu baik dan menyenangkan.
apalagi ditambah dengan kemenangan barunya yang membuat dirinya merasa puas untuk hari ini, padahal baru hari pertama masuk, tapi dia sudah populer dengan cepat.
karna sifat dan tingkah lakunya, membuat semuanya terpesona apalagi dengan wajah Mu Fei yang begitu cantik.
"hari ini begitu seru bukan?."
"tentu saja, btw tadi kamu ngapain aja dikelas?."
"hanya belajar dan membaca beberapa rangkuman materi, bahkan buk guru dengan baiknya memberiku buku pelajaran yang lengkap.
ini cukup bagus, aku bisa belajar dengan tenang. tapi setengah pelajarannya agak sedikit rumit dan susah, kamu tau tidak cara memecah ini?.
aku penasaran dengan hasilnya, sepertinya kelemahanku hanya ada dimatematika." ujar Mu Fei dengan raut wajah ragu-ragu.
"mana Mu Fei?, biar aku lihat siapa tau aku bisa membantumu."
Mu Feipun memberi buku itu dan menunjukkan soal yang ingin dia kerjakan, saat Xiao Lin melihat, dia terkejut melihat soalnya.
soal-soal yang ada dibukunya itu adalah soal untuk kelas 12. karna hanya mereka yang bisa memecahkan jawaban tersebut.
"buk gurumu memberikanmu buku ini?."
"iya Xiao Lin, dia bilang belajarlah dengan giat. buku ini hadiah dia untukku, tapi aku merasa pelajarannya tidak sesuai dengan kelasku.
aku merasa pelajarannya tidak sama dengan pelajaran yang diajarkan untuk Mengmeng, saat aku melihat bukunya, semua itu tidak ada dibuku.
aku takut ibu salah memberi buku kepadaku, tapi jika benar ini untukku, maka aku akan mempelajarinya nanti." ujar Mu Fei yang lalu menaruh kembali buku itu didalam tas.
menit ke menit telah berlalu, mereka semua masih dalam perjalanan pulang, Mu Fei terlihat sedikit melamun, ntah apa yang dia pikirkan saat ini.
"Mu Fei, ada apa?."
Mu Fei malah tidak merespon jawaban itu, dia terlihat fokus pada luar jendela tanpa memperdulikan yang lain lagi.
semuanya heran dan penasaran dengan apa yang dipikirkan olehnya, namun siapa sangka, pikiran Mu Fei kali ini berfokus pada adiknya.
"Mu Xiao Bi, dia baik-baik sajakan seharusnya?."
...(didalam hatinya)...
keluar Mu Fei dengan raut wajah penasaran yang terus menerus menghantuinya.
dia penasaran dengan keadaan keluarganya, dia merasa merindukan mereka. dia rindu akan kehangatan keluarga bahkan dia rindu suara lembut adiknya.
"Mu Fei, tenangkan dirimu, aku yakin pasti ada jalan keluar untuk hal ini. aku harus tetap bersabar dan tenang, ditambah lagi aku sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan ini.
jika aku pergi, mungkin aku akan merindukanmu mereka semua, terkecuali mereka bisa mengikutiku." bathin Mu Fei yang lalu terhenti karna mobil mereka tersandung oleh sesuatu.
dia seketika kembali normal dan lalu memasang wajah heran. seketika semuanya terkejut dan memberhentikan mobilnya.
mereka semua keluar dan melihat benda yang tidak sengaja membuat mereka berhenti.
saat melihat, ternyata ada sebuah batu yang tidak sengaja ditabrak oleh ban mobil.
itulah alasan kenapa mobil itu bergoyang, saat mereka kembali menaiki mobil, tiba-tiba mobilnya mogok hingga membuat mereka panik.
"what?, kok bisa anjrit mogok disini?."
"kenapa Huang Jia?."
"lihat bannya bocor, ditambah mobilnya mogok. gimana kita bisa pulang sekarang?."
"cari kendaraan lain disini, kayaknya susah. ini adalah jalan sepi yang hanya beberapa orang lewati." ujar Xiao Lin.
"lalu kita harus apa nih?."
"bentar aku telpon seseorang untuk membawa mobil ketempat bengkel."
Huang Jiapun langsung segera menelpon petugas bengkel langganan keluarga mereka semua.
ditambah lagi, mereka semua masih remaja, mereka takut terjadi apa-apa dengan mereka.
Mu Fei yang sadar ada seseorang mengintai mereka, kini dia mempersiapkan diri untuk melawan. jika-jika terjadi hal buruk kepada mereka.
"pedang naga hijau, bersiap, sepertinya ada orang lain disekitar kita." ujar Mu Fei yang lalu disambung kembali... "berhati-hatilah semua, aku merasa ada orang jahat disini."
mendengar perkataan Mu Fei, dengan segera mereka menoleh kearah berbeda dan mengawasi semuanya.
tapi dengan segera Mu Fei mengode untuk tidak menoleh lagi, dia takut orang-orang ini akan berbuat buruk kepada mereka.
tapi sesaat itu, Huang Jia yang masih fokus menelpon, tiba-tiba merasa ada yang mendekati mereka.
tiba-tiba dari arah semak-semak datang sekumpulan orang-orang bertopeng yang hendak menyerang mereka dengan senjata tajam.
dengan segera Mu Fei sadar dan lalu membuka pedangnya dan mengarah kemereka satu persatu.
Mu Fei seketika meloncat dan terbang, dia langsung menggunakan bela dirinya untuk bertarung dengan orang-orang itu.
disisi lain lagi, Huang Jia dengan pintarnya langsung menelpon polisi agar mereka bisa selamat.
tut...tut...tut...
"hallo, dengan atas nama siapa?."
"hallo pak, nama saya Huang Jia, saya ingin melaporkan sesuatu pak. disini, ada perampok pak, mereka sedang menyerang kami pak, segera kirim bantuan pak!!."
"alamatnya ada dimana ya?."
dengan segera Huang Jia melirik kearah jalan-jalan dan melihat ada sebuah tanda bertuliskan alamatnya.
"alamatnya ada dijalan xxx pak."
"baiklah, cari bantuan dulu disana, kami dengan segera datang."
setelahnya telpon itu tertutup, Mu Fei yang sudah tau bahwa Huang Jia menelpon seseorang, kini dengan segera mengeluarkan jurus andalan untuk melawan mereka.
dia menggunakan jurus mematikan dan mengikat mereka agar tidak melarikan diri.
saat sudah selesai, barulah Mu Fei mengangguk kepala dan mengacungi jempol untuk memberi kode telah selesai.
dengan segera semua tersenyum dan menghampiri mereka, dia membuka semua topeng orang-orang itu, dengan segera Mu Fei mengingat wajah itu dengan seksama.
"siapa nama kalian?, apa motif kalian ingin berbuat seperti ini?."
"kami tidak akan memberitahumu, cuih...elu semua itu bocah, sok-sokan mau jadi keren dihadapan gua."
"banyak bacot lu, siap-siap elu dimasukkan kepenjara."
"cihhh emang kalian berani ngelapor."
"sedia payung sebelum hujan, saat kalian melawan temanku, aku sudah menelpon polisi untuk segera datang. seharusnya beberapa menit lagi, polisi datang."
sesaat ia menyebutkan itu, tiba-tiba bunyi mobil polisi datang. dengan segera mereka tersenyum puas melihat itu, apalagi Mu Fei yang berhasil menangkap mereka.
"kerja bagus anak-anak, btw yang tadi ngelawan mereka siapa?."
"saya pak!!."
"beneran kamu?, kalian yang cowok-cowok ngapain?."
"saya nggak pintar bela diri pak, yang jago bela diri cuman dia doang pak."
"hadeh...bagus anak muda, btw kalian semua nggak apa-apakan?, mereka semua sudah beberapa membuat kasus. susah menangkap mereka, mereka cukup cepat.
kamu wanita yang hebat, bisa menangkap mereka dengan begitu cepat." ujar pak polisi yang memuji Mu Fei.
..."TANTANGAN ADALAH HADIAH YANG MEMAKSA KITA UNTUK MENCARI PUSAT GRAVITASI BARU."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)