
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Kehadiran Tamu Tak Diundang.
setelahnya merekapun tiba dikantin dan duduk disana. menit ke menit telah berlalu begitu saja, sekarang mereka berenam makan bersama.
selama mereka makan, mereka sama sekali tak berbicara. bahkan Mu Xiao Bi dari tadi hanya diam dan menikmati makanannya seperti biasa.
ini adalah kali pertama ia mencoba berbagai macam makanan yang berbeda dari yang pernah ia makan. ia merasa ada sedikit rasa yang berbeda.
setelah selesai makan, barulah mereka berbicara dengan santai sambil minum-minum. tak lupa pula dengan Mu Xiao Bi yang penasaran akan makanan yang ia rasa ini.
"kak Fei, apa nama makanan ini?."
mendengar pertanyaan itu Mu Fei langsung menoleh dan terkekeh kecil, ia lalu mengelus pelan rambut adiknya dan menjawab dengan santai.
"kakak sendiri juga bingung, tapi ada teman-teman kakak yang tau namanya. btw ini namanya apa ya?."
mendengar jawaban sekaligus pertanyaan itu teman-temannya juga ikut tertawa... "Mu Fei, Mu Xiao Bi, makanan ini disebut mie goreng." ujar Mengmeng.
mendengar jawaban itu, Mu Fei kembali berkata... "mie goreng?, apakah sama dengan mie yang ada didunia kami?."
"emangnya rasa sama bentuknya kayak gimana?."
"kalo rasa sih enak banget, tapi kalo bentuknya susah dijelasin." ujar Mu Fei yang malah dipotong oleh Huang Jia.
ia langsung saja memberi ponselnya dan menunjukkan fotonya. sebelum itu ia masih bertanya lagi kepada Mu Fei, apakah ini bentuknya.
"Mu Fei, apakah bentuknya sekilas seperti ini?."
...
...
...(by Google)...
seketika pula Mu Fei dan yang lainnya memajukan kepalanya untuk melihat foto makanannya. saat Mu Fei melihat, ia langsung mengangguk karna bentuknya hampir mirip seperti itu.
"benar sekali, bentuknya seperti itu. ngomong-ngomong Huang Jia, kamu tau darimana foto beginian?."
"mudah sekali, aku mencarinya diinternet. bukan hanya mencari saja, tetapi kita bisa memesan sesuatu lewat online juga.
contoh seperti barang yang mau aku beli ini, aku sudah lama menginginkannya dan sekarang barang itu akan segera ada di tanganku.
sekarang ini barang itu sudah ada dijalan, paling lama malam nanti baru sampai. btw Mu Fei, kamu kapan beli ponsel beginian?.
jika sudah punya ponsel, maka kami akan mudah menghubungimu tanpa perlu menyusahkan Xiao Lin." ujar Huang Jia yang membuat Mu Fei berpikir.
semua yang dikatakan Huang Jia ada benarnya, jika ia tak membeli ponsel mungkin ia akan sulit berkomunikasi jarak jauh dengan teman-temannya.
namun jika harus menyusahkan Xiao Lin, maka Mu Fei lebih memilih untuk membelinya... "kalian tau tidak dimana tempat yang bagus untuk membeli ponsel?.
aku mau kesana setelah selesai semua pelajaran. kalian maukan bantuin aku?." ujar Mu Fei yang diangguk oleh teman-temannya.
beberapa menit kemudian, saat mereka akan pergi kekelas, tiba-tiba dari arah lain gang Dyon maju kekantin dengan tampang preman mereka.
mereka juga menatap tajam mata semua orang yang melihat mereka, tak terkecuali dengan Mu Fei, ia malah terlihat sedikit kesal dengan adanya Dyon.
"ayo pergi, disini sudah ada pengganggu. lebih baik kita pergi dari sini, dari pada kita ketularan soknya itu."
"siapapun boleh pergi, tak terkecuali dengan orang yang ada disana. aku punya urusan lain yang harus diselesaikan dengan mereka.
kalian semua pergi dari sini, jika ada yang masih berani duduk disini jangan harap lu pada keluar hidup-hidup dari sini. gua pastiin badan lu pada bakal gua buat merah-merah.
jadi jangan pernah macam-macam sama gua." ancam Dyon yang membuat mereka takut, merekapun berlari pergi dari kantin.
sekarang dikantin hanya tersisa gang Dyon dengan pastinya dengan enam orang yang ada Mu Feinya. Dyon yang melihat Mu Fei kini maju perlahan.
ia menatap remeh Mu Fei seakan-akan Mu Fei itu lemah. namun siapa yang menyangka bahwa selama ini yang lemah adalah Dyon sendiri.
ia hanya berani menindas karna dia memiliki pangkat tertinggi disekolah ini. karna Dyon sendiri adalah anak dari pemilik sekolah ini..
karna hal itulah, Dyon malah sombong dan merasa bahwa dirinya jauh lebih hebat daripada orang lain. ia tak akan mau jika seseorang ada diatasnya.
apalagi jika orang itu adalah Mu Fei, dia berharap agar Mu Fei itu jauh dari sekolah ini. bukan hanya jauh, dia menginginkan Mu Fei keluar dari sekolah ini.
"Mu Fei, wanita sombong yang pernah gua temui."
Mu Fei yang mendengar itu hanya terdiam dan menatap tajam mata Dyon, ia masih menahan amarahnya yang sekarang ini mungkin sedang meluap-luap.
melihat Mu Fei tak merespon perkataannya, ia merasa kesal dan lalu berkata... "orang bawah mana berani ngomong sama orang atas kek gua."
ujarnya itu malah membuat Mu Fei kesal, ia merasa Dyon terlalu sombong dengan pangkatnya yang sekarang. karna kekesalannya itu, ia langsung saja berkata...
"orang bawah?, aku pikir dirimu jauh lebih bawah daripada diriku."
"kamu....jangan coba-coba ngehina gua ya, lu pikir elu siapa?, putri kerajaan atau CEO perusahaan besar bukan jugakan?."
"kalo gua putri kerajaan lu mau apa?."
"kalo beneran lu putri kerajaan, gua bakalan berlutut dihadapan elu dan bilang bahwa gua adalah kalangan orang paling bawah."
mendengar itu Mu Fei malah terkekeh geli, karna bagaimanapun kenyataannya memang benar, ia adalah putri kerajaan.
sedangkan adiknya ini adalah seorang putra mahkota yang pastinya akan mewarisi tahta kerajaan mystic. namun saat mendengar perkataan Dyon, Mu Fei hanya menggeleng kepala.
"aku heran, dulu nenek moyangmu siapa?. apa jangan-jangan ia adalah salah satu orang yang pernah gua selamatin dulu?.
apa mungkin ia adalah salah satu maid dikerajaanku?, kita nggak tau sama sekali. Dyon, perkataanmu itu terlalu berlebihan tau." ujar Mu Fei.
mendengar ucapan Mu Fei begitu, Huang Jia dan yang lainnya agak sedikit takut. ia takut jika nanti identitas Mu Fei terbongkar begitu saja.
karna merasa kurang aman, Huang Jia langsung memegang tangan Mu Fei dan mengode untuk jangan bicara lagi. ia takut akan terjadi hal diluar dugaan mereka semua.
melihat kode Huang Jia, Mu Fei sadar dan lalu terdiam setelahnya. ia diam bukan berarti ia takut, melainkan ia tidak ingin diketahui oleh siapapun.
setelah beberapa menit kemudian, tiba-tiba bel masuk berbunyi. Huang Jia dan yang lainnya langsung saja berlari begitu saja tanpa berbasa-basi lagi.
bahkan sebelum lari, Mu Fei juga sempat memberi kode ancaman untuk Dyon dan gangnya... "ingat satu hal, aku tipe orang yang tidak suka diganggu.
jika ada yang menggangguku terus, maka siap-siap hidupmu tidak akan tenang." ancaman Mu Fei yang lalu lari setelahnya.
..."JIKA KAMU MENCARI KESEMPURNAAN, KAMU TIDAK AKAN PERNAH TENANG."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)