SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 34



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Acara Ulang Tahun.



jam demi jam telah berlalu, kini malampun tiba. semua orang istirahat dan kembali bekerja dipagi harinya. Mu Fei tipe wanita susah tidur hanya termenung membayangkan banyak hal.


ia membayangkan saat dimana adiknya dan juga dia bermain bersama disebuah taman kerajaan, pastinya sangat indah untuknya.


baginya pengalaman bersama keluarga adalah hal terbaik untuknya, bukan hanya keluarga, kini dia berharap seluruh teman-temannya bisa berkumpul bersama.


"andai semua impianku terwujud." bathin Mu Fei disetiap lamunannya.


jam demi jam akhirnya berlalu dengan begitu cepat, kini pagi hari tiba. Mu Fei yang hanya tidur sebentar kini terbangun dan langsung mandi.


tanpa menunggu lama, iapun selesai mandi. setelah selesai, diapun langsung berjalan mengarah tempat dimana acaranya nanti.


iapun tersenyum dengan bathin yang mengharapkan agar semua acaranya berjalan dengan lancar, diapun berharap agar adiknya tetap senang walau tidak ada dia disisinya.


setelahnya beberapa menit setelah ia berada disana, tiba-tiba Xiao Lin datang dan langsung berkata dengan suara lembut...


"Mu Fei, kau merindukan adikmu?."


mendengar pertanyaan itu diapun langsung menoleh dan tersenyum... "rindu itu pasti, tapi sekarang impianku hanya satu, yaitu semua berjalan dengan lancar.


aku harap dia tidak akan marah karna tidak ada aku, btw hadiah yang aku belikan ini bagus tidak untuknya." ujar Mu Fei yang memperlihatkan sesuatu.


Xiao Linpun langsung melihat hadiah itu, ia juga ternganga melihat itu. bahkan matanya berbinar setelah melihat hadiah yang dibelikan oleh Mu Fei.


"Mu Fei, ini jauh lebih bagus. aku yakin jika adikmu ada disini dia pasti suka."


"eummm.... berharap saat aku kembali, aku bisa membawa hadiah ini untuknya."


diapun lalu mendongak keatas dan memandangi langit-langit dipagi hari. disisi lain lagi, lebih tepatnya dikerajaan mystic, sekarang semua pelayan sedang sibuk merapikan banyak hal.


termasuk dekorasi dari mulai dinding hingga meja dan juga kursi. semuanya sibuk membuat pesta ulang tahun untuk putra mahkota mereka.


alias Mu Xiao Bi dengan saudara kembarnya Mu Xiao Di. jika berbicara tentang mereka berdua, kini mereka sedang bersiap-siap merias diri.


namun siapa sangka, Mu Xiao Bi malah nekad kabur dari istana dan pergi kejurang untuk berteriak sekeras-kerasnya.


dia merasa bahwa kakaknya masih hidup, tapi dalam keadaan dia tidak ada disini. dia memiliki keyakinan yang berbeda dari orang lain.


dia juga merasa bahwa Mu Fei benar-benar masih hidup... "kak Fei, aku ingin bertemu kakak lagi. kakak aku rindu kakak." ujar Mu Xiao Bi.


seketika pula angin kencang datang dari arah belakangnya, disaat itu juga ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh kedalam juga.


diapun memejamkan matanya dan kembali berkata... "inikah yang dirasakan kak Fei sebelumnya, kak Fei apakah kita bisa bertemu kembali."


setelah ia memejamkan matanya, seketika cahaya gelap datang. disisi lain lagi, saat Mu Fei sedang bersiap-siap tiba-tiba matanya menggelap.


saat itu juga ia berteriak memanggil ayah dan juga Xiao Lin.... "Xiao Lin, tolong aku." ujar Mu Fei dengan tangan yang terus meraba.


dia benar-benar merasa matanya tidak bisa melihat sama sekali, dengan segera Xiao Lin yang mendengar teriak Mu Fei langsung masuk dengan buru-buru.


ia melihat Mu Fei seperti kesusahan, bahkan saat Xiao Lin muncul, ia juga kaget melihat Mu Fei begitu.


namun karna Mu Fei memiliki kesadaran kuat, iapun langsung berjalan sambil meraba disekitarnya.


saat ia meraba Xiao Lin, ia langsung berkata apa masalahnya... "Xiao Lin, apakah rumah ini benar-benar gelap?." tanya Mu Fei yang mengagetkan dia.


"ada apa Mu Fei?."


"aku tidak bisa melihatmu, kau dimana sebenarnya?."


dengan segera pula Xiao Lin langsung memegang tangannya dan membawa ia keluar dari kamarnya. saat berada diluar, Mu Fei yang tidak tau langsung bertanya.


"kau mengajakku kemana Xiao Lin?."


"kita diluar sekarang, ada apa dengan matamu Mu Fei?."


"aku tidak tau, tiba-tiba saat selesai berberes mataku langsung menggelap tanpa ada cahaya. Xiao Lin sebenarnya ada apa ini?."


"tidak usah, jangan membuat ia cemas."


setelah ia mengatakan itu, tiba-tiba penglihatannya kembali normal, dengan segera pula ia mengetes kembali penglihatannya.


"Xiao Lin, penglihatanku sudah normal."


"benarkah?."


Mu Fei hanya menjawab dengan anggukan, namun setelah beberapa saat mereka termenung tiba-tiba Huang Jia datang.


dia menggunakan mobil yang berbeda lagi kali ini, diapun langsung turun dan melihat kedua orang itu sudah ada diluar rumah saja.


"hey kalian berdua."


mendengar suara itu, Mu Fei dan juga Xiao Lin ikut kaget dan lalu menoleh kearah depan rumah. iapun melihat Huang Jia yang sudah ada disana.


"Huang Jia, bisakah jangan mengagetkan kami."


"maaf Xiao Lin, btw kalian tumbenan udah ada diluar."


"iya nih, tadi saat dikamar Mu Fei ngerasa mata dia gelap, jadinya aku bawa keluar siapa tau berguna."


mendengar perkataan Xiao Lin begitu, dengan segera ia menoleh kearah Mu Fei dan memegang kedua tangannya.


"Mu Fei, kamu lihat aku disini?." tanya Huang Jia dengan raut wajah yang sudah cemas karna mendengar perkataan Xiao Lin.


"kau tenang saja, aku baik-baik saja. nampaknya ada yang aneh disekitarku, ngomong-ngomong kalian datangkan malam ini."


"tentu datang Mu Fei, aku adalah tamu pertama yang hadir."


"baiklah."


"yaudah ayo berangkat, Mengmeng dan juga Liu Yi pasti sudah nungguin kita dirumahnya."


"owh iya ayo cepetan naik."


setelahnya mereka berdua langsung masuk kedalam mobil. disepanjang jalan, Mu Fei hanya terdiam dan pikirannya penuh dengan pertanyaan.


apalagi tadi matanya tiba-tiba gelap, dia berpikir pasti ada yang buruk diantara keluarganya. karna tidak biasanya mata Mu Fei langsung begitu.


menit ke menit telah berlalu, kini mereka sampai dirumah Mengmeng. dengan segera pula Mengmeng dan juga Liu Yi langsung masuk kedalam mobil.


mereka berlima naik dimobil sambil berbicara satu sama lain. hanya saja Mu Fei nampak terdiam dan tidak ada percakapan diantaranya.


semua teman-temannya berpikir bahwa ia sedang melamun tentang kedua adiknya yang ulang tahun.


bagaimana tidak, diakan kakak yang baik sudah pasti hari ini adalah hari spesial juga baginya, disetiap hidupnya bersama keluarga adalah hal terthe best.


"Mu Fei nampak diam selalu."


"diamlah, dia paling mikir adiknya. kita tidak usah mengganggu dia, lagipun hal terpenting kali ini adalah pelajaran.


btw Liu Yi, elu dah siap belum pr kemaren?." tanya Huang Jia yang masih fokus menyupir mobil.


"sudah dong, Liu Yi gitu loh."


"kalo elu Xiao Lin gimana dah selesai juga?."


"iya udah juga, btw elu sendiri emang dah siap?, elu aja males ngerjain gitu."


"ehhh jangan salah elu, gua kali ini ngerjain setiap tugas rumah. bahkan gua berharap otak gua jadi lebih pinter lagi."


..."KITA BERUBAH TIDAK LEBIH TUA DENGAN TAHUN, TETAPI LEBIH BARU SETIAP HARI." ...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)