SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 14



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



Pagi Yang Ribut.



setelah mengatakan itu, dengan segera ia bertanya lagi... "tunggu apa itu pacar?."


mendengar pertanyaan itu dengan segera wajah Huang Jia terlihat bingung, karna tadinya dia dengan lantang menyebutkan bahwa dia mau.


"aku pikir kamu tau artinya?, kamu bilang kamu menerima tawaran dariku."


"iya memang aku terima, tapi aku tidak tau apa itu pacar. aku kira pacar itu berarti aku bekerja menjagamu, seperti aku menjaga keluargaku."


seketika Huang Jia terdiam dan menghela nafas, selain itu dia juga sempat+sempatnya memukul kepala melihat kelakuan Mu Fei.


Mu Fei yang sadar itu seketika tersenyum dan berkata lagi... "apakah aku salah menyebut kata itu, apa jangan-jangan itu bukan artinya."


"memang, arti pacar bukan berarti kamu jadi bodyguardku, melainkan kamu akan menjadi pasanganku, walau hanya bohongan tapi kamu harus bisa melakukannya.


sudah tau arti pacar?, lebih singkat dan jelasnya itu, pacar itu lebih dulu daripada menikah. jadi kita pacaran dulu, kalau sudah saling suka baru menikah.


apa jangan-jangan dijamanmu tidak ada pacaran?, apa jangan-jangan kalian langsung menikah begitu saja." jelas Huang Jia yang masih bingung.


Mu Fei yang mendengarnya seketika paham dan lalu menjawab perkataan Huang Jia tentang menikah...


"betul, dijamanku walau tidak kenal, mereka akan tetap melamar. itu cara agar mereka terlepas dari berbagai alasan." jelas Mu Fei sambil berbisik.


dia berbisik begitu karna takutnya orang-orang akan tau hal itu....


Huang Jia yang mendengarnya ikut paham dan lalu berbisik balik...


"bukankah dulu kamu juga pernah dilamar oleh putra mahkota?."


"benar sekali, hanya saja aku menolak karna suatu alasan pasti. disaat dia melamar, aku baru saja diangkat menjadi jenderal oleh ayahku.


jadi wajar saja jika aku menolaknya dulu, niatku hanya ingin berteman dulu, jika kami benar-benar saling menyukai baru aku menjadi pertanyaan lamanya.


tidak salah bukan aku begitu?, aku begitu juga demi dia, jika bukan karna rakyat aku tidak mungkin akan bersikap seperti itu." ujar Mu Fei.


Huang Jia yang mendengarnya jawaban itu seketika sadar dan lalu memukul pelan punggung Mu Fei agar tetap bersabar menghadapi tantangan.


dia tak pernah menyangka akan mendengar langsung perkataan itu dari Mu Fei, dia juga tak tau pasti apa yang pernah dialami seseorang.


bahkan walau itu hanya sejarah, bukan berarti semua kebenaran terungkap. Mu Fei yang selalu dikata dan juga dihina hanya bisa berdiam diri.


melawan orang-orang bukanlah jawaban yang tepat untuk ini, kehidupan yang dilewati sudah pasti ada tantangan dan juga jawaban tersembunyi.


namun setelahnya, Mu Fei yang melihat Huang Jia terdiam setelah mendengar jawabannya kini merasa aneh dan lalu mencoba untuk membuat ia kembali sadar.


"hey....hey....Huang Jia, kamu tidur atau melamun disini?."


Mu Fei terus memukulnya agar sadar, hingga beberapa menit kemudian baru ia sadar dan lalu menoleh kearah Mu Fei.


"Mu Fei, tenanglah, aku akan mencari cara untuk membuatmu kembali ketempat yang seharusnya."


"terimakasih Huang Jia, terima kasih atas bantuan dan juga obrolan kecil ini."


setelahnya Mu Fei terkekeh kecil, berbeda pula dengan Huang Jia, dia masih menatap wajah Mu Fei dengan seksama.


menit ke menit telah berlalu, dengan segera Huang Jia menyuruh Mu Fei ikut dengannya naik kelantai dua.


setelah selesai mengantarkan Mu Fei kekamar itu, dengan segera Mu Fei mengunci pintu dan lalu masuk kedalam.


sedangkan Huang Jia dia berjalan pelan mengarah kesalah satu kamar yang sudah tertulis namanya.


disisi lain lagi, Mu Fei yang sudah berada didalam kini terkejut melihat benda-benda yang ada didalamnya.


dia terkejut melihat semua itu, didalam satu ruangan sudah terpenuhi dengan alat-alat yang bagus. dimulai dari televisi hingga alat lainnya.


Mu Fei terpesona melihat benda-benda yang ada disekitarnya, namun setelah diingat-ingat lagi, seperti ia harus tidur sekarang.


Mu Feipun lalu berbaring dikasur, kasur itu sungguh lembut dan juga empuk, Mu Fei yang merasa tak nyaman dengan segera turun dari kasur dan memilih tidur dilantai.


"ini baru nyaman." ujar Mu Fei yang lalu tidur disana.


selama berjam-jam mereka tidur, pagipun menyapa, matahari menyinari wajah Mu Fei. hingga akhirnya Mu Fei terbangun dengan perasaan aneh.


"aneh, kenapa lantai ini lebih nyaman daripada dikasurnya?."


diapun berdiri dari sana dan memilih berjalan-jalan sebentar diruangan itu, sesaat ia berjalan, ia melihat sebuah ruangan yang terisi oleh toilet dan juga bak mandi.


dengan segera Mu Fei sadar dan lalu masuk kedalam bak mandi, sesaat ia didalam, dia sama sekali tidak merasa ada air yang masuk kesitu.


"aneh kenapa tidak ada air?, jelas-jelas ini adalah sumur." ujar Mu Fei yang masih terlihat bingung.


setelah beberapa menit ia melihat-lihat dan juga mengotak-atik bak mandi itu, tanpa sengaja ia memutarkan krannya hingga akhirnya air datang.


setelahnya ia tersenyum puas melihat air akhirnya muncul, dengan segera ia membuat kunciran rambut dan lalu mengurai rambut panjangnya.


iapun berbaring disana dan menikmati air itu. berbeda pula dengan Huang Jia, dia malah duduk dikursi makan menunggu Mu Fei turun dari kamarnya.


"aneh, Mu Fei belum juga datang, dia belum bangunkah, bibi tolong lihat kekamarnya dong bibi, lihat apakah perempuan yang semalam masih tidur.


jika sudah bangun, suruh dia turun untuk sarapan." perintah Huang Jia yang lalu dituruti oleh salah satu maidnya.


maid yang sudah lumayan berumur itu dengan segera berjalan menaiki tangga dan lalu menuju kamar Mu Fei.


sesampainya dikamar, sudah terdengar suara Mu Fei yang kesal karna kran air yang tidak mati-mati.


merasa ada yang aneh, bibi itupun masuk dan lalu melihat kedalam. saat ia melihat, ia terkejut melihat kamar itu sudah berantakan.


setelahnya ia mendengar lagi suara itu dan lalu menuju kamar mandi, sesaat ia disana, ia tambah terkejut melihat itu.


"aduh non, non nggak apa-apa?."


"saya baik-baik saja, hanya saja sihir apa ini, kenapa dia tidak mau berhenti?."


mendengar perkataan Mu Fei begitu dengan segera maid itu kaget dan lalu berkata perlahan... "ini adalah bak mandi, cara mematikannya cukup mudah.


kamu tinggal mutarkan lagi kran ini kearah yang berlawanan, dengan begitu airnya akan berhenti. sudah mengerti non?." jelas bibi dengan lemah lembut.


"sangat paham, maaf saya terlalu merepotkan dirimu, sebelumnya saya tidak pernah memakai yang seperti ini, jadinya saya tidak tau cara memakainya."


... "DUNIA TAK LAGI SAMA TAK SELAMANYA MEMIHAK KITA, DISAAT KITA MAU BERUSAHA DISITULAH KEBAHAGIAAN AKAN INDAH PADA WAKTUNYA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)