
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Misi Baru.
jam demi jam telah berlalu kini mereka sudah berbicara hampir lama. Mu Fei yang terbiasa diluar rumah kini terus memegang benda itu sambil berbicara.
"Mu Fei kau dimana sekarang?."
"diluar rumah menikmati angin, tunggu liburan sekolah datang, aku akan mencari cara untuk kembali kesana."
"aku tunggu..." ujar Li Huang yang lalu disambung kembali olehnya..."kalau begitu aku tutup telpon, lain kali jangan terlalu sering bergadang."
"baiklah."
setelahnya kedua orang itu sudah berhenti berbicara satu sama lain. disitu Mu Fei berjalan masuk dan menaruh benda itu dikamarnya.
iapun kembali keluar dan melihat semua orang yang ada disana. tanpa ia sadari ia malah meneteskan air mata, ntah kenapa rasanya berat untuk pergi.
dulu mungkin masih ada harapan untuk pergi dengan mudah, tapi lama kelamaan setelah mengetahui kebaikan mereka dia malah tak tega.
"ayahanda, kau pernah berkata padaku untuk tetap kuat disaat apapun terjadi, ayahanda sekarang aku harus bagaimana?." bathinnya....
seketika ia kembali keluar dari rumah dan duduk diteras merasa angin yang kuat. iapun termenung duduk diam dan lalu berkata beberapa hal....
"ayahanda...ibunda... bagaimana kabar kalian?, aku Mu Fei sudah bisa belajar dengan sendiri. aku bukan lagi anak bodoh yang selalu memalukan kalian.
tidak benar, aku memang selalu membuat kalian malu didepan semua orang." ujar Mu Fei yang malah menyambung kembali kata-katanya.
"aku anak yang tidak berbakti..." ujar Mu Fei yang malah menimbulkan petir yang kuat, tiba-tiba awan mendung, angin seketika kencang.
hujan deras tiba-tiba datang, suaranya hampir tak didengar oleh orang-orang disana. bahkan tetangganya yang tadi tidur ikut terbangun mendengar suara itu.
iapun berdiri dari ranjangnya dan melihat keadaan diluar, disitu terlihat jelas Mu Fei duduk diteras dengan tatapan mata yang berbeda.
tetangga itu tiba-tiba kaget karna melihat Mu Fei tak takut melihat suasana itu. namun yang terjadi adalah Mu Fei malah terkekeh kecil.
"suasana ini sudah lama aku tidak melihatnya." ujar Mu Fei yang lalu berjalan keluar dari rumah dan bermain hujan dengan bahagia.
tetangganya yang melihat itu hanya penasaran dan hanya mengintip saja. setelahnya beberapa jam kemudian tiba-tiba tetangga itu mulai mengantuk dan kembali tidur.
disitu Mu Fei masuk kedalam rumah dan mandi. setelahnya iapun kembali kekamar dan tidur dengan tenang. jam demi jam lagi-lagi berputar.
kini sudah saatnya bangun untuk kesekolah, disitu Mu Fei bangun dan melihat kalender. ternyata hari ini adalah hari Jum'at, berarti besoknya adalah Sabtu.
"besok hari Sabtu, adik tunggu dirumah aku hanya akan pergi beberapa jam."
"kak Fei mau kemana?."
"ada urusan mendadak, kakak dapat misi baru."
setelahnya Mu Fei dan dua orang lainnya sudah menunggu diteras untuk berangkat sekolah. kini Huang Jia tiba dengan cepat dan bahkan tersenyum tipis kearah Mu Fei.
Li Ming yang melihat itu hanya terdiam dan memutarkan bola mata. disitu Mu Fei sudah punya ide dan hanya ingin berbicara dengan Huang Jia saja.
setelah beberapa saat kemudian mereka kembali berjalan, disitu tetangga yang semalam melihat Mu Fei kini datang kerumah Xiao Lin.
"apa ada orang dirumah?."
"sebentar." jawab suara pria yang sudah lumayan tua, disitu dia datang dan ternyata orangnya adalah kakek Xiao Lin sendiri.
"ehhh kakek, gimana kabarnya?."
"baik, ada apa ya datang kemari?."
"jadi gini kek, semalam saat hujan aku lihat Mu Fei tiba-tiba main hujan gitu. apalagi tatapan matanya tiba-tiba berubah gitu kek nggak biasanya.
"itu...saya kurang bisa menjelaskan, intinya anak itu emang suka main hujan makanya dia main hujan semalam."
"gitukah kek?."
setelahnya kakek Xiao Lin hanya mengangguk pelan berharap tetangganya itu mengerti dan dengan begitu baru tidak ada pertanyaan lagi.
disisi lain lagi, Mu Fei dan yang lainnya tiba disekolah lebih cepat. selama perjalanan kesekolah, semuanya tak banyak bicara.
ntah kenapa suasana diantara mereka berubah total, mereka merasa ada yang aneh diantara semuanya. ada hawa dingin dan juga takut semuanya bercampur.
kemungkinan hawa dingin itu berasal dari Li Ming dan Mu Fei, namun rasa takut ini ntah berasal dari siapa, diantara semuanya wajah yang takut hanya Mu Fei seorang.
saat ia sedang termenung, ia langsung membawa pergi Huang Jia dan berkata..."ikuti aku jangan sampai yang lain ikut juga."
setelahnya Huang Jia hanya mengangguk menyetujui perkataan itu, setelahnya kini hanya menyisakan mereka berdua untuk berbicara.
"Huang Jia ada hal penting yang harus kukatakan padamu, besok saat hari Sabtu aku ingin kau dan Li Ming ikut aku kesesuatu tempat.
aku punya firasat yang aneh disana, aku sudah memikirkan semua ini setiap jam." ujar Mu Fei yang hanya bisa disetujui oleh Huang Jia.
"aku setuju, kau tunggu aku dengan dia, besok kami akan menjemputmu."
setelahnya Mu Fei hanya mengangguk dan berlalu pergi untuk masuk kekelas. selama pelajaran berlangsung, ia menyimak dengan cepat.
jam demi jam, pagi demi pagi, malam demi malam telah dilalui lagi, Mu Fei dan yang lainnya sudah pulang dari sekolah dan istirahat.
disitu Mu Fei tak sabar untuk hari esok, ia terus menanti hingga akhirnya ia tertidur. pagi hari tiba, ia terbangun lebih dulu dari yang lain.
iapun mandi dan membersihkan semuanya. setelah selesai semuanya ia hanya menunggu semua orang bangun dan sarapan dengannya.
ya walau dia tak pintar masak, tetapi ia cukup lihai dalam memotong wortel dan sebagainya. setelah beberapa saat kemudian salah satu dari mereka sudah bangun.
disitu mereka kaget melihat Mu Fei sudah dulu-dulu kali bangun..."Mu Fei kau tidur pulaskan semalam?." tanya ayah Xiao Lin yang lalu dijawab olehnya.
"ya begitulah ayah, hari ini aku akan pergi kesesuatu tempat, ayah tak perlu khawatir denganku."
"pergi?, kemana Mu Fei?."
"ada aja."
setelahnya ayah Xiao Lin hanya menggeleng kepala sambil terkekeh kecil mendengar candaan Mu Fei itu.
30 menit kemudian.....
Mu Fei dan yang lainnya sudah selesai sarapan, kini dari arah kejauhan terdengar suara mobil Huang Jia yang sudah mereka kenali.
"Huang Jia sudah datangkah?."
"ada apa?."
"tidak apa, ayah, kakek, adik dan Xiao Lin aku pergi dulu ya bye bye.."
setelahnya Mu Fei berlalu pergi dan menuju keluar rumah. disitu memang benar Huang Jia dan juga Li Ming sudah ada bersama.
disitu Mu Fei langsung masuk kedalam mobil dan duduk dengan aman. diapun lalu berkata..."hati-hati saat dijalan Huang Jia."
..."KATAMU KAU AKAN SELALU ADA DISISIKU, TAPI NYATANYA TIDAK."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)