SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 39



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Hari Sekolah.



jam demi jam begitu berlalu, masalah itu segera diselidiki lebih cepat. kini hari Minggu telah berubah menjadi hari Senin, dengan segera pula Mu Fei dan yang lainnya bersiap.


tentu saja adiknya juga ikut bersiap, dia mengikuti apa yang dikatakan kakaknya. Mu Fei yang mengajar ia cara bersiap-siap kini malah terkekeh kecil.


ia pernah diajar oleh adiknya cara berjalan sopan, namun hasilnya masih sama. dia masih saja seperti itu, bahkan pakaiannya juga terus seperti itu.


"kak Fei, saat disekolah aku masuk kelas mana?."


"menurut tebakanku kita sekelas, kau beruntung bisa sekelas dengan kakak. dengan begini juga, kakak bisa mengawasimu lebih baik lagi."


"benar itu kak, semoga kita sekelas."


setelahnya Mu Feipun mengangguk pelan dan berharap hal yang sama seperti yang dibayangkan oleh adiknya.


beberapa menit kemudian, tiba-tiba suara mobil terdengar didepan rumah Xiao Lin. Xiao Lin yang hafal itu langsung saja berjalan menuju keluar rumah.


ia terkekeh geli melihat Huang Jia yang sudah sampai saja disini, Mu Fei yang tau itu langsung berkata kembali keadiknya... "cepatlah, Huang Jia sudah ada."


mendengar itu Mu Xiao Bipun menggunakan seluruh tenaganya untuk bersiap. alhasil ia selesai dengan tepat waktu, ia berjalan keluar bersama kakaknya.


mereka berdua nampak bersemangat kali ini, apalagi Mu Xiao Bi sudah ada disini, sungguh bersenang-senang. mereka merasa kali ini akan sangat ramai.


"Mu Fei, duduk didepan saja bagaimana?."


"kenapa begitu?."


"ada sebuah alasan yang masih aku sembunyikan, nanti juga pas yang lain dah ada pasti paham juga."


"oke, yaudah ayo kita langsung aja."


setelahnya merekapun langsung berjalan kembali, kali ini mereka seperti biasa kerumah Mengmeng dan Liu Yi.


ini adalah tradisi mereka berempat dulunya, apalagi hanya Huang Jia yang punya kendaraan. dengan begini hanya dialah yang bisa mengantar mereka.


awalnya semua teman-temannya menolak untuk diantar jemput begitu, tapi karna paksaan dari Huang Jia, maka mereka semua menyetujui hal ini.


ini semua juga demi kebaikan teman-temannya dengan begini juga, Huang Jia dan yang lainnya bisa dekat satu sama lain.


disini juga mereka bisa saling bercanda dan mengobrol bersama. ngomong-ngomong tentang obrolan, sepertinya mereka punya pembahasan lain nih.


"Huang Jia, kamu sudah menemukan pelakunya?."


"belum sama sekali Liu Yi, jika sudah ketemu, aku pasti langsung bilang ke


Mu Fei."


"benar juga ya, btw lu dah dapet kabar lain nggak?."


"belum, orang yang aku suruh nyari informasi malah ngomong kalo dia belum sama sekali dapet infonya."


"anjirlah, kok bisa gitu sih. ehhh jangan-jangan orang suruhan lu itu malas ngerjainnya makanya mereka bilang gitu. "


"sttttt....Jan ngomong kek gitu Mengmeng nggak baik, intinya percaya dulu sama dia, kalo nanti belum dapet informasi, baru kita cari sendiri.


aku tau kamu juga cemas, tapi jangan seperti ini juga." ujar Xiao Lin yang membuat Mengmeng terdiam setelahnya.


setelah beberapa menit mereka berbicara didalam mobil, tanpa mereka sadari ternyata mereka sudah sampai disekolah. dengan segera pula, Huang Jia langsung memarkirkan mobilnya.


video itu sudah menyebar luas hingga murid-murid disekolah tau hal ini. saat itu juga mereka langsung berlari mendekati Mu Fei.


"Mu Fei, cara kamu melakukan gaya pedang itu gimana?."


"hebat....hebat....pantesan waktu duel sama Dyon lu menang, ternyata atlit bela diri toh."


"ajarin aku juga dong, aku pengen pinter bela diri."


intinya begitulah kira-kira omongan para murid yang sedang berkumpul disana. mereka juga penasaran dengan apa yang dilakukan Mu Fei saat itu.


bagi mereka itu jauh luar biasa, namun hal itu juga yang membuat Mu Fei panik. ia takut identitasnya akan terbongkar, jika sampai terus begini.


Mu Xiao Bi yang melihat gerumunan orang-orang ini, malah merasa tak nyaman... "kak Fei, ayo pergi." ujarnya sambil memeluk tangan Mu Fei.


Mu Fei yang dipeluk itu langsung menoleh kearah adiknya, ia malah memegang tangan adiknya dan berjalan maju masuk kedalam kelas.


tanpa pikir panjang dan juga tanpa basa-basi, dia langsung saja pergi dari sana. ia juga tak suka jika ada orang yang berani mendekatinya seperti ini.


tak terkecuali dengan teman-temannya, karna Mu Fei sudah kenal dekat juga dengan mereka semua.


melihat Mu Fei menggandeng tangan Mu Xiao Bi, Huang Jia yang sedikit merasa cemburu kini mengikuti mereka dari belakang.


namun tanpa disadari Huang Jia, tiba-tiba tangannya juga sudah ikut dipegang oleh Mu Fei. Mu Fei sadar bahwa Huang Jia sedikit aneh kali ini.


karna ia merasa ada yang janggal, ia juga langsung memegang tangan Huang Jia dan pergi. namun teman-temannya yang lain malah melongo melihat itu.


"inikah yang dinamakan kedekatan adik dengan kakak ipar?."


"aku rasa Huang Jia benar-benar menyukai Mu Fei, tapi jujur saja mereka jauh lebih cocok tau. aku rasa mereka berdua bisa jadi couple yang pas."


"sudah diduga, dari awal dia bersama dengan Mu Fei, aku sudah lihat tatapan mata dia nampak berbeda. dari saat ia menatap kita dengan saat ia menatap Mu Fei jauh berbeda."


"apa kita bantu Huang Jia buat dapetin Mu Fei?."


"aku sih mau, tapi kalian tau konsekuensi terbesarnya apa?."


mendengar perkataan Xiao Lin begitu, mereka langsung menoleh dengan tatapan heran... "maksudmu?." tanya Mengmeng yang lalu dijelaskan oleh Xiao Lin.


"maksud ucapanku adalah Mu Fei bukan berasal dari dunia kita, jika suatu hari mereka menemukan jalan untuk kembali kedunia mereka....


bukankah itu berarti hari perpisahan bagi kita?, jika mereka sudah punya hubungan, takutnya akan ada hal yang menyedihkan.


aku tau mereka cocok, tapi kenyataannya dia bukan dari dunia kita. kita tidak bisa melakukan itu, walaupun bisa mungkin hanya menambah rasa sakit hati.


ingat perpisahan jauh lebih menyakitkan daripada kita tidak bilang isi hati kita." ujar Xiao Lin yang lalu membuat mereka mengerti.


mereka merasa ada rasa sedih untuk kedua couple ini, karna mereka berdua sangatlah cocok satu sama lain. apalagi Mu Fei tipe wanita sederhana, sudah pasti cocok untuk Huang Jia.


namun apa daya, takdir berkata bahwa Mu Fei disini hanya sementara bukan selamanya. dia juga pasti sudah merindukan rumah dan keluarganya.


bukan hanya dia, adiknya juga begitu. jika ia berada didunia ini terus menerus, mungkin akan terjadi hal-hal tak mengenakan.


..."KATA-KATA MEMILIKI KEKUATAN UNTUK MENYAKITI LEBIH DALAM DARIPADA LUKA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)