
...(HAPPY READING ALL)...
☘️**.
Siapa Orang Itu?.
setelahnya pria itu hanya terdiam dan menurunkan Mu Fei dari gendongannya. disitu Mu Fei dengan kesal berjalan masuk kedalam bus.
diapun mendekat dengan adiknya walau wajahnya terlihat kesal. disisi lain lagi, pria tadi itu langsung masuk perlahan dengan tenang.
Mu Fei yang melihatnya seketika semakin kesal..."dik pindah tempat duduk, aku ingin terkena angin." ujar Mu Fei yang ingin pindah tempat duduk.
disitu adiknya hanya terdiam dan saling bertukar tempat duduk. namun pria yang melihat itu merasa wanita ini aneh dan hanya mengabaikannya.
"kesel banget, malah ketemu orang kek gini." bathin Mu Fei yang dibalas dengan bathin pria tersebut..."aneh kenapa tiba-tiba aku berubah begitu.
rasanya wanita itu seperti sangat akrab denganku, bahkan aku dengan berani langsung menyentil dahinya. seakan-akan aku sering bertemu dengannya yang bersifat ceroboh.
tapi aneh ada apa denganku?." bathin pria itu yang saling memandang secara diam-diam, namun walau begitu pandangan Mu Fei sangatlah sinis.
"kenapa hari ini kurang beruntung, apakah aku lupa check kalender. apa aku lupa menghitung hari ini hari apa, kenapa aku s*al sekali."
mendengar gumaman kakaknya yang begitu berisik membuat adiknya penasaran dan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"ada apa kak Fei?."
"aku tidak apa, jangan tanya lagi. moodku sedang buruk sekali."
setelahnya beberapa menit selama perjalanan menuju sekolah. tiba-tiba bus itu berhenti disalah satu tempat pemberhentian bus.
disitu pria tersebut turun dan lalu bertemu dengan seorang wanita cantik yang langsung memeluknya saat turun dari bus tersebut.
bahkan bukan hanya memeluk, dia juga mencium pipi pria itu hingga membuat Mu Fei semakin kesal dan merasa jijik dengan hal ini.
"hari ini sungguh s*al, kenapa mobil Huang Jia rusak?, takdir berkata untuk aku bertemu pria seperti inikah?."
setelah ia bergumam begitu kasar, pria itu langsung menjawab dengan nada kasar juga..."hey wanita bodoh, kau pikir aku juga mau bertemu dengan wanita sepertimu?."
mendengar perkataan kasar dari pria itu, Mu Fei yang kesal langsung berkata..."kamu...jika ingin memancing amarah, maka pergilah ketempat lain."
"he...penakut."
ucapan pria itu semakin keterlaluan, hingga membuat amarah Mu Fei sudah meluap-luap. disitu Xiao Lin dan Mu Xiao Bi langsung menghalangi dia untuk turun.
setelah beberapa saat kemudian, pria itu membayar. seketika bus itu kembali berjalan, walau tatapan mata Mu Fei sudah kesal, namun ia berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja.
"lihat saja nanti, jika kita bertemu lagi, aku adalah orang pertama yang akan membun**mu." gumam pelan Mu Fei yang terdengar oleh kedua temannya.
Xiao Lin dan Mu Xiao Bi hanya bisa menahan Mu Fei untuk tidak menghaj** pria itu, namun soal amarah mereka berdua sama sekali tak bisa membantu.
terkecuali jika ada Mengmeng, karna hanya dia yang mungkin memiliki kemampuan untuk menenangkan seseorang.
ditambah hanya dia juga yang begitu dekat dengan Mu Fei. disisi lain lagi, pria yang tadi berdebat dengan Mu Fei kini berjalan terus bersama wanita itu.
bahkan wanita itu dengan ekspresi wajah penasaran langsung bertanya..."kak Chen, ada apa denganmu?." tanya wanita itu dengan pria yang ia panggil dengan sebutan kak Chen.
"tidak apa hanya kesal saja, bisa-bisanya hari ini aku bertemu dengan wanita yang begitu aneh dan emosian."
"kak Chen, apa kakak lupa, kakak sendiri juga emosian. sebenarnya dilihat-lihat wanita itu nampak lebih cantik daripada siapapun."
mendengar ucapan itu pria yang disebut kak Chen kembali berkata..."he...dia mana mungkin bisa disamakan dengan wanita lain."
setelah mereka membahas beberapa hal tentang Mu Fei, disisi lain lagi Mu Fei yang baru turun dari bus kini malah bersin akibat ulah mereka berdua.
setelahnya beberapa saat kemudian tiba-tiba muncul Huang Jia dan dia temannya yang lain dengan wajah yang sedikit ceria.
namun Huang Jia yang memperhatikan suasana hati Mu Fei kini merasa ada yang aneh dengannya.
dengan segera ia menghampiri Mu Fei dan bertanya...
"ada apa Mu Fei?, pagi-pagi udah cemberut aja?."
"iya tuh, Mu Fei ada apa?."
"apa ada masalah selama perjalanan kita yang misah ini?."
setelahnya Mu Fei sama sekali tak merespon, ia malah berjalan masuk sendiri tanpa menghiraukan perkataan teman-temannya yang sedang mengkhawatirkan dia.
melihat Mu Fei begitu aneh, dengan segera Mengmeng menghadap Xiao Lin dan bertanya..."Xiao Lin, Mu Fei kenapa?." tanya Mengmeng.
"mood dia sedang buruk, tadi saat diperjalanan dia dari tadi bergumam terus menerus. dia bertemu dengan pria yang sangat ngeselin."
"betul sekali, ini kali pertamanya aku melihat dia seemosi itu, bahkan saat didunia kerajaan dia sama sekali tenang. bisa-bisanya pria seperti itu mampu membuat kak Fei kesal."
mendengar ucapan kedua temannya yang merupakan saksi mata. mereka berdua melihat dengan jelas bagaimana Mu Fei dan pria itu berdebat.
bahkan Mu Fei juga sempat-sempatnya ingin menghaj** dia saat dia turun dari bus. namun dibalik semua itu, siapa orang itu?....
kenapa dia dengan mudah membuat Mu Fei kesal, bahkan walau tak kenal sekalipun Mu Fei selalu berharap untuk tidak bertemu dengan pria itu lagi.
disisi lain, pria yang sedang dibicarakan itu sedang bekerja dengan santai dikantor. ternyata pria itu adalah seorang CEO disalah satu perusahaan.
dia juga merupakan teman bisnis ayah Huang Jia, dia juga dikenal dengan kepribadian santai dan terus terang. walau begitu, ia juga memiliki masalah dengan indra perasanya.
dia dari dulu sama sekali tak bisa membedakan rasa. bahkan yang pahit sekalipun sama sekali tak merubah indra perasanya.
ia tetap merasakan hambar didalam mulutnya. setelahnya beberapa menit kemudian datang wanita itu dengan ekspresi senang dan memberika ia makanan.
"makanlah kak."
melihat makanan itu, lagi-lagi perasaannya kembali sedih. iapun menolak dan berkata dengan pelan..."makanlah sendiri, kakak sedang sibuk."
"Chen Liu, kau harus tetap makan. bagaimanapun perutmu sama sekali belum makan apapun dari kemarin."
mendengar ucapan itu, pria yang ternyata memiliki nama asli Chen Liu itu seketika berdiri dan kembali berkata dengan tegas kali ini.
"pergi, aku sibuk."
setelah mengatakan itu, wanita itu hanya terdiam dan perlahan keluar dari ruangan itu. jam demi jam telah berlalu, kini pagi hari berubah menjadi sore hari dengan sangat cepat.
semua murid sudah pulang dengan cepat tanpa ada les tambahan, Mu Fei dan yang lainnya kembali menunggu bus untuk pulang bersama.
..."MENGALAH ITU BUKAN KALAH, MELAINKAN MENANG SECARA HAKIKI."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)