SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 26



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Mimpi.



setelahnya selesai semua hal, mereka semua masuk kerumah masing-masing dan beristirahat.


Mu Fei yang sudah kelelahan kini tertidur sejenak tanpa merespon kata-kata temannya. dia memilih memejamkan matanya dengan begitu rapat.


baru beberapa menit, tiba-tiba terdengar suara dengkuran keras berasal dari Mu Fei. semua teman-temannya yang mendengar itu ikut terkekeh kecil.


mereka tak menyangka bahwa Mu Fei juga begitu ketika tidur. tapi walau begitu, mereka masih merasa ada yang aneh dengannya.


mereka merasa sesuatu dibalik ini pasti ada, mereka penasaran alasan Mu Fei bisa datang kesini.


"kalian tau nggak cara agar dia balik keasalnya?."


"jangan bertanya padaku, coba tanya pada Xiao Lin siapa tau dia bisa."


"bener juga tuh, ehhh Xiao Lin, btw elu tau nggak cara agar dia kembali lagi?, aku merasa dia merindukan keluarganya."


setelah mendengar perkataan itu, dengan segera Xiao Lin berjalan pelan menuju ruang bawah tanah. awalnya semua temannya tidak tau, tapi sesaat kemudian Huang Jia langsung bertanya...


"Xiao Lin mau kemana?."


"mau keruang bawah tanah, kalian disini aja. aku bawa sesuatu untuk kita cari tau."


setelah itu mereka saling terdiam dan menunggu Xiao Lin. disisi lain lagi, Mu Fei yang masih tertidur tanpa sengaja bermimpi tentang sesuatu.


...(dialam mimpi)...


saat ia terjatuh dari jurang, tiba-tiba ia memejamkan matanya. tanpa ia sadari, saat ia membuka kembali matanya dengan pelan....


tiba-tiba terlihat kedua orang tuanya mengacungkan tangan untuk dia berdiri bangun... "bangkit nak, ayahanda disini untukmu."


mendengar suara itu, dengan segera Mu Fei sedikit terkejut dan lalu membalas tangan itu.


"ayahanda, ayahanda baik-baik sajakan?."


"ayahanda baik nak, disini bukan hanya ayah, tapi ada ibunda dan juga adik-adikmu. lihat mereka, mereka senang melihatmu sekarang.


sekarang bangkitlah, dunia sudah aman. kau tidak perlu repot-repot bertarung lagi Mu Fei, kau bisa melanjutkan hal kesukaanmu seperti dulu.


owh iya ayahanda lupa, kamu juga bisa belajar dengan baik. ayahanda siap mengajarkanmu segalanya Mu Fei." ujar raja Mu Ying.


mendengar perkataan itu, tanpa Mu Fei sadari, air matanya turun begitu saja. bahkan air mata itu, mengalir hingga kedunia nyatanya.


ia menangis melihat semua keluarganya ada disini, dia senang melihat semuanya baik-baik saja tanpa ada yang terluka.


dia merasa perjuangan dia kali ini tidak sia-sia, dia merasa asal keluarganya aman, Mu Fei merasa senang..


"ayahanda, aku merindukan kalian semua, ayah, ayah harus lihat aku sekarang bisa membaca dengan benar. ayah aku bersekolah sekarang.


ayah banggakan denganku, jika ayah bangga maka aku senang melakukannya." ujar Mu Fei yang lalu membuat ayahnya tersenyum.


"Mu Fei, lanjutkan apa yang ingin kamu lakukan. ayahanda tidak akan melarangnya, ayah ingin kamu bisa menjadi diri sendiri tanpa ada yang mengaturmu.


ayah bangga melihat anak ayah senang, ayah bangga melihatmu berjuang demi keluarga, dan juga ayah bangga dirimu mampu Melinda orang-orang.


ayah senang mendengarnya, Mu Fei, jika ada waktu lagi, ayah ingin mengajakmu bermain seperti dulu." ujar sang ayah yang mengelus pelan rambut Mu Fei.


saat itu juga Mu Fei merasa kehangatan keluarga yang begitu nyaman...


walau hanya sekedar mimpi, tapi dia merasa itu semua nyata tanpa ada kata mimpi. walau itu hanya mimpi, semoga suatu saat ia bisa melakukannya.


namun siapa sangka, beberapa menit kemudian, tiba-tiba Mu Fei terbangun dari tidurnya yang sebentar.


dia sedikit kaget setelah bangun, bahkan semua teman-temannya ikut kaget mendengar Mu Fei begitu.


"ada apa Mu Fei?."


"mimpi apa Mu Fei?, kok kamu bisa menangis?."


"tidak aku tidak menangis Huang Jia." ujar Mu Fei yang mengelap air mata yang keluar tadinya.


"bohong, kamu mimpi apa Mu Fei?, katakan saja kami tidak mempermasalahkan kok."


"aku...aku hanya bermimpi tentang keluargaku, aku harap keluargaku juga ikut bermimpi tentang ini. biarkan kerinduan kami hilang hanya lewat mimpi ini."


mendengar perkataan itu, sontak mereka tak tega melihat Mu Fei yang sudah merindukan keluarganya yang sekarang jauh.


bukan jauh lagi, tapi tahun merekapun berbeda dari yang seharusnya. disisi lain lagi, tiba-tiba Xiao Lin datang dari ruang bawah tanah.


dia membawa sebuah kotak kayu yang diisi oleh sesuatu. diapun dengan segera berjalan walau wajahnya terlihat penasaran.


namun sesaat ia duduk, ia langsung bertanya kepada Mu Fei... "kamu tidak tidur?."


"aku tadi tidur sebentar, tapi terbangun." jawab Mu Fei yang lalu kembali terdiam.


kali ini Mu Fei malah terfokus pada benda yang dibawa oleh Xiao Lin kesini... "Xiao Lin, ini apa?." tanya Mu Fei.


"pertanyaan bagus, ini adalah barang temuan kakekku jaman dulu. katanya ini adalah peninggalan dari kerajaan mystic.


dia menemukan ini dihutan terlarang dulunya, rumor beredar katanya hutan itu adalah lokasi kerajaan mystic saat itu. tapi tidak ada yang tau pasti itu benar atau salah.


tapi walau begitu, kotak ini masih belum bisa dibuka. ada yang berkata, bahwa yang bisa membuka ini adalah orang dari raja Mu Ying.


tapi kami tidak begitu percaya tentang hal itu, Mu Fei kamu tau tentang ini?." ujar Xiao Lin yang menjelaskan dengan rinci.


Mu Fei yang melihat kotak itu seketika memperhatikan dengan baik. dia merasa kotak itu sedikit familiar untuknya, dia juga merasa bahwa kotak itu dulunya pernah dia gunakan.


tapi dia tidak tau cara membuka dan juga dia bingung benda apa didalamnya. namun karna penasaran ia lebih besar, diapun akhirnya meminta izin untuk memegangnya.


"Xiao Lin, izinkan aku memegangnya. siapa tau aku mengetahui sesuatu."


Xiao Linpun langsung memberikan kotak itu pada Mu Fei, Mu Fei dengan segera mengguncang isi kotak itu agar ia mendengarnya.


saat ia mengguncang kotak itu, tiba-tiba ia merasa isi dalamnya adalah sebuah kertas.


seketika isi pikirannya hanya ada dua macam, jika bukan uang kertas, berarti kertas itu adalah kertas penting seperti surat lahir dan sebagainya.


"aneh, aku merasa isi kotak ini adalah kertas. aku menduga ini adalah uang kertas atau mungkin surat yang berisi penting!." ujar Mu Fei.


mendengar hal itu, dengan segera penasaran mereka mulai meningkat. karna rasa penasaran tersebut, ia akhirnya berniat meminta izin kepada kakeknya untuk membuka ini.


mereka dengan segera berjalan pelan menuju kamar kakeknya, sesaat mereka sudah disana. kakeknya yang belum tidur langsung berkata...


"ada apa?."


"kakek, izinkan kami membuka kotak ini. Mu Fei berkata isi kotak ini adalah sebuah kertas."


mendengar perkataan itu, dengan segera kakeknya menoleh kearah mereka dengan pandangan penasaran juga.


"bagaimana kalian tau itu?."


"Mu Fei sepertinya tau, lagipun dia adalah anak raja Mu Ying, siapa tau dia bisa membukanya."


"betul juga, Mu Fei lakukan jika kamu penasaran juga!!."


mendengar izin dari kakek Xiao Lin, dengan segera ia mengambil kotak itu dan melihat keseluruhannya.


saat ia melihat, ia terpikirkan satu cara, sudah pasti ia akan mebobol kunci itu dengan kuat...


..."HIDUP INI SINGKAT. BIARKAN AKU MENJADI SESEORANG UNTUKMU SELAMANYA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)