SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 6



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



Rencana Perebutan Kekuasaan.



dipagi hari, Mu Fei yang sudah bangun kini dikejutkan oleh beberapa pelayan yang sedang mengantarkan surat.


salah satu surat itu adalah punyanya Mu Fei. saat surat itu sudah diberikan kepada Mu Fei, dengan segera ia membaca agar tidak penasaran.


...isi surat:...


yang terhormat jenderal Mu Fei, saya sebagai raja dari kerajaan moon ingin menyampaikan sesuatu.


...saya harap anda bisa datang kesini untuk mengurus masalah ini, karna saya sedikit membutuhkan bantuan...


...anda....


bila perlu jika anda merasa khawatir, saya bisa saja meminta izin kepada raja Mu Ying agar mengizinkan dirimu untuk ikut dengan saya.


...dari sini saya sudahi, kelanjutannya saya tunggu anda dikerajaan moon....


tertanda raja Xie Xiao Lin.


setelah membaca isi surat itu, dengan segera ia berdiri dan segera bersiap keistana untuk meminta jawaban.


diapun terus berjalan hingga akhirnya sampai dipermandian, saat itu juga ia mandi dan membersihkan dirinya. menit ke menit telah berlalu, kini dia akhirnya selesai mandi.


tanpa perlu waktu lama, dirinya selesai bersiap-siap dan segera pergi keistana.


"ayahanda mengizinkanku tidak ya?." bathin Mu Fei.


selama diperjalanan dirinya terus diawasi oleh para pelayan disana, Mu Fei yang sadar hanya terdiam dan mengacuhkan segalanya.


dia hanya fokus pada urusannya yang satu ini......


"lihat Mu Fei itu, sekarang semakin dingin dan sangat sombong ya?."


"baru tau kamu, aku aja udah lama kerja sudah hafal sifatnya. tapi selama beberapa tahun ini, dia hanya sibuk pada kerjaannya itu."


"sebenarnya aku sedikit kasihan, tapi saat mendengar rumornya, aku jadi merasa kesal sendiri."


"sama, aku juga gitu. terasa sekali rumor itu benar apa adanya. tapi walau begitu ekspresinya tidak pernah berubah, tapi gaya omongan sangat berubah pesat."


"memangnya dulu gaya bicaranya bagaimana?."


"dia sangat banyak omong dan selalu bertingkah sangat menjengkelkan."


"begitu ya."


Mu Fei yang mendengar itu hanya menghela nafas tanpa membalas balik apa yang dikatakan mereka.


"seandainya mereka tau betapa susahnya diriku." bathin Mu Fei yang merasa sangat lelah.


menit ke menit, kini Mu Fei tiba diistana, semua orang ada disini. bahkan mereka sedang mengadakan rapat didalamnya.


Mu Fei yang tau hanya menunggu saja hingga raja Mu Ying yang sadar bahwa ada anak pertamanya akhirnya mencoba memanggilnya kemari.


"Mu Fei, masuklah. jika ada masalah katakan!!!."


"ayahanda." sapaan Mu Fei yang lalu berlutut.


semua orang yang melihatnya seketika merasa kagum, dengan kesopanan yang selalu ia tunjukkan.


"anak itu cukup sopan, berbeda dari rumor."


semua orang mengangguk menyetujui perkataan pria tua yang ada dibelakang.


"Mu Fei, ada apa?."


"ayahanda, aku meminta izin untuk pergi kekerajaan moon. raja moon mengundangku kesana."


semua orang yang mendengar seketika kaget, bukan hanya kaget, rasa penasaranpun ada.


sangat jarang kerajaan moon mengundang orang lain, apalagi orang itu hanyalah sekedar jenderal biasa.


"raja moon yang benar saja, dia kenapa mengundang Mu Fei kesana?."


"akupun tidak tahu."


"Mu Fei, jika dirimu ingin pergi kesana, maka pergilah, tapi tetap berhati-hati jaga keamananmu sendiri."


"ayahanda, dirimu tenang saja, aku adalah jenderal sudah pasti harus melindungi diri sendiri. kali ini aku hanya membawa 3 orang untuk menemaniku.


sisanya aku perintahkan mereka untuk menjaga istana." ujar Mu Fei yang lalu disetujui oleh mereka semua.


"kau sangat bijaksana sekarang Mu Fei!."


setelah selesai berbicara hal itu, dengan segera ia pamit untuk pergi. dirinya harus siap-siap berkemas untuk pergi kesana.


dia berpikir mungkin hari ini dia akan segera pergi, namun setelahnya tiba-tiba datang lagi sebuah surat yang berisi tentang kabar putra mahkota.


"surat lagi untukmu."


setelah menerima surat lagi, dengan segera ia membaca.


dia membaca hingga habis....


setelah selesai membaca, diapun seketika mengganti kertas dan menjawab isi surat putra mahkota.


..."yang terhormat untuk putra mahkota, kabarku baik-baik saja, jika dirimu ingin datang kesini maka tunggu aku selama beberapa hari. karna beberapa hari ini aku mungkin tidak ada dikerajaan. aku punya urusan lain yang harus dilakukan." pesan dari Mu Fei....


jam ke jam telah berlalu, awan yang tadinya sedikit mendung kini berubah menjadi cerah. hari sudah menunjukkan pukul 12.02.


disiang hari ini juga, Mu Fei bersiap pergi dan menempuh perjalanan yang cukup jauh.


disisi lain lagi, raja Li yang mendapat kabar bahwa Mu Fei pergi dari ibukota, kini mendapatkan ide yang cukup kejam.


ya benar raja Li sedang menyiapkan rencana untuk perang kali ini, wilayah yang mungkin akan dia kuasai adalah wilayah dari kerajaan mystic.


jadi jika ingin menguasai wilayah itu, maka harus menjatuhkan dulu kerajaan mystic sebelum memulai menguasai.


"Li Huang, kemari dan ikuti ayah."


"ada apa ayah?."


"ayah ingin memberitahumu sesuatu, setelah sekian lama kita menunggu akhirnya kita bisa memperluas lagi wilayah dan juga kekuasaan.


Li Huang, dirimu sebagai putra mahkota harus bisa bertanggung jawab nantinya." jelas raja Li yang membuat anaknya kurang paham.


"maksud ayah apa?."


"ayah ingin memperebutkan kekuasaan dari kerajaan mystic, selagi Mu Fei itu pergi kita bisa saja meratakan seluruh kerajaannya."


"ayah gila, kenapa ayah ingin mengajak perang dengan mereka, ayah lupa kalo kerajaan mystic itu punya kekuatan yang cukup kuat.


ditambah lagi, aku tidak ingin membuat Mu Fei sakit hati hanya karna ulah ayah." ujar Li Huang yang kesal mendengar rencana itu.


"kamu lupa apa?, Mu Fei tidak pernah mencintaimu, ditambah lagi dia sudah pernah menolakmu. jadi jangan harap jika ia akan membalas perasaanmu itu.


kau masih terlalu muda untuk mengejar hal-hal begitu, Li Huang, bukankah dirimu setuju akan rencana ayah dulu.


tapi kenapa sekarang dirimu berbeda, kenapa kau malah berubah dan tidak pernah lagi memahami ayah!!!." ujar raja Li yang akhirnya berdebat dengannya.


"aku bukan tidak memahami ayah, tapi ayah adalah orang yang hanya selalu ingin membuat kekacauan. aku sudah muak melihat itu ayah.


aku tidak mau melihat ayahku sendiri menjadi seperti ini hanya karna kekuasaan." teriak Li Huang yang merasa kecewa dengan ayahnya.


"baiklah, jika itu maumu, maka ayah tidak menganggap dirimu sebagai anakku lagi. dan jangan harap rencana ayah akan gagal kali ini.


ayah sudah menyiapkan segalanya dari dulu." balas teriak dari raja Li.


"oke, jika itu mau ayah, maka jangan pernah memanggilku lagi."


Li Huang segera lari keluar dengan raut wajah sedih, berbeda pula dengan ayahnya, dia sepertinya sedang marah besar.


anak yang dulunya selalu mengerti dirinya kini malah tidak menurut hanya karna seseorang.


... "RUMAH BUKAN HANYA SEBUAH TEMPAT, TETAPI ITU ADALAH PERASAAN."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)