SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 67



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Dyon.



setelah kedatangan Huang Jia, ketiganya langsung masuk karna takut terlambat. disitu mereka juga bersiap pergi kerumah Mengmeng dan Liu Yi.


beberapa saat kemudian, Liu Yi dan Mengmeng tersenyum didepan rumah melihat mobil Huang Jia datang.


disaat itu keduanya masuk dan memulai cerita. namun ada beberapa hal yang membuat penasaran, yaitu dimana Li Ming, sudah lama tidak mendengar kabarnya.


karna rasa penasaran Mengmeng tinggi, iapun bertanya dengan segera..."Huang Jia, dimana Li Ming?." tanya Mengmeng dengan ekspresi heran.


mendengar pertanyaan itu tentu saja Huang Jia dengan senang hati menjawab..."dia ada dirumah, beberapa hari ini dia cukup patuh.


dirumah kerjaan dia cuman tidur, rebahan, makan, nyemil, sama satu lagi biasanya dia bakal latihan bela diri dibelakang rumah.


btw Mu Fei, lu penasaran kagak sama dia kek gimana sekarang?." jelas Huang Jia yang membuat Mu Fei terkejut karna merasa aneh.


ia merasa cukup aneh dengan tingkah Li Ming, sejak kapan dia mudah beradaptasi begitu. bahkan Mu Fei sendiri saat baru disini ia malah merasa asing dengan tempat ini.


namun mendengar dari perkataan Huang Jia, nampaknya tidak ada kebohongan. disitu Mu Fei bernafas lega juga karna merasa hubungan mereka cukup baik.


"syukurlah, kalian berhubungan baikkan?."


"kau tenang saja, Li Ming dengan aku jadi bestiean sekarang. bahkan kami berdua sering main game bareng, lumayan seru sih sama dia."


"dia memang seru, dari kelihatannya dia dingin diluar, tapi lama kelamaan dia akan lembut seiring berjalannya waktu."


"kau tau tentang dia?."


"eummm...bisa dibilang begitu, aku dulu hanya pernah mendengar dari cerita dari Li Huang, namun saat perang akhirnya aku baru tau wajahnya bagaimana."


"dulu saat perang kalian bertemu sempat bertarung tidak?."


"tidak, dia malah menghindar terus. hingga saat mereka mundur, aku mendengar kabar dia mengganti jenderal, dia sama sekali tidak ikut setelahnya.


awalnya aku kira dia pengecut, namun saat aku tau sifatnya, aku langsung merasa senang." ujar Mu Fei yang malah memikirkan dia.


Huang Jia yang melihat itu malah kurang fokus, ia malah merasa sedih seketika..."kok gua sedih ya?." bathin Huang Jia yang bertanya-tanya.


setelahnya mereka tiba disekolah dengan aman dan cepat. sebagian besar sudah tiba dari awal, tetapi sebagian lain ada yang belum masuk.


bahkan ada juga yang serta dengan mereka, namun saat Mu Fei berjalan langsung, tiba-tiba Dyon datang dan memegang tangan Mu Fei.


disitu Mu Fei terkejut dan berkata..."lepasin." ujarnya dengan nada dingin yang cukup menyeramkan.


disaat itu juga, Dyon langsung melepaskan tangannya dan berkata kembali..."terima kasih." ujar Dyon dengan wajah yang sedikit berbeda.


Mu Fei yang melihat itu malah merasa heran dan berkata..."kamu sehat?." tanya Mu Fei dengan suara yang sedikit aneh.


mendengar ucapan itu, justru membuat Dyon kesal dan berkata secara langsung..."terima kasih sudah bantu aku waktu itu.


jika bukan karna kamu mungkin aku udah...ya begitulah." ujar Dyon yang mencoba mengalihkan perhatian Mu Fei dan juga ingin membuat Mu Fei merespon.


setelah tau hal itu, Mu Fei hanya bereaksi sedikit dan berlalu pergi. iapun meninggalkan Dyon disana tanpa rasa penasaran apapun.


ia malah merasa aneh jika sampai Dyon begitu, ia lebih suka dengan sifat yang seperti itu. karna dia sudah terbiasa dengan sifat itu.


namun sementara itu, Dyon yang melihat respon Mu Fei begitu saja, kini hatinya terasa sakit dan sedih. disitu datang Huang Jia dan yang lainnya sambil berkata...


"jangan berlebihan."


"dia nggak punya waktu kalau cuman begituan."


"benar itu, dia aja dulu saat pertama kali ketemu dengan kami, serasa kek mau nerkam kami."


"nah dengerkan, kami semua sudah jadi saksi. lebih baik menjauhlah, daripada kau berusaha keras."


mendengar ucapan kelima orang itu, seketika raut wajah Dyon berubah drastis. iapun berjalan maju dan mulai pergi kekantin untuk makan.


disitu ia makan sambil kesal, ia terus menerus menggerutu, hingga didengar oleh temannya. disaat itu temannya langsung mendekat dan berkata....


"ada apa bro?."


mendengar ada yang menghampiri dan juga langsung bertanya dengannya, seketika ia menoleh keasal suara dan menjawab.


"kesal bad dah gua bro."


"kesel napa?.


"lu taukan Mu Fei?."


"maksud lu cewek yang pernah nyerang kita itu, gila sih tu cewek hebat banget. btw kenapa nanya dia?, ada rencana buat gangguin dia lagi?."


"bukan, gua lagi kesel sama dia. udah baik-baik gua ngucapin terima kasih kedia, ehhh dianya cuman merespon dikit."


"lu kenapa?."


"lu taukan gua habis keluar dari rumah sakit, nah orang yang nolong gua itu ya mereka. jadinya gua pengen terima kasih kemereka.


bagaimanapun kalo nggak ada mereka, mungkin gua udah...lu tau sendirilah." jelas Dyon yang membuat temannya paham maksudnya.


seketika temannya merasa penasaran dan akhirnya berkata lagi..."ehhh bro, lu pernah kagak sih mikir buat nembak dia?." tanya temannya.


mendengar ucapan itu, seketika Dyon merasa senang. diapun langsung bersemangat dan berkata kepada temannya yang duduk disebelahnya.


"belum pernah, lu mau bantu gua nggak?, bantu gua nyiapin rencana."


"boleh, lu tenang aja Mu Fei pasti bakal jadi pacar lu."


"itu pasti, siapa yang nggak mau sama gua. gua kaya, gua ganteng, gua paling keren, gua juga yang paling populer disekolah.


siapa coba yang nggak mau sama gua, didunia ini nggak ada cewek yang bakal nolak gua." ujar Dyon dengan bersemangat.


dia pikir Mu Fei bakal jatuh cinta melihat dia, namun yang terjadi sama sekali tidak. Mu Fei sama sekali tak berpikir bahkan Dyon adalah pria yang cocok untuknya.


bagaimanapun dia adalah seorang putri, dia harus memilih seseorang yang bisa diandalkan dan juga mampu bekerja sama dengannya.


bukannya memiliki seseorang yang hanya tau menyombongkan diri tanpa berpikir lebih. masih mending hanya cuman Mu Fei yang mendengar, tapi kalau orang lain tau bisa malu dia.


reputasi buruk ditambah buruk, apakah baik begitu. namun selama jam pelajaran terjadi, Mu Fei banyak termenung ntah apa yang ia pikirkan.


ia malah terlihat terdiam dan tak mendengar apapun. ia malah fokus kepada ingatan lamanya. iapun mulai membayangkan bagaimana dirinya saat tiba diistana.


setelah itu bunyi bel sudah terdengar. semua murid masuk kedalam kelas dengan rapi, Mu Fei yang terus tidak fokus selalu melakukan kesalahan.


disitu gurunya yang melihatnya langsung menggeleng kepala dan berkata..."Mu Fei." panggilnya yang membuat Mu Fei tersadar dan menjawab.


"guru kau kembali?." tanya Mu Fei dengan sembarangan. disitu semua murid terkejut dan juga merasa ada yang aneh dengan Mu Fei sekarang.


..."AKU TAK BUSA LAGI MERASAKAN NIKMATNYA MENGENANG SESUATU. RASA ITU SUDAH DIAMBIL DARIKU, KARENA AKU SUDAH TAK PUNYA SESEORANG LAGI UNTUK DIKENANG."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)